Opini Chaidir
Ketiga "makhluk" itu, KUA, PPAS dan RAPBD adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah. Ketiganya berkait-kelindan, bisa dibedakan, tapi tak bisa . . . Selengkapnya>>
Ini sebuah momentum. Gubernur RZ dalam berbagai kesempatan bicara dengan pers hampir selalu mengedepankan adanya komitmen untuk membangun pedesaan. . . . Selengkapnya>>
Sebuah pergelaran yang lebih mengedepankan ketegangan dari kebenaran, kini sedang berlangsung di Ambalat, Kalimantan Timur. Dua armada Angkatan Laut . . . Selengkapnya>>
Partai Golkar berada di simpang jalan. Quo vadis? Akankah menjadi bagian dari the rulling party atau bagian dari partai oposisi? Dilematis, bak makan . . . Selengkapnya>>
(Sebuah Kontemplasi Bersempena Anugerah Sagang) - 13 November 2009 SAYUP-SAYUP saja rasa cinta tanah air menyahut di sanubari, sudah cukup untuk . . . Selengkapnya>>
Pembahasan Rancangan Perda tentang RTRW Riau di DPRD Riau pernah dilakukan. Seingat saya Raperda tersebut sudah mulai dibahas oleh DPRD Riau semenjak . . . Selengkapnya>>
JENDERAL Amerika Serikat berbintang lima, Douglas McArthur punya kata-kata bijak, "The old soldier never die, they just fade away." Serdadu tua tak . . . Selengkapnya>>
GUNDAH gulana. Itulah agaknya ekspresi umumnya pembaca Riau Pos (9/6) kemaren pagi. Bentrok masyarakat setempat dengan pihak perusahaan kembali . . . Selengkapnya>>
MENGUTIP frasa artis Syahrini, "sesuatu banget", rasa-rasanya memang ada yang sesuatu banget dalam kehidupan kita berbangsa dan bermasyarakat dewasa . . . Selengkapnya>>
1. Kami mengajak seluruh warga Pekanbaru yang memiliki hak pilih agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 21 Desember 2011 besok pagi. Menggunakan . . . Selengkapnya>>
PUJANGGA Hasan Junus telah berlayar meninggalkan dermaga, sendirian di samudera sepi tak bertepi, dan tak akan pernah kembali. Pepatah Latin, . . . Selengkapnya>>
FROM hero to zero, kira-kira begitulah realita yang dihadapi oleh maskapai penerbangan kita Riau Air Lines . Terjemahan bebasnya kira-kira, dulu . . . Selengkapnya>>
PADA 9 Juli 2012 ini, Riau sebagai sebuah provinsi berusia 55 tahun. Peringatan hari jadi sebuah negeri tak berkonotasi semakin pendeknya usia. . . . Selengkapnya>>
QUE sera sera, kata orang Spanyol. Whatever will be, will be, kata orang Inggeris. Apa yang terjadi, terjadilah, kata Yung Dolah dari Bengkalis. Beda . . . Selengkapnya>>
OPINI Riau Pos KURANG beruntung. Itulah gambaran yang tepat untuk Tim Sepakbola PON Riau 2012. Terlibat dalam pertandingan derby, perang saudara . . . Selengkapnya>>
"KAU, Gareng, lawan si Belanda itu. Tunjukkan bahwa bangsa Indonesia itu bangsa besar." Begitulah cara Bung Karno, Presiden pertama RI mengobarkan . . . Selengkapnya>>
CERITA berkembang liar. Bila Pilgubri 2013 dipersengketakan di MK, maka urusannya bisa jadi panjang. Skenarionya macam-macam, inti cerita tersebut, . . . Selengkapnya>>
GUBERNUR Riau Annas Maamun yang dikenal sebagai pemimpin humoris, mendadak serius bila bicara tentang RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Provinsi . . . Selengkapnya>>
BRAZIL dan Riau dipisahkan ribuan kilometer oleh benua dan samudra, dan tentu saja sepakbola. Kedua negeri sama sekali beda, baik budaya, bahasa, . . . Selengkapnya>>
WAGUB Andi Rahman diserahi oleh Pemerintah tanggung jawab sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau. SK Plt Gubernur diantar dan diserahkan . . . Selengkapnya>>
NAKHODA baru DPRD Provinsi Riau resmi dilantik. Harusnya terdiri dari empat orang, yakni satu ketua dan tiga wakil ketua. Namun sampai acara . . . Selengkapnya>>


Jendela Johari





chaidir

BELANTARA ilmu seakan tak bertepi. Ada saja kejelian ilmuwan menggambarkan perilaku manusia. Bermula dari kerisauan intelektualnya, Joseph Luft dan Harrington Ingham membuat model analisa kepribadian seseorang, yang mereka namakan "Johari Window".

Tak usahlah diperdebatkan kenapa pula namanya "Johari Window" atau "Jendela Johari". Seratus persen saya percaya, haqqul yakin, yang dimaksud oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham, tentulah bukan jendela rumah Johari teman saya di Pulau Bintan, atau jendela rumah Johari bin Mingan teman sekelas yang berasal dari Malaysia. Tapi mengapa konsep yang mereka kembangkan disebut Johari Window? Bukankah "window" (Inggeris) berarti jendela?

Joseph Luft dan Harrington Ingham membuat sebuah model analisa kepribadian yang berguna untuk mengamati cara memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi. Prinsipnya, pendekatan analisis ini digunakan untuk memahami perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.

Sesungguhnya, model "Johari Window" bukan konsep baru. Model ini sudah disusun oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham pada 1955. Bertahun-tahun kemudian, ketika dunia dilanda kehidupan serba digital, Kevan Davis, seorang programmer dari Inggeris, terinspirasi untuk mengadaptasi konsep "Johari Window" menjadi sebuah game interaktif sehingga lebih mudah diaplikasikan.

"Johari Window" memiliki empat jendela. Beberapa penulis menyebut empat kuadran. Ada pula yang menyebut empat area atau bidang. Jendela pertama adalah area terbuka (open area). Dalam area terbuka ini aktivitas kita dan informasi tentang diri kita terbuka dan diketahui oleh orang lain, dan kita sepenuhnya menyadari kondisi tersebut. Sifat, perasaan, motivasi, tak ada yang disembunyikan. Seseorang dalam area ini selalu berpikiran terbuka, menyadari kelebihan dan kekurangan diri sendiri, tak ada yang disembunyikan. Orang yang memiliki area ini, tak ada hambatan dalam membangun komunikasi. Idealnya, jendela pertama ini diperlebar areanya.

Jendela kedua, adalah area buta (blind area). Aktivitas dan informasi tentang diri kita diketahui dengan sadar oleh orang lain, tetapi kita sendiri tidak menyadari hal tersebut. Kita sendiri bahkan tidak menyadari tentang perasaan-perasaan, sifat dan motivasi kita, tapi orang lain melihatnya. Orang ini disebut buta karena tak dapat melihat dirinya sendiri secara jujur. Jendela ketiga adalah area tersembunyi (hidden area). Kegiatan kita dan informasi tentang diri kita tertutup bagi orang lain. Kita menyadari ketertutupan tersebut, orang lain tak perlu tahu. Hidden area menjadi hambatan dalam komunikasi. Bisa menimbulkan miskomunikasi, bahkan lebih jauh bisa mengurangi tingkat kepercayaan dari orang lain.

Jendela keempat adalah area dimana kita tidak mengenal dan tidak menyadari tingkah laku kita sendiri, demikian juga orang lain tidak mengenalnya. Bidang ini disebut Unknown area, area tak dikenal. Orang ini, "dia tidak tahu kalau dia tidak tahu". Tragis bila penyakit itu hinggap pada politisi-politisi kita, para pemimpin atau bakal calon pemimpin di negeri kita ini. Mudah-mudahanlah mereka ini hanya ada di negeri antah berantah sana.

kolom - Riau Pos 7 Februari 2011
Tulisan ini sudah di baca 1809 kali
sejak tanggal 07-02-2011











Makalah Chaidir