drh. Chaidir, MM | Pemimpin vs Penguasa | BILA buku tentang teori kepemimpinan ditumpuk, barangkali sama tingginya dengan gedung Pustaka Soeman Hs, Pekanbaru, pustaka daerah termegah di Indonesia. Hampir semua buku kepemimpinan diberi predikat best seller. Dr Tennas Effendi, budayawan Melayu yang menjadi dosen tamu di UKM Malaysia, tak keti
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pemimpin vs Penguasa

Oleh : drh.chaidir, MM

BILA buku tentang teori kepemimpinan ditumpuk, barangkali sama tingginya dengan gedung Pustaka Soeman Hs, Pekanbaru, pustaka daerah termegah di Indonesia. Hampir semua buku kepemimpinan diberi predikat best seller. Dr Tennas Effendi, budayawan Melayu yang menjadi dosen tamu di UKM Malaysia, tak ketinggalan, secara khusus menulis tentang Pemimpin Dalam Ungkapan Melayu.

Tenas Effendi menulis dalam buku tersebut, "Bila pemimpin tak tahu diri, umat binasa rusaklah negeri. Ungkapan itu mengandung maksud, apabila seseorang pemimpin tak tahu diri, tidak tahu hak dan kewajibannya, tidak tahu tanggung jawab dan beban yang dipikulnya, tidak memiliki kemampuan untuk memimpin, atau berbuat sewenang-wenang, maka binasalah rakyat dan rusaklah negerinya. Ungkapan itu juga mencerminkan betapa besarnya pengaruh dan peranan pemimpin dalam menentukan nasib bangsa dan negerinya. Oleh sebab itu orang Melayu amatlah berhati-hati dan cermat dalam memilih dan menilai seseorang untuk dijadikan pemimpin."

Siapa pemimpin? Setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin dan mempunyai kesempatan menjadi pemimpin sekurang-kurangnya bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Dengan demikian, untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang tidak memerlukan jabatan. Jabatan tertentu, seperti misalnya, Kepala Desa, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, atau bahkan Presiden sekalipun, atau Presiden Direktur sebuah perusahaan, tidak otomatis menjadikan seseorang itu menjadi pemimpin. Dengan kata lain, banyak orang memiliki jabatan, tetapi mereka belum tentu seorang pemimpin. Mereka mungkin penguasa, bukan pemimpin. Namun demikian harus juga dicatat, tidak semua penguasa bukan pemimpin. Banyak juga penguasa sekaligus juga sebagai pemimpin.

Pemimpin dan penguasa dibedakan dari kepemimpinannya. Kepemimpinan (leadership) adalah cara atau seni seorang pemimpin dalam menggerakkan organisasi atau unit kerja yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi. Atau, cara seorang pemimpin menggerakkan pedang kekuasaan yang berada di tangannya. Pengaruh yang dimiliki oleh seorang pemimpin membuat sang pemimpin disegani oleh anggota atau bawahannya, bukan ditakuti. Sebaliknya, seorang penguasa membuat bawahannya bekerja karena takut. Penguasa menimbulkan perasaan takut pada anggota atau bawahannya dengan ancaman-ancaman dan paksaan. Seorang pemimpin memberikan inspirasi, semangat, motivasi kepada bawahan atau anggotanya, sedangkan seorang penguasa menekan bawahan atau anggotanya untuk bekerja bila perlu mengorbankan bawahan atau anggotanya. Seorang pemimpin akan menerima tanggung jawab sedangkan seorang penguasa selalu mencari kambing hitam atau pihak yang akan disalahkan.

Seorang pemimpin sejati seringkali tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Seorang pemimpin sejati tidak pernah mengharapkan anugerah atau penghargaan.

Sebenarnya bila seorang berikhtiar untuk menjadi seorang pemimpin sejati dia harus memulai secara sadar mengembangkan kemampuannya sehingga pada saatnya mampu membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Dan di atas segalanya kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kertendahan hati (humble). Kerendahan hati mampu membuat pedang yang telah terhunus kembali tersarung.

kolom - Harian Vokal 10 Januari 2012
Tulisan ini sudah di baca 3343 kali
sejak tanggal 10-01-2012

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat