drh. Chaidir, MM | Chaiyya...Chaiyya... | BULAN jatuh dalam ribaan Briptu Norman Kamaru. Begitulah ibaratnya. Lajang 26 tahun anggota Brimob Gorontalo ini mendadak sontak melangit semenjak aksinya secara lipsync berjoged ria membawakan lagu Chaiyya Chaiyya disiarkan oleh Youtube. Lagu film Shahrukh Khan itu pada tahun 2003 masuk 10 besar la
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Chaiyya...Chaiyya...

Oleh : drh.chaidir, MM

BULAN jatuh dalam ribaan Briptu Norman Kamaru. Begitulah ibaratnya. Lajang 26 tahun anggota Brimob Gorontalo ini mendadak sontak melangit semenjak aksinya secara lipsync berjoged ria membawakan lagu Chaiyya Chaiyya disiarkan oleh Youtube. Lagu film Shahrukh Khan itu pada tahun 2003 masuk 10 besar lagu terpopuler dari 7000 lagu di seantero dunia, versi BBC (sumber: translate.google.co.id).

Hanya dalam tempo 6 menit 30 detik, sejarah hidup seorang anak manusia berubah cemerlang. Ini masalah retak tangan. Aksi gokil dan lucu Briptu Norman Kamaru itu, spontan, tak direncanakan. Norman hanya bermaksud menghibur temannya yang sedang gundah. Kebetulan dia hobi menyanyikan lagu-lagu India dan pintar menirukan gaya superstar bollywood, Shahrukh Khan. Itu saja pada awalnya.

Tapi dampaknya sangat luar biasa mengejutkan. Rekaman "Video Polisi Gorontalo Menggila" itu serta merta ditonton oleh ratusan ribu orang. Info terakhir melalui berbagai pemberitaan, video itu telah ditonton lebih dari sejuta manusia. Institusi kepolisian, tempat Norman Kamaru mengabdi, dibuat sibuk. Atasan Norman di jajaran Polda Gorontalo, yang semula akan memberikan sanksi kepada Norman karena dianggap indisipliner, menyanyi dan membuat video dengan memakai seragam polisi ketika sedang bertugas, akhirnya hanya garuk kepala untuk memberikan sanksi sangat ringan berupa teguran dan hukuman menyanyi di depan kesatuannya.

Betapa tidak. Tak terhitung jumlah orang yang membela dan memberikan dukungan kepada Norman melalui akun facebook dan twitter, juga melalui sms, telepon dan sebagainya. Gaya anggota Brimob Gorontalo itu dianggap jenaka, sedikit rada gila, tapi disenangi. Masyarakat merasa terhibur. Dan yang tak kalah pentingnya, di tengah situasi ketika wajah kepolisian babak belur menghadapi berbagai macam isu seperti mafia penegakan hukum, rekening jumbo, Gayus gate, makelar kasus, narkoba, perkelahian, aksi kekerasan di luar prosedur, penyalahgunaan wewenang, tilang menilang, kehadiran Briptu Norman Kamaru seakan menjadi sitawar sidingin. Norman seakan menjadi lampu aladin, dalam sekejap mengubah wajah kepolisian menjadi simpatik dan terasa dekat di hati. Di berbagai tempat keramaian, di perempatan jalan, masyarakat kini memandang petugas kepolisian dengan senyum simpati, seragam itu sama dengan seragam yang dipakai Norman, mereka tentulah teman-teman Norman juga. Norman telah membawa pesan kemanusiaan, polisi juga manusia punya hati punya rasa.

Sebenarnya, Riau telah lebih dulu memiliki seorang polisi penyanyi, yang dari segi kualitas olah vokal, saya yakin, tak kalah dari Norman. Dia adalah Aipda Manuasi Nainggolan (42) anggota Satlantas Bengkalis yang bertugas di Duri, Mandau. Manuasi bahkan telah menelorkan lima album lagu-lagu populer, Melayu, Minang, dan Batak. Menyaksikan Manuasi berseragam polisi lalu-lintas membawakan lagu Bhinneka Tunggal Ika, Polisi Lalu Lintas dan Polisi Mitra Masyarakat, yang digubahnya sendiri, tumbuh perasaan bangga, perasaan memiliki, perasaan teduh, polisi itu gagah dan baik hati. Bahkan juga perasaan patriotisme. Sayang, Aipda Manuasi tak mendapatkan rembulan seperti Norman, dia bahkan berencana mundur dari kesatuannya terhitung 31 Mei 2011 ini. Sayang sekali. Padahal tak berlebihan, kepolisian saat ini memerlukan anggota-anggota seperti Norman Kamaru dan Manuasi Nainggolan yang mampu menentramkan dan meneduhkan hati, seperti lagu Chaiyya Chaiyya, berjalan dalam naungan. Acha..acha....

kolom - Riau Pos 11 April 2011
Tulisan ini sudah di baca 1168 kali
sejak tanggal 11-04-2011

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat