drh. Chaidir, MM | Garuda di Dadaku | INGAT Malvinas? Inggris dan Argentina berperang memperebutkan pulau ini. Dan Inggris dengan Angkatan Lautnya yang terbilang, memenangkan perang. Seperti ditakdirkan, tak lama kemudian, pada Piala Dunia 1986, tim nasional Inggris bentrok dengan tim nasional Argentina.

Sial bagi Inggris, Argentina
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Garuda di Dadaku

Oleh : drh.chaidir, MM

INGAT Malvinas? Inggris dan Argentina berperang memperebutkan pulau ini. Dan Inggris dengan Angkatan Lautnya yang terbilang, memenangkan perang. Seperti ditakdirkan, tak lama kemudian, pada Piala Dunia 1986, tim nasional Inggris bentrok dengan tim nasional Argentina.

Sial bagi Inggris, Argentina memiliki mega bintang Maradona yang sedang berkibar. Inggris bertekuk lutut. Yang membuat pendukung Inggris frustrasi, gol pertama Maradona dicetak secara kontroversial dan dicatat dalam sejarah sepakbola sebagai "gol tangan tuhan". Tapi tidak hanya itu, beberapa menit kemudian si boncel Maradona meliuk-liuk menggiring bola dari garis tengah, melewati beberapa pemain Inggris, mengecoh kiper dan menceploskan bola ke gawang Inggris. Inggris boleh berjaya di pulau Malvinas tapi tidak di lapangan sepak bola, teriak supporter Argentina. Media memprovokasi keadaan, kekalahan Argentina di Malvinas langsai!

Begitulah sepak bola, sering kali menyedot emosi dan rasa nasionalisme. Pertandingan antar RT sekalipun bisa memicu tawuran antar kampung. Dalam tim sepak bola, yang bertanding memang hanya sebelas orang lawan sebelas orang, tetapi pertandingan itu seakan mempertaruhkan harga diri kampung, daerah, atau bangsa. Kekalahan dalam pertandingan sepak bola membuat harga diri seakan terinjak-injak.

Lihatlah demam sepak bola yang melanda bangsa kita dalam dua pekan terakhir ini. Sepak bola terbukti bisa membangkitkan nasionalisme - rasa cinta kepada bangsa, kepada lambang Garuda. Padahal lambang itu sudah lama agak terlupakan antara ada dan tiada. Dimana-mana orang membicarakan kemenangan tim nasional Indonesia. Malaysia dilibas 5-1, Laos dihajar 6-0, Thailand ditekuk 2-1 dan Filipina yang bertabur pemain Eropa digilas dua kali masing-masing dengan skor 1-0. Tim kita gila, Gonzales luar biasa, Irfan memukau, Alfred Riedl pelatih tanpa senyum itu boleh juga. Masyarakat bersemangat. Lagu "Garuda di Dadaku" menggema di setiap sudut: "Garuda di dadaku...garuda kebanggaanku...kuyakin hari ini pasti menang...."

Padahal, tanpa maksud mengecilkan arti kemenangan tim nasional kita, level tournament AAF itu sebenarnya belum apa-apa dibandingkan dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Piala Asia sekalipun. Sebab, jangankan berhadapan dengan finalis Piala Dunia yang diikuti para kampiun seperti Spanyol, Brazil, Argentina, Jerman, dan sebagainya, berhadapan dengan raksasa Asia saja seperti Korsel, Jepang, Arab Saudi, mungkin kita masih keteteran.

Masyarakat kita memang sudah rindu dengan prestasi yang membanggakan. Rakyat sudah letih dan muak dengan kejadian-kejadian yang memalukan. Politik tanpa etika, mafia hukum, ekonomi kapitalistik, pemberantasan korupsi yang hanya ramai dalam perdebatan, ketidakadilan, penguasa yang pamer kekuasaan di semua lini, dan sebagainya. Bencana alam juga tak habis-habisnya.

Sepak bola menjadi sitawar sidingin. Sepak bola tak bersentuhan dengan politik, ras, suku, agama; oleh karena itu sepak bola disebut pemersatu dunia. Sepak bola sebenarnya bisa menjadi katarsis dari kondisi sosial politik masyarakat yang tak menentu. Sayangnya banyak pemimpin kita di daerah yang tak menangkap sinyal ini, padahal kalau mau mereka bisa bentuk tim yang kuat. Masyarakat kelihatannya menunggu kepala daerah yang gila sepak bola. Sepak bola maju, masyarakat terhibur dan bangga, sebagian masalah selesai. Aduhai...

kolom - Riau Pos 27 Desember 2010
Tulisan ini sudah di baca 1555 kali
sejak tanggal 27-12-2010

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat