drh. Chaidir, MM | Dinding Bertelinga | SASTRAWAN Rusia Leo Tolstoy menulis,
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Dinding Bertelinga

Oleh : drh.chaidir, MM

SASTRAWAN Rusia Leo Tolstoy menulis, "Tuhan tahu tapi Dia menunggu." Serupa tapi tak sama, itu jugalah yang diingatkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Riau ketika mengambil sumpah dan janji Anggota DPRD Riau 2009-2014, Ahad kemarin pagi (6/9/2009) di Gedung Lancang Kuning DPRD Riau yang megah itu. Kita diingatkan, "sumpah ini di samping disaksikan diri sendiri dan oleh semua yang hadir, yang lebih penting lagi adalah sumpah ini disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa karena Tuhan itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." Sebagai insan yang beragama, keyakinan transedental kita, memang demikianlah adanya.

Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anggota DPRD kita yang baru dilantik, saya hanya bersimpati terhadap dilema yang bakal dihadapi oleh Anggota Dewan kita yang baru ketika menginjakkan kaki di gedung DPRD dan langsung berhadapan dengan berbagai persoalan. DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Fungsi-fungsi ini harus bisa digunakan secara efektif untuk mengawal fungsi-fungsi pemerintah di seberang sana, supaya berjalan pada relnya. Sementara DPRD itu sendiri merupakan bagian dari pemerintahan daerah. Ada ambiguitas dalam posisi ini.

Wilayah empiris kita mengingatkan, tidak mudah menjaga jarak antara keharusan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan efektivitas pengawasan ketika eksekutif dan legislatif itu ibarat dua sisi dari satu koin bisa dibedakan tapi tidak bisa dipisahkan. Di sana-sini selalu saja ada ranjau, yang bila tidak hati-hati akan mempermalukan kita dengan kejam. Hubungan eksekutif-legislatif, tetap berpeluang ditunggangi oleh kepentingan yang bernuansa kolutif dan koruptif, terutama dalam pembahasan RAPBD. Sikap kompromistis adalah biang yang bisa menimbulkan pembiaran-pembiaran yang merisaukan. Bisik-bisik seringkali terlalu keras untuk tidak terdengar ke luar gedung. Dinding tidak punya hati tapi dinding bertelinga.

Satu hal yang membuat kita optimis, wajah-wajah baru di panggung DPRD tentu mempertaruhkan nama baik diri sendiri dan keluarga, juga nama baik partai yang telah mengusung mereka sebagai kader terpercaya. Luruskan saja niat, tetap amanah dan optimis harus bisa melakukan perubahan dan perbaikan. Selalu dengarkan bisikan hati nurani. Korupsi, kolusi, nepotisme adalah naluri rendah yang memalukan, memabukkan sekaligus membenamkan kecerdasan. Bila naluri seperti itu disemai, yang tumbuh adalah badai. Aduhai. Selamat bertugas. Syabas!!

kolom - Riau Pos 7 September 2009
Tulisan ini sudah di baca 1505 kali
sejak tanggal 07-09-2009

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat