drh. Chaidir, MM | Kado Profesor | NEGERI kita laut sakti rantau bertuah, Riau, dapat kado istimewa bersempena HUT Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 2009 tahun ini, berupa pengukuhan enam orang Guru Besar sekaligus dalam waktu bersamaan. Yang menorehkan tinta emas itu adalah Universitas Riau, Pekanbaru.

Sabtu, 15 Agustus dua ha
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kado Profesor

Oleh : drh.chaidir, MM

NEGERI kita laut sakti rantau bertuah, Riau, dapat kado istimewa bersempena HUT Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 2009 tahun ini, berupa pengukuhan enam orang Guru Besar sekaligus dalam waktu bersamaan. Yang menorehkan tinta emas itu adalah Universitas Riau, Pekanbaru.

Sabtu, 15 Agustus dua hari lalu, enam orang Guru Besar itu dikukuhkan, mereka adalah Prof Dr Ir Faizah Hamzah, MS (Fakultas Pertanian), Prof Dr Jasril, M.Si (Fakultas MIPA), Pro Dr B Isyandi, MS (Fakultas Ekonomi), Prof Dr Ir Syafriadiman (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Prof Dr Ir Rifardi, M.Sc (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) dan Prof Dr Amries Rusli Tanjung, SE, MM.Ak (Fakultas Ekonomi). Bukan main. Membanggakan. Entah kapan lagi prestasi serupa bisa diraih oleh Universitas Riau. Empat dari enam Guru Besar tersebut adalah bidang sains, dua dalam bidang ekonomi. Besar harapan untuk bersentuhan dengan permasalahan riil.

Gelar profesor alias maha guru alias guru besar adalah jenjang akademis tertinggi yang mungkin diraih oleh seorang dosen di perguruan tinggi. Di atas gelar profesor tidak ada lagi gelar yang tersedia. Saya rasa, tidak hanya jajaran civitas akademika Univ Riau saja yang merasa bangga, masyarakat Riau juga pada umumnya patut berbangga hati.

Di tengah upaya kita meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat melalui perguruan tinggi yang berkualitas, pengukuhan guru besar tersebut terasa menggairahkan, kendati belum akan berdampak secara langsung. Sebab input terhadap lembaga pendidikan tinggi, out put-nya pada umumnya memang tidak akan terlihat dalam tempo singkat. Tapi sekurang-kurangnya, tambahan enam "superman" profesor kita itu akan memperkuat barisan akademik perguruan tinggi, khususnya di Univ Riau. Sehingga fungsi perguruan tinggi, harus memiliki program yang kuat dan seimbang dalam aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat, diharapkan dapat berjalan lebih baik lagi ke depan.

Sekurang-kurangnya secara psikologis seorang profesor tidak akan membiarkan mutu mahasiswa asuhannya merosot, demikian juga performance perguruan tinggi dimana dia berkiprah. Tantangan ke depan memang tidak ringan apalagi persaingan di tengah globalisasi pendidikan. Negara-negara maju tak habis-habisnya berupaya keras

untuk mencapai keunggulan atau keutamaan (excellence) dalam bidang pendidikan di negaranya. Untuk kemudian ekspansi ke negara lain. Pendidikan, suka atau tidak suka sudah menjadi industri. Siapa yang tidak siap akan kalah bersaing dan ditinggalkan oleh calon-calon mahasiswa.

Sementara itu kesadaran global (global consiousness) sudah terbangun, hanya negera yang pendidikannya unggul yang bisa memainkan peranan penting dalam percaturan dunia dalam bidang ekonomi, politik, penguasaan informasi, sains dan teknologi, dan sebagainya.

Ada peningkatan ekspektasi masyarakat terhadap peran perguruan tinggi untuk menghasilkan the best minds sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki prospek daya saing, bukan hanya pada tingkat nasional melainkan juga pada level internasional/global. Syabas Profesor, Syabas Universitas Riau.

kolom - Riau Pos 17 Agustus 2009
Tulisan ini sudah di baca 1954 kali
sejak tanggal 17-08-2009

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat