drh. Chaidir, MM | Lady Gaga | LADY Gaga belum lagi tiba di Indonesia, tapi dia sudah bikin heboh. Hampir semua media cetak, televisi dan media online memuat fotonya dalam ukuran besar dengan berbagai variasi. Jelas itu iklan gratis. Dari semula tak tahu jadi ingin tahu, tak kenal jadi ingin kenal. Siapa sebenarnya Lady Gaga? Sia
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Lady Gaga

Oleh : drh.chaidir, MM

LADY Gaga belum lagi tiba di Indonesia, tapi dia sudah bikin heboh. Hampir semua media cetak, televisi dan media online memuat fotonya dalam ukuran besar dengan berbagai variasi. Jelas itu iklan gratis. Dari semula tak tahu jadi ingin tahu, tak kenal jadi ingin kenal. Siapa sebenarnya Lady Gaga? Siapa penyanyi perempuan yang memiliki daya magnit luar biasa ini? Jimat apa yang dipakai Lady Gaga?

Majalah Forbes menyebut, Lady Gaga termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia." Menurut Billboard, tur Lady Gaga pada 2011 menghasilkan fulus 227.400.000 dolar Amerika, dan menjadikannya salah satu "tur konser berpendapatan tertinggi sepanjang masa."

Bagi saya, Lady Gaga hanyalah seorang penyanyi dan selebritis. Namanya pernah terdengar selintas, sambil lalu, selebihnya tidak. Sebab, genre musik pop dance yang menjadi warna musik Lady Gaga tak masuk hitungan bagi selera musik saya. Maafkan, genre musik yang menjadi favorit saya adalah musik klasik. Adakah seperti komposisi musik klasik karya Beethoven, atau Giuseppe Verdi , Johan Sebastian Bach, atau seperti komposisi Mozart? Tidak. Itu musik komposisi dewa. Musik klasik yang saya maksud adalah musik klasik Melayu atau jenis musik Melayu semenanjung. Maka penyanyi favorit saya adalah P Ramli, Ahmad Jais, Said Effendi, atau yang sudah agak berbau kontemporer seperti Eddy Silitonga, atau Rama Aiphama. Biduanitanya, Saloma, Rafiah Buang, dan penyanyi Melayu modern best of the best Iyeth Bustami, yang bagi saya lebih hebat dari Lady Gaga.

Fans berat Lady Gaga yang disebut sebagai "little monsters" (hantu-hantu atau syetan-syetan kecil) boleh menyebut selera musik saya sebagai "kamse upay" (kampungan sekali...uuu..payah), biarlah tak masalah. Jangankan little monster itu, anak saya sendiri pun menyebut selera musik bapaknya jadul dan kamse upay. Nasib.

Oleh karena itu saya sependapat dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang mengatakan, ada atau tidaknya konser Lady Gaga di negeri ini tidak akan mempengaruhi warga Nahdlatul Ulama (NU). "Sebab, warga NU sudah dibentengi dengan akhlak mulia, iman, dan tauhid yang kuat," ujar Said Aqil Siradj (Padang Ekspres, Minggu, 20/05/2012, padangekspress.co.id). Masalah benteng akhlak dan iman adalah satu sisi. Sisi lainnya, selera musik Melayu mana bisa dipaksakan harus menyukai musik Lady Gaga.

Namun, penolakan yang dibesar-besarkan terhadap Lady Gaga, sebenarnya justru menjadi boomerang. Tidak tampil pun Lady Gaga di Jakarta, tidak ada halangan untuk tidak bisa melihat Lady Gaga sepuas-puasnya. Klik saja Google, dalam tempo satu detik kita sudah bisa memperoleh semua informasi tentang Lady Gaga, melihat foto-foto, menikmati video dan mendengar lagu-lagunya. Atau begini, Lady Gaga boleh datang, tapi dia harus berkebaya Melayu, atau berkebaya Jawa seperti sinden Opera Van Java itu. Atau diantara album lagu Born this way yang akan dibawakannya, selipkan lagu Laksamana Raja Di Laut. Amboi...

kolom - Koran Riau 21 Mei 2012
Tulisan ini sudah di baca 1891 kali
sejak tanggal 21-05-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat