drh. Chaidir, MM | Gayus, Kaisem dan Rekor Muri | TAK semua yang palsu itu buruk. Contohnya gigi palsu atau kaki palsu, besar manfaatnya. Rambut palsu seperti yang dipakai Gayus juga besar manfaatnya karena bisa mengelabui aparat. Rambut palsu yang dipakai Krisdayanti membuat penampilannya semakin seronok.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Gayus, Kaisem dan Rekor Muri

Oleh : drh.chaidir, MM

TAK semua yang palsu itu buruk. Contohnya gigi palsu atau kaki palsu, besar manfaatnya. Rambut palsu seperti yang dipakai Gayus juga besar manfaatnya karena bisa mengelabui aparat. Rambut palsu yang dipakai Krisdayanti membuat penampilannya semakin seronok. "Palsu" yang memberi kesan berlebihan dan kurang baik juga ada, sebutlah misalnya hidung palsu, dagu palsu, buah dada palsu dan pinggul palsu.

Ada juga "palsu" yang disukai ibu-ibu dan bapak-bapak borjuis, seperti segala tas merek terkenal tapi palsu, segala baju bermerek tapi palsu, segala macam arloji bermerek tapi juga palsu. Kenapa disukai? Karena, produk yang asli harganya sangat mahal, sedangkan produk palsu harganya sangat murah. Sepintas, orang tak bisa membedakan yang asli dan yang palsu. Namun ada pula "palsu" yang pasti tak disukai ibu-ibu dan bapak-bapak, yaitu cinta palsu.

Namun agenda yang paling banyak tercatat memiliki koleksi "palsu" adalah agenda politik seperti pemilu legislatif, pilpres, apalagi pemilukada. Frekuensi penggunaan "palsu" yang paling tinggi tentu saja janji palsu, disusul kemudian dengan daftar pemilih palsu, suara palsu, dukungan palsu, sumpah palsu, kontrak politik palsu, kesepakatan palsu, sponsor palsu, proposal palsu, karya tulis palsu, biodata palsu, berita acara palsu, sms palsu, bahkan juga kiyai palsu, syech palsu, dukun palsu dan "orang pintar" palsu. Adakah anggota legislatif atau kepala daerah palsu? Entahlah. Yang asli tapi palsu mungkin ada, siapa tahu?

Yang runyam adalah jenis "palsu" yang menimbulkan sanksi pidana. Ada ijazah palsu, gelar palsu, doktor palsu, KTP palsu, uang palsu, akte palsu, sertifikat tanah palsu, dan terakhir yang paling heboh adalah paspor palsu dengan nama palsu yang diduga kuat digunakan oleh "super" Gayus untuk melanglangbuana ke Singapura dan Makao. Dan yang paling super heboh sepekan terakhir ini tentulah narapidana palsu. Gayus boleh merasa hebat, tetapi Kasiem (55), pencipta narapidana palsu dari Bojonegoro itu lebih unik dan orisinil. Kasiem membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Ada perasaan ingin marah karena Kasiem telah mempermainkan hukum, tapi banyak juga yang ketawa terbahak-bahak melihat "kenakalan tak biasa" dari Kasiem. Kasiem telah menghadirkan "Opera van Java" dalam kehidupan nyata. Entah darimana Kasiem mendapat gagasan "cemerlang" itu, dia yang seharusnya menjadi narapidana dan mendekam dalam penjara, menukar dirinya dengan orang lain dan berhasil. Dan ketahuan. Sebab kalau tak ketahuan, tentu tak dramatis.

Agaknya, tidak berlebihan bila Gayus dan Kasiem bolehlah mendapatkan Rekor Muri. Sebab kriterianya sudah terpenuhi, yang pertama, yang paling/ter, yang unik dan yang langka. Bahkan masuk Guinnes Book of World Records, barangkali juga pantas.

Dan Riau? Kita juga berpeluang, sebab dalam sebuah artikel di kompas.com (3/1/2011) yang ditulis Syahnan Rangkuti, Riau disebut Negeri Para Hedonis, mengalahkan daerah-daerah lain. Masuk kriteria "yang paling/ter". Alamaaaak…

kolom - Riau Pos 10 Januari 2011
Tulisan ini sudah di baca 1397 kali
sejak tanggal 10-01-2011

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat