drh. Chaidir, MM | Titi DJ | DARAT laut udara dan kepolisian semua siaga dalam pekan ini dan satu pekan ke depan.  Bakal ada perangkah? Atau akan ada penembakan seperti nasib tragis yang dialami saudara kita di Rohingya, Myanmar itu? Tidak, sama sekali tidak. Tapi ini juga menyangkut nyawa manusia. Gelombang manusia itu seperti
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Titi DJ

Oleh : drh.chaidir, MM

DARAT laut udara dan kepolisian semua siaga dalam pekan ini dan satu pekan ke depan. Bakal ada perangkah? Atau akan ada penembakan seperti nasib tragis yang dialami saudara kita di Rohingya, Myanmar itu? Tidak, sama sekali tidak. Tapi ini juga menyangkut nyawa manusia. Gelombang manusia itu seperti tsunami, bergemuruh pergi bergemuruh kembali. Korban berjatuhan, tapi tak jadi pelajaran.

Gelombang manusia mudik ini sudah menjadi tradisi menahun. Dan belum ada tanda-tanda akan luntur. Yang terjadi, setiap tahun peminatnya justru meningkat. Berbagai moda jasa transportasi darat, laut dan udara selalu saja dijejali penumpang yang seringkali tak memperhitungkan faktor keselamatan. Jajaran kepolisian walau setiap tahun menggelar operasi ketupat, tetap saja kerepotan mengamankan ritual mudik ini.

Tak mudah menghitung jumlah pemudik secara akurat, yang pasti setiap tahun jumlahnya meningkat. Jumlah pemudik yang tercatat melalui penjualan karcis berbagai moda transportasi darat, laut dan udara mungkin bisa dihimpun secara nasional berdasarkan laporan dari daerah. Tapi pemudik partikelir yang menggunakan mobil pribadi, plat merah, sepeda motor, pasti tak akan terdata, apalagi penumpang gelap aspal (asli tapi palsu). Penumpang gelap aspal ini urusan Anak Buah Kapal. Macam tak tau saja, cincai cincai namanya...

Data Kementerian Perhubungan sebagaimana dirilis berbagai media, menunjukkan, jumlah pengguna jalan darat pada momen mudik Idulfitri 2012 diprediksi lebih tinggi daripada tahun lalu. Perkiraannya, pertumbuhannya mencapai 1,3 persen. Data tersebut menyatakan, pada arus mudik Idulfitri 2011, jumlah pemakai jalan darat sekitar 5,5 juta orang. Tahun ini jumlah pemudik dipreikdsi lebih banyak yaitu menjadi 5,6 juta orang. Penumpang KA perkiraannya naik 16,32 persen atau menjadi 2.2 juta orang. Penumpang kapal laut, diperkirakan meningkat 5 persen menjadi 1,5 juta orang. Sedangkan yang melalui jalur udara tumbuh 10 persen atau menjadi 3,2 juta orang. Jumlah pengguna sepeda motor diprediksi meningkat 27,8% atau dari 1.199.867 pemudik pada 2011 menjadi 1.533.340 pemudik pada tahun ini. Jumlah pemudik dari ibukota provinsi atau ibukota kabupaten yang mudik ke kampung halamannya di hulu-hulu sungai di kaki-kaki gunung pasti tak tercatat.

Puasa Ramadhan, yang disusul Hari Raya Idul Fitri selalu dimeriahkan secara khusus dengan tradisi mudik. Fenomena mudik lebaran bukan hanya sekadar berhalal bi halal, bersilaturrahim, tetapi juga mengobati kerinduan pada orang tua, sanak saudara dan handai taulan, bahkan kerinduan terhadap kampung halaman sekaligus rekreasi keluarga. Perasaan rindu itu susah untuk dilukiskan. Kelihatannya semua ingin mudik kecuali Bang Toyib, sudah tiga kali puasa dan tiga kali lebaran tak pulang-pulang. Mungkin tahun depan Bang Toyib pulang?

Bagi pemudik, kita hanya bisa mengucapkan TITI DJ dan DEDI DORES (Hati-hati di jalan, dengan diiringi doa restu) semoga selamat sampai tujuan.

kolom - Riau Pos 13 Agustus 2012
Tulisan ini sudah di baca 1049 kali
sejak tanggal 13-08-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat