drh. Chaidir, MM | Gerakan Partai Teh | BERITA menarik dari
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Gerakan Partai Teh

Oleh : drh.chaidir, MM

BERITA menarik dari "Negeri Obama", terdengar sayup-sayup sampai, beberapa kandidat Tea Party menggusur tokoh-tokoh senior Partai Republik dalam perburuan kursi Kongres yang sangat prestius. Bahkan Tea Party juga menyudutkan Partai Demokrat dan Presiden Obama. Berakhirkah riwayat sistem "dwi partai" di AS sebagaimana berakhirnya sistem kepartaian "partai berkuasa" di Indonesia pada 1999?

Tidak. Jangan keliru. Tea Party tidak akan menggusur Partai Demokrat atau Partai Republik yang sudah berabad-abad berkuasa di Amerika Serikat. Atau sekurang-kurangnya belum akan menggusur pada saat ini. Artinya, Tea Party tidak akan mengubah sistem kepartaian di "Negeri Obama" itu, mereka akan tetap menganut two party system (sistem dwi partai) sebagaimana disebut Maurice Duverger dalam bukunya Political Parties. Sebab Tea Party sebagai sebuah partai politik terlalu kecil pengaruhnya di AS. Tea Party alias Partai Teh yang dipimpin oleh JW Berry misalnya, bukan partai politik dalam lingkup nasional dan oleh karena itu tidak layak diperhitungkan. Namun sebagai sebuah gerakan, Tea Party Movement (gerakan Partai The) tidak bisa dipandang sebelah mata.

Gerakan tea party sesungguhnya adalah gerakan sekelompok masyarakat yang menunjukkan kepedulian terhadap pemerintahan AS yang lebih ramping, tanggung jawab fiskal, dan kebebasan individual. Gerakan ini menaruh perhatian besar terhadap beban pajak yang dari waktu ke waktu mencekik para pengusaha. Mereka mendukung pemotongan anggaran pemerintah dan pemotongan pajak. Oleh karena itu ada yang menyebut TEA dalam istilah Tea Party Movement ini sebagai kependekan dari Tax Enough Already (kira-kira maksudnya, pajak sudah cukup jangan tambah lagi). Nama TEA dipergunakan kali pertama oleh anggota Kongres dari Partai Republik Ron Paul pada 2008. Gerakan tea party ini berkembang subur dalam tubuh Partai Republik. Sayangnya gerakan itu sekarang telah melebar atau bahkan meleset menjadi Islamphobia. Politisi kelompok gerakan tea party di Partai Republik sangat nyata keberpihakannya terhadap Israel.

Nama gerakan ini terinspirasi oleh insiden di Griffin's Wharf, sebuah pelabuhan di Boston, kota koloni Inggris di Massachusetts, AS, 16 Desember 1773. Ribuan ton teh kering yang ada di tiga kapal yang datang dari Inggris dikuras habis dan dibuang ke dermaga, lalu dimusnahkan. Insiden itu merupakan puncak dari perlawanan warga Amerika keturunan Inggris terhadap Undang-Undang Teh (Tea Act), yang disahkan oleh parlemen Inggris sebelumnya (google.com).

Gerakan (movement) berbeda dengan partai politik. Gerakan merupakan kelompok yang ingin mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga politik atau pada kebijakan politik dengan menggunakan cara-cara politik. Indonesia sesungguhnya sudah khatam dengan model gerakan-gerakan ini. Gerakan yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat terutama pemuda dan mahasiswa sangat besar andilnya dalam sejarah bangsa Indonesia. Dewasa ini ketika lembaga perwakilan rakyat, seperti DPR dan DPRD mengalami kebuntuan, tak lagi fungsional sebagai lembaga perwakilan rakyat karena tersandera oleh berbagai kasus korupsi dan berbagai kepentingan sempit, maka perjuangan model gerakan harus tampil membela kepentingan rakyat. Kapan lagi?

kolom - Riau Pos 14 Mei 2012
Tulisan ini sudah di baca 1462 kali
sejak tanggal 14-05-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat