drh. Chaidir, MM | Masih Banyak Orang Baik | SIAPA  yang kenal Nicolas Sandi? Kalau Nicolas Anelka, pesepakbola muslim mantan anggota tim nasional Prancis yang kini  bermain merangkap pelatih di klub Super Liga China, Shanghai Shenhua,  pasti banyak yang kenal di Indonesia. Tapi Nicolas Sandi?

Dalam beberapa hari ini, Sersan Dua Nicolas San
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Masih Banyak Orang Baik

Oleh : drh.chaidir, MM

SIAPA yang kenal Nicolas Sandi? Kalau Nicolas Anelka, pesepakbola muslim mantan anggota tim nasional Prancis yang kini bermain merangkap pelatih di klub Super Liga China, Shanghai Shenhua, pasti banyak yang kenal di Indonesia. Tapi Nicolas Sandi?

Dalam beberapa hari ini, Sersan Dua Nicolas Sandi (24) menjadi buah bibir. Anggota Kopassus, pasukan elit TNI ini, tampil heroik ibarat Batman mengalahkan penjahat Joker. Nicolas Sandi berhasil menyelamatkan seorang perempuan yang hampir menjadi korban perkosaan di angkot. Sebagaimana diberitakan berbagai media cetak dan online, empat laki-laki menyergap IS (korban) dalam angkot yang sedang melaju di sekitar lapangan Banteng, Jakarta. Beruntung IS masih bisa teriak minta tolong dan didengar oleh Nicolas yang sedang mengendara sepeda motor. Cerita selanjutnya adalah ecrita kepahlawanan. Nicolas kejar-kejaran dengan angkot dan berhasil menangkap pengemudi angkot untuk diserahkan ke polisi.

Sebenarnya, aksi perkosaan di angkot sudah beberapa kali jadi berita di ibukota Jakarta, artinya, tak lagi menjadi berita yang menghebohkan, walau menyangkut harkat manusia. Kewajiban seorang prajurit TNI memberi pertolongan kepada anggota masyarakat juga bukan sesuatu yang luar biasa. Bukankah setiap prajurit TNI menjunjung tinggi Sapta Marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI? Prajurit TNI antara lain wajib menjunjung tinggi kehormatan wanita, senantiasa menjandi contoh dalam sikap dan kesederhanaan, serta menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Tapi di tengah perilaku masyarakat yang kehilangan arah dan norma-norma yang ditandai dengan sinisme yang menjadi-jadi terhadap seluruh sistem yang ada, hilangnya kewibaan hukum, terjadinya disorganisasi antar manusia, sehingga aksi kekerasan, konflik antar kelompok demikian mudahnya terjadi, aksi heroik Nicolas Sandi seperti tajil yang sangat nikmat di bulan Ramadhan. Sersan Dua Nicolas Sandi telah memberi seteguk keteladanan di tengah masyarakat yang sedang dahaga.

Jadi, masyarakat tidak perlulah terlalu galau kendati berita-berita negatif banyak menghiasi pemberitaan, kendati perdebatan di media televisi memberi kesan sudah tidak ada lagi beres di negeri ini. Itu sama sekali bukan gambaran yang sesuangguhnya. Yang mencuat sunsang itu yang buruk-buruknya saja. Masih banyak orang baik, masih banyak prajurit terpuji, masih banyak aparat kepolisian yang profesional, masih banyak hakim-hakim yang punya hati nurani, masih banyak pemimpin yang rendah hati, masih banyak umat beragama yang bertawakkal. Bangsa kita memang sering disebut menghadapi masalah dengan karakter yang melemah, tetapi kita optimis orang-orang baik tetap lebih banyak. Kalau orang baik tidak lebih banyak, maka Negara kita ini sudah lama bubar.

Kita optimis, Nicolas Sandi tidak sendirian, pasti masih banyak prajurit lain yang berjiwa sama seperti Nicolas Sandi, yang siap memberi keteladanan berbuat kebajikan. Usah galau.

kolom - Riau Pos 30 Juli 2012
Tulisan ini sudah di baca 962 kali
sejak tanggal 30-07-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat