drh. Chaidir, MM | Hangky Pangky  | BERITA utama Harian Vokal, Senin (7/5) kemarin pagi, membuat  rumor  tak sedap itu semakin nyaring:
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Hangky Pangky

Oleh : drh.chaidir, MM

BERITA utama Harian Vokal, Senin (7/5) kemarin pagi, membuat rumor tak sedap itu semakin nyaring: "Transaksi Pejabat Pemprov Mencurigakan." "Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengakui adanya transaksi keuangan yang mencurigakan di kalangan pejabat Pemerintah Provinsi Riau."

Lebih lanjut Harian Vokal menulis, "Kecurigaan tersebut diungkapkan Ketua Indonesia Monitoring Development (IMD) Raja Adnan yang menyatakan bahwa PPATK mencurigai transaksi saham perikanan dan kelautan senilai Rp 7 triliun di Vietnam lewat rekening yang diduga milik Rusli Zainal yang juga Gubernur Riau. Kecurigaan itu bermula dari adanya transaksi berulang lewat rekening Gubernur Riau. Namun secara terpisah , juru bicara Gubernur Riau Chairul Riski sempat membantahnya. Menurut dia, saham senilai Rp 7 triliun bukan jumlah yang sedikit. Hal itu sesuatu yang tidak mungkin, kata Riski lewat pesan elektroniknya."

Berita yang sama dimuat sebelumnya, pada hari Rabu, 2 Mei 2012 pukul 22:50 WIB  oleh mediaindonesia.com dan beberapa media online. Tidak perlu susah-susah mencarinya, ketik saja "saham Rp 7 triliun" melalui mesin pencari google.com maka dalam tempo satu detik kita sudah langsung bisa membaca beberapa hasil. Berita itu tentu saja membuat galau, jangankan Gubernur RZ, kita saja yang hanya "bersaudara jauh" ikut-ikutan galau. Kita berharap semoga saja berita itu hanya isapan jempol belaka, sebab kalaulah benar adanya, maka dengan kekayaan sebanyak itu, keturunan generasi kedelapan pun belum akan jatuh miskin seperti iklan salah satu produk sim-card telepon seluler itu: tujuh turunan kaya, generasi ke delapan, miskin.

Akhir-akhir ini Riau memang sedang gundah gulana. Proyek pembangunan venues cabang menembak PON ke-XVIII yang terkesan dipaksakan karena mengejar jam tayang telah makan korban. Dua orang anggota DPRD Riau ditahan, dan beberapa lainnya sudah bolak-balik diperiksa KPK. Pembangunan stadion utama yang menelan biaya lebih dari satu triliun rupiah, juga mulai digoyang dengan dugaan penggelembungan. Pembangunan jembatan Siak III disinyalir pula bermasalah. Pembangunan fly-over Jalan Sudirman, Pekanbaru, memang terkesan gagah. Tapi agaknya pekerjaan sejenis inilah yang dicibir empat puluh tahun yang lampau oleh pakar manajemen dunia, Peter Druker, "Tidak ada yang lebih sia-sia selain melakukan pekerjaan dengan efisien padahal pekerjaan itu sebetulnya tidak perlu dilakukan sama sekali." Kenapa Tuan Drucker bisa meramalkan kejadian itu, dukunkah Tuan?

Dan asal Tuan Drucker tahu saja, masih banyak terjadi praktik-praktik licik dan licin, kecurangan, sulap-menyulap angka-angka, sikut-menyikut, jurus tipu lawan tipu kawan, praktik illegal logging, mafia pembukaan lahan perkebunan, penyalahgunaan APBD, dan sebagainya, yang dikenal di negeri Tuan dengan istilah hanky panky.

Aroma tidak sedap praktik hangky pangky memang merebak hampir di setiap sudut dan menyengat hidung. Ketidak jujuran, rekayasa, praktik mafia, agenda-agenda tersembunyi, penyalahgunaan jabatan, terjadi dimana-mana.

Namun betapapun tidak benarnya berita itu, institusi terkait perlu melakukan "telik sandi" untuk menegakkan sebuah kebenaran. Sebab bila rumor dibiarkan berkembang liar, akan timbul fitnah. Kita khawatir pepatah, kalau tak ada api, tak akan ada asap.

kolom - Harian Vokal 8 Mei 2012
Tulisan ini sudah di baca 1330 kali
sejak tanggal 08-05-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat