drh. Chaidir, MM | Roberto Di Matteo | FRANS Beckenbauer, legenda sepakbola German, boleh-boleh saja menyebut Chelsea merebut  Piala Liga Champion dari Tuan Rumah Bayern Munchen hanya karena keberuntungan. Cerita memang bisa menjadi lain bila saja bintang Bayern Munchen, Robben, tidak gagal menaklukkan Chech, kiper Chelsea, yang malam it
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Roberto Di Matteo

Oleh : drh.chaidir, MM

FRANS Beckenbauer, legenda sepakbola German, boleh-boleh saja menyebut Chelsea merebut Piala Liga Champion dari Tuan Rumah Bayern Munchen hanya karena keberuntungan. Cerita memang bisa menjadi lain bila saja bintang Bayern Munchen, Robben, tidak gagal menaklukkan Chech, kiper Chelsea, yang malam itu tetap tampil perkasa seperti biasanya.

Dewi fortuna memang berpihak pada Chelsea, seperti juga yang terjadi pada babak semi final ketika Chelsea menyingkirkan klub terbaik dunia, Barcelona, di Camp Nou, kandang Barcelona yang biasanya kuburan bagi tim tamu. Barcelona memerlukan kemenangan lebih dari satu gol. Dan mereka sudah unggul 2-1 ketika Barcelona mendapatkan hadiah pinalti. Chelsea sudah hampir angkat tangan. Superstar Messi mengambil tendangan pinalti tersebut dengan tenang, dan tendangan keras kaki kirinya membentur tiang gawang Chech, skor tidak jadi berubah 3-1. Bahkan karena emosi menyerang, Barcelona kecolongan gol Fernando Torres pada menit terakhir, dan skor 2-2. Barcelona tamat dan Chelsea pun maju ke babak final yang dimainkan di Allianz Futbol Arena, kandang Bayern Munchen. Hebatnya lagi, Chelsea maju ke medan laga dengan pasukan yang tidak utuh karena empat pemain pilarnya terkena hukuman dilarang bertanding akibat akumulasi kartu, yaitu sang kapten John Terry, Ramires, Ivanovic dan Raul Meireles.

Apa pun komentar orang, nyatanya Chelsea memenangkan trofi Liga Champion, sebuah kompetisi yang sangat prestisius di dunia. Karena gengsi partai final tersebut, dimana-mana di berbagai kota besar digelar acara nonton bareng (nobar). Bahkan Wakil Gubernur Riau, Raja Mambang Mit, Walikota Pekanbaru dan Ketua DPRD Kota Pekanbaru menyempatkan diri berbaur dengan masyarakat penggila sepakbola, nobar di salah satu hotel berbintang.

Di balik sukses Chelsea, nama Roberto Di Matteo pun ikut menjulang ke langit. Tokoh muda berkebangsaan Italia ini, sebenarnya hanyalah seorang pelatih sementara (caretaker), pengganti Andre Villas Boas,yang dipecat karena melorotnya prestasi Chelsea di Liga Primer Inggris. Di Matteo sebagai Asisten dari Boas ditunjuk sebagai pengganti sementara. Tapi siapa sangka, Roberto Di Matteo ternyata bertangan dingin. Berkat sentuhannya, kemenangan demi kemenangan kembali di raih Chelsea. Dari empat tim yang maju ke semi final Liga Champion, hanya Chelsea yang dilatih oleh seorang pelatih sementara, berusia muda, dan tidak pula tercatat sebagai pelatih papan atas seperti Pep Guardiola, pelatih Barcelona, atau Maurinho pelatih Real Madrid, atau pelatih Bayern Munchen Juup Heynckes. Dalam tempo singkat Roberto Di Matteo mengoleksi dua trofi: Trofi Liga Champion dan trofi Piala FA yang direbut beberapa hari sebelumnya dengan mengalahkan Liverpool di partai final. Kini Roberto di Matteo didukung oleh pemain Chelsea, direksi klub, bahkan pelatih Bayern Munchen Juup Heynckes juga ikut-ikutan mendukung agar Roberto Di Matteo diangkat menjadi pelatih tetap Chelsea.

Jampi-jampi apa yang dipakai Roberto Di Matteo? Senin pagi kemaren kami mendiskusikan kepemimpinan Roberto Di Matteo di kelas mata kuliah Kepemimpinan, Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Riau. Kebetulan sejalan dengan topik Kepemimpinan Transformasional, Transaksional, Situasional dan Kepemimpinan Visioner yang sedang dibahas. Kami sepakat, Roberto Di Matteo berhasil membangun komunikasi dalam organisasi tim yang dipimpinnya. Dia mampu membangkitkan semangat, rasa kebersamaan, dan rasa saling percaya. Roberto Di Matteo juga berhasil menumbuhkan kesadaran dalam timnya terhadap cita-cita dan nilai moral yang tinggi.

Pada 29 Mei 2012 ini Roberto Di Matteo berulang tahun yang ke-41. Kendati masa depannya belum diputuskan oleh pemilik Chelsea, Abramovich, dia sudah mendapatkan kado manis trofi Liga Champion. Buon compleanno, Roberto.

kolom - Harian Vokal 22 Mei 2012
Tulisan ini sudah di baca 1891 kali
sejak tanggal 22-05-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat