drh. Chaidir, MM | Ini Akhlak Tuan | BILL Clinton sukses mengalahkan incumbent George Bush  dalam pemilihan Presiden AS pada 1992. Di balik sukses Clinton ada seorang ahli strategi yang bernama James Carville. Frasa
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Ini Akhlak Tuan

Oleh : drh.chaidir, MM

BILL Clinton sukses mengalahkan incumbent George Bush dalam pemilihan Presiden AS pada 1992. Di balik sukses Clinton ada seorang ahli strategi yang bernama James Carville. Frasa "It's the economy, stupid", ciptaan Carville, ketika itu sangat terkenal dan ampuh. Singkat dan padat. Tetapi cukup untuk menggambarkan permasalahan besar yang dihadapi bangsa Amerika.

Kalau frasa tersebut hendak kita adopsi untuk negeri kita, rasanya tidak cocok. Kendati kita gencar melakukan pembangunan ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan, tapi masalah pokok kita bukan masalah ekonomi. Karut marut wajah bangsa kita dewasa ini berkaitan erat dengan akhlak. Maka frasa yang tepat adalah: ini masalah akhlak, Tuan.

Sejarah Islam menunjukkan kepada kita, ketika umat Islam berpegang teguh pada akhlak mulia, wilayah kekuasaannya membentang luas, mulai dari Persia di Timur, hingga Afrika bahkan sampai ke Andalusia di Spanyol. Tidak diragukan lagi Risalah Islam yang diusung Nabi Muhammad SAW adalah revolusi akhlak. Jika umat tidak memiliki prinsip akhlak mulia berarti mereka sedang mempercepat proses kehancuran dirinya. Penyair Mesir Ahmad Syauqi Bek, menulis, "Kejayaan umat terletak pada tatanan akhlaknya. Jika akhlak itu lenyap, lenyap pula kemajuan mereka." Sebagain ulama berpendapat, seandainya agama bisa diringkas, maka intinya adalah akhlak.

Penyakit moral yang bersimaharajalela dewasa ini dalam masyarakat kita seperti egoisme, hedonisme, dendam kesumat, sombong, iri, dengki, amarah, narkoba, asusila, penyalahgunaan wewenang, korupsi, fitnah, adu domba, dan sebagainya, semuanya terjadi akibat krisis akhlak mulia. Padahal akhlak mulia adalah pilar asasi bagi setiap manusia. Dengan akhlak mulia tersebut kita bias memberi manfaat bagi manusia lainnya untuk memperoleh kejayaan dan kebahagiaan bersama di dunia dan di akhirat.

Hal itu terjadi karena instrumen hati sanubari yang menjadi kendali akal budi kita dalam menjelajah rimba belantara kehidupan, dibiarkan tidak tersapa. Bangsa ini tak pernah lagi bertanya kepada hati sanubari, padahal itu sama sekali tak memerlukan success fee bahkan tak ada ongkosnya. Ajaibnya, kapan pun kita bisa bertanya, dimana pun dan kapan pun. Hati sanubari adalah sahabat setia kita yang tak pernah berbohong dan sama sekali tak ingin mencelakakan tuannya. Hati sanubari adalah benteng terakhir dalam dada kita. Kita boleh menipu dunia, dan dunia mungkin terbius dengan penampilan kita yang memukau. Tetapi tidak dengan hati sanubari.

Akhlak mulia adalah sebuah solusi moral di tengah berbagai masalah bangsa kita. Akhlak mulia memungkinkan pemerintah menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan bertanggungjawab tanpa ada perasaan khawatir akan berurusan dengan KPK, akhlak mulia menjadikan para politisi mengedepankan hati sanubari dalam menunjukkan keberpihakannya, tidak aji mumpung. Akhlak mulia menuntun etika moral para akademisi untuk berbicara jujur dan obyektif, terbebas dari kepentingan sempit. Ilmuwan Copernicus dihukum mati karena jujur mempertahankan pendapatnya. Akhlak mulia menjadikan orang-orang kaya tidak segan-segan membantu fakir miskin. Akhlak mulia menjadikan masyarakat saling hormat menghormati menjunjung tinggi sopan santun dan terhindar dari penyakit-penyakit moral, sifat iri, dengki, sombong, fitnah, dan sebagainya.

Akhlak mulia adalah awal dari perbuatan-perbuatan kebajikan. Akhlak yang dimaksud adalah akhlak individu. Karena masyarakat atau bangsa terbentuk dari kumpulan individu-individu. Baik akhlak individu baik pula akhlak bangsa.

Puasa Ramadhan merupakan awal dari ikhtiar kita untuk melatih diri memperbaiki akhlak bangsa. Gerakan bersama perbaikan akhlak bangsa harus menjadi agenda penting dalam masyarakat kita ke depan, sehingga kita tidak lagi saling menzalimi. Langkah pertama adalah memulai dari diri kita dan keluarga.

kolom - Harian Vokal 14 Agustus 2012
Tulisan ini sudah di baca 940 kali
sejak tanggal 14-08-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat