drh. Chaidir, MM | Pesona David Beckham | LUPAKAN sejenak kegaduhan partai politik di tanah air. Singkirkan berita tentang tragedi yang menimpa Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, atau juga prahara yang melanda Partai Nasdem dengan mundurnya Hary Tanoe dan beberapa pentolan serta  efek domino yang ditimbulkannya. Lupakan itu semua, berita-be
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pesona David Beckham

Oleh : drh.chaidir, MM

LUPAKAN sejenak kegaduhan partai politik di tanah air. Singkirkan berita tentang tragedi yang menimpa Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, atau juga prahara yang melanda Partai Nasdem dengan mundurnya Hary Tanoe dan beberapa pentolan serta efek domino yang ditimbulkannya. Lupakan itu semua, berita-berita politik itu melelahkan.

Lalu? Bacalah sejenak berita tentang super selebritis David Beckham. Eks kapten tim nasional Inggris itu menandatangani kontrak dengan klub papan atas di Ligue 1 Perancis, Paris Saint-Germain, beberapa hari lalu. Kendati untuk sementara kontrak itu hanya selama lima bulan hingga akhir musim, tapi kedatangan Beckham membikin Paris gegap gempita. Wali kota Paris Bertrand Delanoe, ikut menyambut gembira penandatanganan kontrak bintang sepak bola itu. Ia memandang kedatangan Beckham sebagai anugerah bagi ibu kota Perancis. Bintang sepak bola yang juga pernah datang ke Jakarta ini dipercaya akan menarik minat wisatawan untuk datang ke Menara Eiffel atau Katedral Notre Dame (KOMPAS, 2/2/2013 halaman olahraga).

Jagad sepakbola boleh punya Pele, Maradona, dan sekarang, Leonel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar. Tapi tak ada yang seglamour bintang sepakbola David Beckham. Kehadiran suami dari personil Spice Girl, Victoria ini, membuat sepakbola gemerlapan, digandrungi dan memabukkan. Beckham memiliki semua persyaratan untuk menjadi superstar di tengah dan di luar lapangan. Wajah ganteng, kepribadian terpuji, selalu tampil simpatik, dan sayang keluarga. Di masa jayanya Beckham memiliki tendangan bebas akurat dan mematikan, bahkan beckham bisa mencetak gol langsung dari tendangan sudutnya.

David Beckham kaya dengan anekdot. Suatu kali, ketika baru pindah dari Manchester United ke Real Madrid (Spanyol), David Beckham bersama Victoria ingin mencoba makanan khas Spanyol. Suami-istri ini masuk ke sebuah restoran Spanyol, dan memesan satu menu yang agak aneh, satu porsi untuk berdua. Tak lama kemudian makanan yang dipesan datang , dua bulatan masing-masing sebesar telur bebek.
"Apa ini?" Tanya David Beckham.
"Itu torpedo banteng yang kalah dalam pertandingan melawan matador," kata pelayan takzim.
Mereka pun bersantap. "Ternyata enak," komentar Beckham. Sang istri mengangguk mengiyakan. Beberapa hari kemudian David Beckham bersama istrinya kembali ke restoran yang sama dan memesan menu yang sama. Mereka berdua pun kembali menyantapnya. Setelah makanannya habis, David Beckham memanggil pelayanan dan bertanya. "Kenapa torpedo kali ini ukurannya lebih kecil?" Dengan tenang pelayan menjawab, "Kadang-kadang yang kalah bukan bantengnya, tapi matadornya, Tuan." Apa boleh buat, torpedo matador itu sudah terlanjur habis disantap.

Yang membuat publik ternganga dengan pesona David Beckham dan menimbulkan kehebohan yang luar biasa di Eropa, adalah, ia berniat menyumbangkan bayarannya sebesar tiga juta pounds atau senilai Rp 46 miliar untuk amal. "Kami memutuskan sesuatu yang cukup unik. Saya tidak akan menerima gaji. Kami memutuskan menghibahkan gaji saya untuk amal, untuk anak-anak di Paris. Ini adalah hal yang membuat kami meluap-luap dan bangga bisa melakukannya," kata Beckham. David Beckham memang pemain sepakbola terkaya di dunia pada 2012 di samping Lionel Messi.

Sepakbola di Eropa telah menjadi showbiz, sayang di negeri kita masih sebagai obyek tarik menarik berbagai kepentingan. Jangankan menyumbang untuk amal, gaji pemain saja banyak yang belum dibayar penuh. Sansai.

kolom - Harian Vokal 5 Februari 2013
Tulisan ini sudah di baca 868 kali
sejak tanggal 05-02-2013

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat