drh. Chaidir, MM | Di Atas Langit Ada Langit | Raja yang satu ini memiliki kekuasaan absolut. Tidak ada seorang pun yang boleh dan bisa membantah. Demikian absolut kekuasaannya, sampai sang raja menyebut dirinya tidak hanya Raja tetapi juga Tuhan bagi bangsa Mesir. Siapa Raja yang super pede itu, siapa lagi kalau bukan Firaun? Raja yang bengis i
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Di Atas Langit Ada Langit

Oleh : drh.chaidir, MM

Raja yang satu ini memiliki kekuasaan absolut. Tidak ada seorang pun yang boleh dan bisa membantah. Demikian absolut kekuasaannya, sampai sang raja menyebut dirinya tidak hanya Raja tetapi juga Tuhan bagi bangsa Mesir. Siapa Raja yang super pede itu, siapa lagi kalau bukan Firaun? Raja yang bengis ini memerintah Mesir sekitar 1300 tahun Sebelum Masehi. Demikian bertangan besinya sang raja, sampai ia tega memerintahkan kaki tangannya membunuh semua bayi laki-laki yang lahir di seantero negerinya, sebab ada ramalan akan lahir seorang bayi laki-laki dari Bani Israel yang kelak akan meruntuhkan kekuasaannya.

Singkat cerita, ada seorang bayi laki-laki yang lolos dari pembantaian maut itu melalui sebuah takdir. Bayi laki-laki itu bernama Musa, yang kemudian setelah beranjak dewasa mendapat wahyu menjadi seorang Nabi. Mengetahui Musa hari demi hari menunjukkan sikap pro rakyat tertindas, Firaun marah bukan alang kepalang. Musa dan pengikutnya dikejar-kejar sampai ke Laut Merah. Di sinilah Musa diselamatkan oleh sebuah mukjizat, sementara Firaun dengan seluruh balatentara yang mengejar Musa, tewas ditelan Laut Merah. Firaun sombong, dia boleh menjadi raja yang kekuasaannya absolut dan mengaku sebagai Tuhan bangsa Mesir, tetapi dia lupa di atas masih ada kekuasaan Yang Maha Kuasa.

Ingat diktator German, Adolf Hitler (1889-1945)? Dengan tangan besi Hitler menyeret negaranya ke Perang Dunia II. Tapi kemudian pada 1945, setelah Berlin diduduki tentara Soviet, Hilter bunuh diri dalam bunker-nya. Dan German bertekuk lutut. Hitler sombong dengan kekuatan yang berada dalam genggamannya, dia luput memperhitungkan kekuatan pihak lain.

Shah Iran, Muhammad Reza Shah Pahlevi yang memerintah Iran dengan kekuasaan tak terbatas dan seakan tak tergoyahkan, digulingkan oleh Ayatollah Ruhollah Khomaini pada 1979. Pada 1986, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos yang disebut otoriter dan represif ditumbangkan oleh Corazon Aquino, seorang ibu rumah tangga yang semula dipandang sebelah mata.

Raja Iskandar Zulkarnain yang agung tak pernah kalah. Pedangnya seperti punya mata dapat menundukkan balatentara negeri mana saja. Pasukannya besar dan gagah berani. Iskandar Zulkarnain adalah ahli taktik ulung. Sudah seperdelapan bola bumi dikuasainya. Namun ketika ia berperang di Anak Benua India, pada suatu malam ketika sedang menyeberangi Sungai Indus, ia digigit nyamuk yang membawa benih malaria. Raja jatuh sakit dan akhirnya mangkat. Sang Raja yang gagah perkasa dikalahkan oleh seekor nyamuk.

Kekuasaan, seberapa besar pun, tidak ada yang langgeng. Jangankan kekuasaan seorang bupati, atau walikota, gubernur, menteri, presiden, bahkan kekuasaan seorang raja diraja pun bisa sirna. Di atas langit ada langit. Jangan berlebihan dengan kekuasaan yang sedang berada di tangan, sesuatu yang berlebihan biasanya tak baik. Seseorang tak boleh lupa diri ketika diberi amanah menjadi seorang pemimpin atau penguasa.

Agaknya itulah iktibar yang bisa dipetik dari musibah yang menimpa Antasari Azhar, Ketua KPK kita. Tak ada alasan kita untuk tertawa, andai namanya diubah, maka cerita itu berkisah tentang diri Tuan.

kolom - Riau Pos 11 Mei 2009
Tulisan ini sudah di baca 1832 kali
sejak tanggal 11-05-2009

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat