drh. Chaidir, MM | Fiesta Bokor Riviera | LUPAKAN sejenak kisah tentang Nazar atau kisah tentang Nunun yang bikin pening tujuh keliling Atau cerita tentang MK dan Andi Nurpati, atau cerita tentang ormas dan parpol bernama sama yang membingungkan. Atau kisah sedih TKI yang tak ada habis-habisnya. Atau bahkan dominasi hukum politik terhadap p
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Fiesta Bokor Riviera

Oleh : drh.chaidir, MM

LUPAKAN sejenak kisah tentang Nazar atau kisah tentang Nunun yang bikin pening tujuh keliling Atau cerita tentang MK dan Andi Nurpati, atau cerita tentang ormas dan parpol bernama sama yang membingungkan. Atau kisah sedih TKI yang tak ada habis-habisnya. Atau bahkan dominasi hukum politik terhadap politik hukum dalam putusan pemungutan suara ulang pemilihan walikota Pekanbaru.

Tutup sementara lembaran itu dan singkaplah sekejap berita tentang Fiesta Bokor Riviera yang akan diselenggarakan nun di sana di sebuah pulau. Dimana gerangan? Bokor Riviera bukan di Kepulauan Caribia, bukan pula di Kepulauan Hawaii, bahkan juga bukan di Kepulauan Seribu, atau di Kepulauan Natuna. Bokor Riviera nun jauh di sana bagi gadis-gadis Venezuela yang suka berlambada, tapi dekat di mata bagi kita yang berdiam di pesisir timur bagian tengah Pulau Sumatera. Tepatnya, Bokor Riviera terletak di Desa Bokor Kecamatan Ransang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Jadi, Bokor Riviera asli Indonesia, bukan koloni Yunani atau Portugal, dan tak ada hubungan sanak famili dengan Italia, Venezuela, Argentina atau Kosta Rika.

Tapi kenapa namanya menggunakan istilah Riviera? Bukankah nama itu berbau Latin? Riviera, berdasarkan Wikipedia adalah merujuk kepada istilah Italia sejak abad pertengahan untuk menunjuk suatu daerah pantai di Liguria, daerah di barat-laut Italia. Saat ini, riviera secara umum digunakan untuk menunjukkan daerah-daerah tepi pantai dan sungai (river) serta daerah pesisir laut. Dan posisi geografis itulah kelihatannya yang menjadi keunggulan komparatif Desa Bokor, sebuah desa yang bersih dan asri, di tepi Sungai Hulu Bokor, yang romantik dengan dekorasi alam hutan manggrove yang rimbun di kiri kanan sungai.

Sesuai perkembangan zaman, semakin banyak tempat lain yang disebut Riviera, seperti Sochian Riviera (Pantai Laut Hitam Rusia), Albanian Riviera, French Riviera, Mexican Riviera, Australian Riviera (Gold Coast) dan lain-lain. Jadi apa salahnya Bokor menggunakan terminologi yang memiliki sihir seperti Riviera? Sentuhan yang diberikan dengan mengemas Bokor dalam sebuah Fiesta, semakin mempermudah sosialisasi festival rakyat tepi sungai dan tepi pantai ini ke seluruh penjuru dunia. Hari ini saja misalnya, ketiklah "fiesta bokor riviera" di google, maka dalam tempo kurang dari satu detik kita sudah mendapatkan banyak informasi tentang Fiesta Bokor Riviera. Fiesta Bokor Riviera adalah Festival Musik, Tari dan Kebudayaan daerah khususnya daerah-daerah sungai, muara sungai dan tepi pantai. Sebuah pesta rakyat yang dipadukan berkesesuaian dengan pasang besar di daerah tersebut sekaligus musim buah-buahan. Dengan fiesta ini Bokor akan ternama, penghasilan petani akan bertambah dengan meningkatnya harga buah-buahan; transportasi, penginapan, dan sektor jasa lainnya akan ikut berkembang. Tukang dayung akan meningkat pula penghasilannya.

Festival Bokor Riviera adalah sebuah cara yang cerdas memberdayakan masyarakat terutama petani dan nelayan tanpa mobilisasi berlebihan yang menyedot banyak dana APBD. Di banyak belahan bumi, banyak potensi alam atau budaya yang biasa-biasa saja, menjadi sangat menarik karena dikemas secara atraktif. Di negeri kita sebaliknya, memiliki banyak content (isi) yang sangat bagus tetapi kita tak pandai mengemas. Jempol untuk Kepulauan Meranti.

kolom - Riau Pos 11 Juli 2011
Tulisan ini sudah di baca 1623 kali
sejak tanggal 11-07-2011

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat