drh. Chaidir, MM | ISG, MK MK | PANGGUNG PON Riau 2012 baru akan berakhir 20 September beberapa hari lagi. Tapi panggung berikutnya, The 3rd Islamic Solidarity Games (Pertandingan Olahraga Negara-negara Islam yang Ketiga), sudah nyaring disuarakan oleh para petinggi kita. Direncanakan, ISG tersebut akan berlangsung pada  6-17 Juni
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

ISG, MK MK

Oleh : drh.chaidir, MM

PANGGUNG PON Riau 2012 baru akan berakhir 20 September beberapa hari lagi. Tapi panggung berikutnya, The 3rd Islamic Solidarity Games (Pertandingan Olahraga Negara-negara Islam yang Ketiga), sudah nyaring disuarakan oleh para petinggi kita. Direncanakan, ISG tersebut akan berlangsung pada 6-17 Juni 2013 di Pekanbaru.

Nama Riau dan Kota Pekanbaru akan kembali berkibar itu jelas. Bahkan kali ini tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat internasional. Sebab pertandingan ini akan diikuti oleh 57 negara yang memiliki banyak penduduk muslim di dunia. Atlet-atlet tangguh dari Negara-negara Timur Tengah, Eropa, Afrika, Asia dan mungkin juga Amerika Selatan akan datang ke Riau. Kendati namanya Islamic Solidarity Games, bukan berarti semua atlit yang bertanding adalah muslim, atlit non muslim pun ikut bertanding mewakili negaranya.

Diperkirakan lebih dari 6000 atlet akan ikut bertanding dalam ISG Riau 2013, itu belum termasuk official. Dalam ISG pertama di Jeddah, Saudi Arabia yang dilaksanakan pada 8-20 April 2005 silam, 55 negara ambil bagian dengan jumlah atlit dan official tidak kurang dari 6000 orang. Empat kota dipergunakan untuk bertanding, yaitu Mekkah, Madinah, Jeddah dan Ta'if.

ISG Riau 2013 sebenarnya adalah ISG kedua, sebab ISG kedua itu sendiri yang direncanakan akan diselenggarakan di Teheran, Iran dalam bulan Oktober 2009, dan kemudian direncanakan ditunda pada bulan April 2010, gagal dilaksanakan akibat terjadinya perselisihan antara Iran dengan negara Teluk lainnya karena masalah nama. Iran ingin mengganti ISG dengan nama Persian Gulf games, sedang beberapa negeri Teluk lain menginginkan nama Arabian Gulf. Perselisihan itu sesungguhnya akibat disharmoni antara Arab Saudi dan Iran. Walaupun ISG Kedua batal, ISG berikut yang akan diadakan di Riau, Indonesia tetap menggunakan ISG Ketiga.

Pertanyaan bagi kita, sanggupkah kita menyelenggarakan ISG Riau 2013 itu dengan optimal dalam arti mampu melaksanakan seluruh cabang pertandingan dengan baik, termasuk memberikan pelayanan? Dari berbagai pemberitaan dan keluhan peserta PON Riau 2012, kita menghadapi banyak masalah sebagai tuan rumah, mulai dari ketidaksiapan arena pertandingan, wisma atlit, transportasi, sampai kepada hal-hal yang sangat mendasar seperti kecukupan air bersih, kamar mandi, dan listrik. Standar yang digunakan untuk ISG, tentu tidak sama dengan standar lokal untuk PON.

Pada sisi lain persiapan yang baik pasti memerlukan dana yang tidak sedikit. Pemerintah Provinsi Riau mengaku membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Nilainya mencapai Rp500 miliar. Tapi jumlah tersebut baru untuk penyelenggaraan saja, belum termasuk untuk penyelesaian dan peningkatan kelas beberapa arena pertandingan. Tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah, menurut Gubernur RZ, adalah dalam mempersiapkan aquatic center. Pasalnya, kolam renang di aquatic center yang ada di GOR Rumbai saat ini, yang digunakan untuk PON, belum memenuhi standar internasional. Kolam renang tersebut hanya memiliki delapan lintasan, sementara peraturan baru mengharuskan adanya sepuluh lintasan.

Masalah pendanaan tentu tak ada masalah dengan Saudi Arabia yang menyelenggarakan ISG Pertama 2005, atau dengan Iran seandainya jadi pada 2010 lalu sebagai tuan rumah ISG Kedua. Negeri Timur Tengah itu adalah negeri petrodollar yang kaya raya. Tetapi bagi kita? Menurut sebuah sumber, pihak ISG hanya memberi subsidi 50 dolar AS perorang atlit dan official per hari, selebihnya ditanggung tuan rumah. Seandainya info itu akurat, alangkah besarnya beban yang harus kita tanggung?

Tapi kita sudah terjerat. Posisinya seperti MK-MK, Maju kena mundur kena. Marwah daerah dan marwah bangsa kembali harus dipertaruhkan untuk hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari dengan kerendahan hati. Wallahualam.

kolom - Harian Vokal 18 September 2012
Tulisan ini sudah di baca 1109 kali
sejak tanggal 18-09-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat