drh. Chaidir, MM | Calon Bintang Asia | MALAM ini timnas sepakbola Indonesia U-22 akan bertarung melawan timnas Australia.  Sesungguhnya kompetisi ini adalah agenda tetap Asian Football Confederation (AFC) yang bekerjasama dengan PSSI. Sebenarnya biasa saja. Yang luar biasa adalah, pertandingan babak kualifikasi Gurp E Piala AFC  U-22 ini
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Calon Bintang Asia

Oleh : drh.chaidir, MM

MALAM ini timnas sepakbola Indonesia U-22 akan bertarung melawan timnas Australia. Sesungguhnya kompetisi ini adalah agenda tetap Asian Football Confederation (AFC) yang bekerjasama dengan PSSI. Sebenarnya biasa saja. Yang luar biasa adalah, pertandingan babak kualifikasi Gurp E Piala AFC U-22 ini diselenggarakan di Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau. Dengan demikian Riau tercatat untuk pertama kalinya menyelenggarakan pertandingan sepakbola internasional yang merupakan agenda resmi.

Enam Negara akan bertanding dalam sistem setengah kompetisi, yakni Australia, Jepang, Singapura, Makau, Timur Leste dan Indonesia. Dalam sistem setengah kompetisi, semua tim akan bertemu untuk saling bertempur satu dengan lainnya. Pemenang Grup E akan ditentukan dengan sistem nilai, dan selisih gol bila perolehan nilainya sama.

Hal lain yang menjadikan kompetisi ini luar biasa dan akan terukir dalam sejarah persepakbolaan Riau, karena sebagian pertandingan akan diselenggarakan di Stadion Utama yang terletak di Kampus Universitas Riau. Sebagian pertandingan akan diselenggarakan pula pada malam hari, suatu pengalaman baru bagi masyarakat pencinta sepakbola di Riau. Pertandingan juga diselenggarakan di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai yang telah direnovasi berat. Hebatnya, menurut beberapa sumber 70 persen ticket dari 43.000 tempat duduk di Stadion Utama sudah terjual (sold out). Menyaksikan pertandingan bintang-bintang muda itu adalah satu hal, menyaksikan kemegahan Stadion Utama barangkali menjadi alasan lain besarnya animo masyarakat untuk datang ke Stadion Utama.

Stadion Utama atau main stadium untuk pertama kali digunakan dan langsung untuk pertandingan resmi yang akan memperdengarkan lagu kebangsaan kedua Negara yang bertanding. Dengan digunakannya stadion ini, maka rumor yang sempat menjadi santapan media massa bahwa stadion utama ini tidak akan bisa digunakan, otomatis gugur. Dalam pengecekan terakhir Rabu (4/7) kemaren sore, yang langsung dilakukan oleh Gubernur HM Rusli Zainal bersama Ketua Umum PSSI, Prof Djohar Arifin, yang didampingi juga oleh Sekjen PSSI, semua perlengkapan penting telah berfungsi dengan baik, sebut saja lampu stadion, sound sistem dan papan skor elektronik yang terlihat mencolok cantik. Semua diuji dan berfungsi dengan baik.

Kita patut acungkan jempol kepada kontraktor-subkontraktor yang telah menggunakan akal sehat dengan menyingkirkan pertimbangan-pertimbangan sempit demi kepentingan masyarakat dan nama baik bangsa, khususnya masyarakat Riau. Hal-hal yang bersifat kontraktuil tentu bisa diselesaikan pada bagian lain. Fungsionalisasi Stadion Utama apalagi untuk pertandingan internasional seperti yang sekarang berlangsung, akan memberi kredit bagus bagi kontraktor-subkontraktor, demikian juga Pemerintah Provinsi Riau. Apa yang diperlihatkan oleh pihak-pihak dengan kepala dingin semakin menguatkan pemahaman kita bahwa persepakbolaan kita harus dibebaskan dari kepentingan-kepentingan sempit yang merugikan, yang bertentangan dengan semangat olahraga.

Melalui pertandingan-pertandingan piala AFC U-22 ini, Stadion Utama Riau akan mendunia, tak kalah dengan stadion-stadion yang digunakan untuk Piala Eropa seperti National Stadium Warsawa, Donbass Arena Donetsk, PGE Arena Gdansk, dan Stadium Kyiv, Ukraina. Bila nanti PSSI berhasil memasukkan Stadion Utama Riau sebagai salah satu stadion internasional sekurang-kurangnya berbintang empat, maka pertandingan-pertandingan internasional dengan menghadirkan klub-klub elit dunia di Riau, seperti Barcelona, Real Madrid, Manchester City, MU, AC Milan, menjadi kaji menurun. Kehadiran bintang-bintang kelas dunia di Stadion Utama Riau akan mendorong lahirnya pemain-pemain kita yang berbakat.

Sekurang-kurangnya ada dua hal yang menjadi catatan penting kita, karena sekarang radar dunia akan mulai terarah ke Stadion Utama Riau. Pertama adalah perilaku positif penonton untuk bersama-sama menjaga keindahan dan kebersihan stadion; kedua, sikap penonton yang penuh antusiasme namun tetap santun dan sportif terhadap tim-tim yang bertanding.

Pertandingan dalam rangka piala AFC U-22 yang berlangsung sekarang belum akan memuaskan dahaga publik terhadap sepakbola indah yang atraktif, sebab mereka adalah pemain-pemain muda yang masih miskin jam terbang. Namun kita berharap, tuah negeri Lancang Kuning akan menghasilkan bintang-bintang Asia bahkan dunia di masa depan.

kolom - Berita Terkini 5 Juli 2012
Tulisan ini sudah di baca 1682 kali
sejak tanggal 05-07-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat