drh. Chaidir, MM | Kerling Mata | BERITA menarik akhir pekan lalu, Jusuf Kalla dan Partai Demokrat saling kerling. Benarkah? Benar atau tidak, biarlah. Kenapa mesti galau? Berita kerlingan mata itu baik-baik saja bagi nusantara, bahkan berpotensi bisa memiliki daya bius, sebagai sitawar sidingin. Semakin banyak yang saling kerling m
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kerling Mata

Oleh : drh.chaidir, MM

BERITA menarik akhir pekan lalu, Jusuf Kalla dan Partai Demokrat saling kerling. Benarkah? Benar atau tidak, biarlah. Kenapa mesti galau? Berita kerlingan mata itu baik-baik saja bagi nusantara, bahkan berpotensi bisa memiliki daya bius, sebagai sitawar sidingin. Semakin banyak yang saling kerling mengerling semakin bagus, tandanya kita ada hati.

Tak ada yang baru di bawah matahari, juga politik. Dalam wilayah politik yang sering dituduh abu-abu, selalu saja berlaku adagium kuno, sebagaimana ungkapan Latin, hostis aut amicus non est in aeternum, commoda sua sunt in aeternum. Kawan dan lawan tidak ada yang abadi, yang abadi hanyalah kepentingan. Makhluk yang bernama kepentingan, bisa berupa kepentingan pribadi, kepentingan golongan, kepentingan kelompok, kepentingan jangka panjang, atau bahkan kepentingan sesaat sekali pun. Adagium Latin itu sudah usang, tapi dijamin tak pernah basi. Begitulah politik, selama dunia terkembang kawan bisa jadi lawan dan lawan bisa jadi kawan. Ajaran politik yang menyebut bahwa musuh politik harus dihabisi sehabis-habisnya, bahkan sampai ke liang kubur sekalipun, jelas merupakan ajaran sesat dari sebuah mahzab politik, tak perlu diikuti. Kompromi politik justru seringkali mampu meredam ketegangan-ketegangan yang tak perlu. Sebab ketegangan sekecil apapun harus dihindari karena bisa menjadi benih fragmentasi yang pada akhirnya akan merugikan rakyat atau konstituen.

Apatah lagi antara JK dengan Partai Demokrat. Kedua pihak pernah merasakan suka duka mengurusi Negara yang besar ini. JK yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden SBY untuk periode 2004-2009. Siapapun tahu, SBY adalah pendiri dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Kendati pada Pilpres 2009 duet tersebut pecah kongsi, JK mestilah bukan lawan, tapi tetap bersahabat dengan SBY. Karena keduanya negarawan. Oleh karena itu "reuni" politik bila-bila masa bisa saja terjadi sepanjang itu bermanfaat bagi kebaikan bangsa dan negara. Sebab politik dalam perspektif tata Negara, pada dasarnya adalah strategi mencapai tujuan Negara yang telah ditetapkan oleh konstitusi.

Negarawan-negarawan yang patut dan yang merasa patut untuk tampil sebagai calon presiden dalam Pilpres 2014 yang akan datang, boleh-boleh saja mulai pasang kuda-kuda atau menebar jaring. Tetapi satu hal harus dipahami, seyogianya tetaplah dalam skema pencerdasan bangsa. Menurut Peter Merkl, politik dalam bentuk yang paling baik, betapa samar pun, harus senantiasa menjadi latar belakang ikhtiar mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan. Wajah buruk politik yang ditandai dengan perebutan kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri, betapapun itu tabiat manusia, harus dihindari.

Amin Rais menyebut, low politics (politik rendahan) yang menggunakan cara pendekatan Macchiavelis, yang ditandai dengan mengedepankan kekerasan dan penaklukan total atas musuh politik, bila perlu penguasa harus dapat menjadi binatang buas demi tercapainya tujuan politik dengan menghalalkan segala macam cara, harus diubah dengan politik terhormat (high politics). Setiap jabatan politik hakikatnya merupakan amanah dari rakyat, yang harus dipelihara sebaik-baiknya. Setiap jabatan politik mengandung pertanggungjawaban. Dan semua kegiatan politik dikaitkan secara ketat dengan perinsip ukhuwah, yakni persamaan dan persaudaraan diantara umat manusia.

Menghadapi pemilukada, pemilu legislatif dan pilpres, intensitas kerlingan mata nampaknya akan semakin tinggi. Pandanglah sebagai sebuah kompetisi semata, bukan permusuhan.

kolom - Riau Pos 7 Mei 2012
Tulisan ini sudah di baca 1429 kali
sejak tanggal 07-05-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat