drh. Chaidir, MM | Sri Mulyani Gantikan RZ | DIAM-DIAM mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati (SMI), yang sekarang berkantor di ibu kota Amerika Serikat, Washington DC sebagai Direktur Bank Dunia, semakin menguat sebagai pengganti RZ. Tak ada baliho yang bertebaran di seluruh penjuru angin sebagaimana biasanya, namun info ter
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Sri Mulyani Gantikan RZ

Oleh : drh.chaidir, MM

DIAM-DIAM mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati (SMI), yang sekarang berkantor di ibu kota Amerika Serikat, Washington DC sebagai Direktur Bank Dunia, semakin menguat sebagai pengganti RZ. Tak ada baliho yang bertebaran di seluruh penjuru angin sebagaimana biasanya, namun info terkini yang dikutip dari finance.detik.com 25 Februari 2012 dua hari lalu, SMI sudah menguasai 81% suara polling.

Bila tak ada aral melintang, maka pada Juni 2012 nanti, SMI akan menjadi perempuan Indonesia pertama di dunia yang akan menjabat sebagai Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick (RZ) yang habis masa jabatannya. Untuk sementara hasil polling, SMI unggul dengan 6.185 pemilih, jauh meninggalkan urutan kedua Kemal Dervis, yang memperoleh 13% suara polling dengan 1.078 pemilih. Bila kejadian SMI menggantikan RZ, maka untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 27 Desember 1945, Bank Dunia akan dipimpin oleh orang yang bukan berasal dari Amerika Serikat. Biasanya Bank Dunia yang beranggota 186 negara itu selalu dipimpin oleh orang Amerika Serikat.

Dalam siaran persnya, Dewan Eksekutif Bank Dunia menyepakati lima kriteria untuk calon Presiden barunya, yaitu: 1) Terbukti memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pemimpin; 2) Berpengalaman memimpin organisasi besar yang aktif di tingkat internasional dan terbiasa bekerja dengan sektor publik; 3) Mampu menjabarkan misi pembangunan Bank Dunia secara jelas; 4) Memiliki komitmen dan apresiasi kuat terhadap kerjasama multilateral; dan 5) Dapat berkomunikasi secara efektif dan diplomatis, dan menjalani kewajiban seorang Presiden secara imparsial (jujur, adil, dan tidak berpihak) serta obyektif.

Dan SMI kelihatannya pas dengan kriteria tersebut untuk membawa Bank Dunia lebih optimal lagi membantu Negara-negara anggotanya melawan kemiskinan melalui program seperti pendidikan, pertanian dan industri. Bank Dunia juga sering menjadi tumpuan harapan negara berkembang sebagai sumber pinjaman dana pembangunan. Syaratnya, korupsi harus diberantas dan demokrasi yang sehat dan stabil harus ditegakkan. Persyaratan inilah yang membuat Bank Dunia sering bergesekan dengan elit politik dan kekuasaan di negara penerima bantuan. Alasan pun dicari-cari seperti misalnya, Bank Dunia dianggap memperlemah kedaulatan negara penerima pinjaman. Bank Dunia yang bermahzab bahwa pasar bebas memperkokoh struktur ekonomi negara anggota, dituding menyuburkan neoliberalisme.

Tudingan itulah yang dialamatkan kepada SMI, dia dituduh neolib. Dia terpaksa berseteru dengan konglomerat Aburizal Bakrie, karena SMI bersikap tegas dalam kasus lumpur Lapindo dan mafia perpajakan. SMI tidak kenal kompromi dalam penyelamatan uang negara yang menjadi tanggungjawabnya. Akhirnya, dia memilih mundur dari belantara yang kelihatannya bukan habitatnya. Oleh karena itu tak berlebihan bila Dahlan Iskan menulis dalam blognya, "Hati kecil saya untuk Sri Mulyani." Sejarah akan membuktikan, emas tetap emas takkan jadi loyang. SMI, syabas!!

kolom - Riau Pos 27 Februari 2012
Tulisan ini sudah di baca 2295 kali
sejak tanggal 27-02-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat