drh. Chaidir, MM | Beda RZ dan Pacman | SIAPA di Riau tak kenal RZ? Siapa pula tak kenal Pacman? Pacman, lengkapnya Manny
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Beda RZ dan Pacman

Oleh : drh.chaidir, MM

SIAPA di Riau tak kenal RZ? Siapa pula tak kenal Pacman? Pacman, lengkapnya Manny "Pacman" Pacquiao (32), adalah petinju handal kebanggaan Filipina, pemegang tujuh gelar juara dunia. Petinju ini merubuhkan petinju kebanggaan Amerika serikat, The Golden Boy Oscar Dela Hoya dan membuat beberapa petinju terbaik Mexico babak belur. Di samping bertinju dia kini menjadi politisi setelah menang dalam pemilihan Anggota Kongres Filipina pada bulan Mei 2010.

Dan RZ? RZ adalah politisi yang memenangkan pemilihan Gubernur dua kali (2003 dan 2008), dan Sabtu malam (22/1) lalu merubuhkan mantan juara dunia Ellyas Pical, walaupun kemudian pertandingan tinju itu berakhir seri. Jadi, beda RZ dan Pacman adalah, Pacman jadi petinju dulu kemudian baru jadi politisi, sedangkan RZ jadi politisi dulu kemudian jadi petinju..ha..ha..ha..

Gubernur RZ memang bukan petinju professional seperti Pacman. Gubernur RZ adalah petinju jadi-jadian (baca: semoga tidak sungguhan jadi petinju). Tapi karena sang gubernur dipertandingkan dengan mantan juara dunia kebanggaan Indonesia, pertandingan eksebisi itu jadi menarik dan mendebarkan, khawatir Ellyas Pical dilalukan syetan menggunakan longhook-nya yang terkenal mematikan. Ide itu sebuah ide gila dan memiliki nilai news yang hebat. Saya pun membaca beritanya melalui Google.com. Dalam hati saya berkomentar, "dunya kahe." Apa kata dunia? Tapi itulah yang terjadi. Ketua Pertina Riau, Robin P Hutagalung dan Zulkarnain Kadir, sang manager, berhasil membujuk Gubernur Rusli Zainal untuk naik ring melawan mantan juara dunia Ellyas Pical, seorang juara dunia kidal yang sangat ganas pada eranya. Sayang sekali saya sedang berada di luar kota, kalau tidak tentulah saya akan berusaha membeli karcis pertandingan di bibir ring, walaupun harganya mahal untuk kocek seorang pensiunan. Sekali lagi..ha..ha..

Pertandingan itu pun tidak disiarkan langsung oleh televisi. Saya kecewa berat. Untung ada Riau Pos online yang bisa dibaca dari jauh. Rugi rasanya tidak menyaksikan bagaimana sang gubernur melancarkan jab, hook, uppercut atau straight yang menyengat dagu sang juara dunia. Siapa pun pasti penasaran. Kalau masih ada partai pertandingan revans, saya akan tunda agenda lain untuk menyaksikannya.

Pertandingan tersebut tentulah bukan sebuah pertandingan serius. Seperti dimuat media massa, pertandingan eksebisi itu adalah dalam upaya Gubernur Riau membangkitkan demam masyarakat terhadap PON ke-XVIII yang akan diselenggarakan di Riau tahun depan. Anggaplah pertandingan itu sebuah intermezzo, istirahat sejenak setelah bekerja keras. Masyarakat kita membutuhkan hiburan segar.

Gubernur RZ harusnya menang karena berhasil memukul jatuh sang juara dunia. Jangan kecewa, coba lagi.

kolom - Riau Pos 24 Januari 2011
Tulisan ini sudah di baca 1536 kali
sejak tanggal 24-01-2011

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat