drh. Chaidir, MM | Cermin Belanda | KEJUARAAN akbar sepakbola tingkat dunia selalu mempertontonkan banyak hal menarik. Keindahan teknik permainan, gol-gol spektakuler, kemenangan sensasional dan tentu juga kekalahan tak terduga. Semua menjadi mozaik warna-warni kejuaraan cabang olah raga yang paling popular sejagat raya ini, tak kecua
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Cermin Belanda

Oleh : drh.chaidir, MM

KEJUARAAN akbar sepakbola tingkat dunia selalu mempertontonkan banyak hal menarik. Keindahan teknik permainan, gol-gol spektakuler, kemenangan sensasional dan tentu juga kekalahan tak terduga. Semua menjadi mozaik warna-warni kejuaraan cabang olah raga yang paling popular sejagat raya ini, tak kecuali juga kehadiran Paul, sigurita peramal hasil pertandingan Piala Dunia 2010, atau Fred, sang musang ahli nujum di Piala Eropa 2012. Terakhir kita dengar ada Citta, seekor gajah di kebon binatang Inggris yang juga ikut-ikutan belajar meramal, walau masih sering meleset.

Tetapi sesungguhnya, sepakbola tidak hanya masalah gol demi gol, atau penyelematan cemerlang sang penjaga gawang yang mengagumkan, atau tendangan penalty "cheep" ala pemain Italia, Firlo, yang mengecoh penjaga gawang Tim Nasional Inggris, Joe Hart. Sepakbola juga sarat dengan nilai-nilai. Ada nilai-nilai sportivitas, persahabatan, kebersamaan, kedewasaan bersikap, dan sebagainya.

Bahkan nasib tragis tim nasional Belanda yang terpaksa angkat koper setelah tiga kali menelan kekalahan pahit secara beruntun, patut kita jadikan cermin. Seperti banyak diberitakan, dalam pertandingan babak penyisihan Piala Eropa 2012, di groupnya Belanda kalah tiga kali; kalah dari Denmark 0-1, kalah dari Jerman 1-2 dan kalah dari Portugal 1-2. dan riwayat Tim Nasional Belanda pun tamat di Piala Eropa 2012 secara memalukan dan memilukan.

Bola bundar memang. Tetapi masalahnya, sebelum kejuaraan dimulai, Tim Nasional Belanda digadang-gadang sebagai salah satu favorit juara. Dan mereka wajar jadi favorit, karena Belanda adalah finalis Piala Dunia 2010, dan prestasi Belanda di babak kualifikasi juga mentereng, mereka melenggang mudah ke Piala Eropa. Dan bintang pun bertaburan di tim Negeri Kincir Angin ini. Sebut saja Robie van Persie (28 tahun, Arsenal), Arjen Robben (28, Bayern Munich), Dirk Kuyt (31, Liverpool), Klaas-Jan Huntelaar (28, Schalke 04), Wesley Sneijder (28, Internazionale), Nigel de Jong (27, Manchester City), John Heitinga (28, Everton), Ibrahim Affellay (26, Barcelona), dan beberapa pemain hebat lainnya yang tersebar di berbagai klub liga Eropa.

Nasib Belanda sama dengan nasib Prancis dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Prancis juga bertabur bintang, tetapi angkat koper pertama dengan kepala tertunduk, malu akibat kekalahan beruntun di pertandingan penyisihan. Siapa tak kenal Thierry Henry (yang waktu itu bintang Barcelona), Patrice Evra (MU), Erica Abidal (Barcelona), Franck Ribery (Bayern Munich), atau William Gallas yang ketika itu menjadi salah seorang bintang Arsenal?

Timnas Belanda di Piala Eropa 2012 ternyata menghadapi masalah yang sama dengan Timnas Prancis dalam Piala Dunia 2010. Sebagian pemain kurang respek dengan pelatihnya. Mereka tidak kompak. Para bintang itu juga tidak memiliki kesadaran berada dalam satu tim. Egoisme kebintangan mereka sangat tinggi, sehingga semangat tim terabaikan. Ternyata mengelola sebuah tim bertabur bintang tidak mudah.

Selasa (26/6) kemarin malam, PB PON XVIII melakukan pencabutan undian pertandingan sepakbola dan futsal untuk PON XVIII yang akan dimulai 9 September 2012 mendatang. Khusus untuk tim sepakbola, Riau selaku tuan rumah disedeed bersama Jawa Timur dan Papua. Artinya, ketiga tim ini dipisah, dan tim sepakbola PON Riau berada dalam Pool C bersama Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah. Dan Pool C ini direncanakan akan memainkan babak penyisihan di Bangkinang Kabupaten Kampar.

Bercermin dari Belanda dan Prancis, tak ada alasan Tim PON Riau Tidak lolos dari babak penyisihan. Tim PON Riau memang tidak memiliki bintang, tetapi mereka adalah yang terbaik dari pemain-pemain U-23 di daerah ini, dan dengan dukungan penuh dari masyarakat terutama dari Pemda Kampar yang menjadi tuan rumah, para pemain akan bertarung habis-habisan. Kekompakan di dalam dan di luar lapangan akan menjadi jurus ampuh untuk mengalahkan semua lawan. Ayo Bung!

kolom - Berita Terkini 28 Juni 2012
Tulisan ini sudah di baca 1659 kali
sejak tanggal 28-06-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat