drh. Chaidir, MM | Negeri Gangster | MENYEBUT negeri ini sebagai negeri gangster seperti di era wild wild west, pastilah amat berlebihan...terlalu. Sebab kehidupan di era wild wild west, era zaman cowboy di Amerika pada abad ke-18 dan 19, adalah sebuah kehidupan yang sangat liar. Siapa yang paling jago dialah yang paling ditakuti dan b
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Negeri Gangster

Oleh : drh.chaidir, MM

MENYEBUT negeri ini sebagai negeri gangster seperti di era wild wild west, pastilah amat berlebihan...terlalu. Sebab kehidupan di era wild wild west, era zaman cowboy di Amerika pada abad ke-18 dan 19, adalah sebuah kehidupan yang sangat liar. Siapa yang paling jago dialah yang paling ditakuti dan berpengaruh. Billy The Kid adalah seorang jago penembak cepat yang menjadi legenda dalam sejarah AS. Konon, anak muda yang paling ditakuti ini tewas pada usia 21 tahun ditembak sheriff Pat Garret. Demikian cepat dan tangkasnya Billy The Kid menggunakan bedil di pinggang kiri dan revolver di pinggang kanannya, sampai-sampai dia digambarkan memiliki dua tangan di kiri dan dua tangan di kanan.

Di negeri kita dewasa ini, tidak ada gangster seperti mitos Billy The Kid, namun peristiwa demi peristiwa yang memenuhi pemberitaan media hampir setiap hari bahkan tiada hari tanpa berita aksi kekerasan mengingatkan pada kehidupan di zaman cowboy di negeri Amerika yang liar itu. Rasanya, kalau membaca berita dan menonton televisi, kehidupan kita mirip seperti zaman wild wild west di Amerika. Atau seperti mafia yang menguasai pulau Sisilia di Italia pada abad pertengahan. Kejahatan terorganisir ala mafia, kejahatan dibalas kejahatan. Penegakan hukum dilakukan dengan main hakim sendiri.

Mencermati pemberitaan di media kita akhir-akhir ini, aksi kekerasan yang merenggut jiwa, selalu menghiasi pemberitaan. Sebut saja bentrokan antara pengacau dengan aparat keamanan, bentrokan antar kampung, bentrokan antar kelompok, bentrokan antar gang motor, juga tawuran pelajar dan mahasiswa dengan menggunakan senjata tajam. Perampokan bersenjata juga tak jera-jera, kendati penjahatnya banyak yang didor oleh aparat keamanan. Yang juga tak kalah hebohnya adalah aksi kekerasan terhadap wartawan di beberapa daerah, dan aksi kekerasan terhadap seorang guru perempuan di Pekanbaru dengan ancaman pistol yang dilakukan oleh seorang pria orang tua murid seperti di zaman cowboy di Amerika. Padahal sebandit-banditnya Billy The Kid, dia tidak pernah berlaku kasar terhadap perempuan. Billy The Kid justru konon pada usia 12 tahun telah menembak mati pria yang menghina ibundanya. Billy The Kid mengandalkan kecepatan tangannya untuk bertarung secara jantan satu lawan satu dengan lawan-lawannya.

Sesungguhnya, secara jujur boleh dikatakan, kenyataan kehidupan sehari-hari dalam masyarakat kita tidaklah sekacau pemberitaan. Aksi-aksi kekerasan itu sifatnya kasuistik, tidak sistemik. Namun demikian bukan berarti kita boleh permisif atau mengabaikannya. Benih-benih aksi kekerasan itu tidak boleh dibiarkan tumbuh subur. Sebuah masyarakat yang maju dan sejahtera menuntut kepatuhan semua pihak terhadap aturan yang berlaku. Juga kejujuran, sportifitas dan saling hormat menghormati. Penegakan hukum tak pandang bulu secara adil adalah solusi beradab sebagai upaya penertiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sayang disayang, mendengar perdebatan ahli-ahli hukum kita di media terhadap berbagai masalah, kita sangat khawatir munculnya praktik-praktik pokrol bambu, ketika penegakan hukum sarat dengan praktik premanisme. Alahai...

kolom - Riau Pos 3 Desember 2012
Tulisan ini sudah di baca 1154 kali
sejak tanggal 03-12-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat