• Demang Lebar Daun
  • Membaca Ombak
  • Menertawakan Chaidir
  • 1001 Saddam
  • Panggil Aku Osama
  • Berhutang pada rakyat
  • Suara dari Gedung Lancang Kuning





Kontemplasi Minggu Ini


Mentalitas Suku | Riau Pos 21 Agustus 2017 PERAYAAN Hari Proklamasi 17 Agustus tahun ini, tidak hanya mempertontonkan keindahan pelangi kebinekaan pada tataran simbol dan nilai, tapi sekaligus menampilkan wajah modernisme yang belum selesai (postmodernisme), seperti disebut filsuf Jurgen Habermas dalam Ali Maksum (2016).  Ahai. Wow. Gerangan apakah yang terlihat di balik pelangi yang indah itu?

Siapa pun pasti terkaget-kaget menyaksikan upacara resmi peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di istana negara tahun ini;

PERAYAAN Hari Proklamasi 17 Agustus tahun ini, tidak hanya mempertontonkan keindahan pelangi kebinekaan pada tataran simbol dan nilai, tapi sekaligus menampilkan wajah modernisme yang belum selesai (postmodernisme), seperti disebut filsuf Jurgen Habermas dalam Ali Maksum (2016). Ahai. Wow. Gerangan apakah yang terlihat di balik pelangi yang indah itu? Siapa pun pasti terkaget-kaget menyaksikan upacara resmi peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di istana negara tahun ini; . . . Selengkapnya>>


Negeri Ambigu | Riau Pos 14 Agustus 2017 PETANYAANNYA haruskah masa-masa tak menentu seperti ini dilalui dalam proses panjang perjalanan hidup bangsa kita? Bisa ya bisa tidak. Kata orang, tak ada yang baru di bawah matahari. Adagium usang itu barangkali bisa dimaknai, bahwa bumi yang kita pijak ini masih yang itu-itu juga, bahwa Samudera Hindia, Pasifik,  Atlantik masih seperti sediakala, bahwa manusia masih tetap makhluk pemikir belum tukar nama dan tempat dengan makhluk yang berekor itu, bahwa 'makhluk' yang bernama perubahan, juga

PETANYAANNYA haruskah masa-masa tak menentu seperti ini dilalui dalam proses panjang perjalanan hidup bangsa kita? Bisa ya bisa tidak. Kata orang, tak ada yang baru di bawah matahari. Adagium usang itu barangkali bisa dimaknai, bahwa bumi yang kita pijak ini masih yang itu-itu juga, bahwa Samudera Hindia, Pasifik, Atlantik masih seperti sediakala, bahwa manusia masih tetap makhluk pemikir belum tukar nama dan tempat dengan makhluk yang berekor itu, bahwa 'makhluk' yang bernama perubahan, juga . . . Selengkapnya>>


Menuju Riau Berintegritas | Riau Pos 7 Agustus 2017 RABU 9 Agustus 2017 esok lusa, Provinsi Riau memperingati Hari Jadi ke-60. Tema yang dipilih adalah "Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas". Bukan Riau namanya kalau tak piawai merangkai kata sarat makna. Selintas, tema ini menyiratkan keakraban masyarakatnya dengan aktivitas sungai, sebentar ke hulu dan sebentar ke hilir, mendayung ke tengah ke tepi berkecipak kecipung. 

Wajar. Riau memang sepantun sungai dan pantai. Sebab provinsi ini dialiri empat sungai besar yang berhulu

RABU 9 Agustus 2017 esok lusa, Provinsi Riau memperingati Hari Jadi ke-60. Tema yang dipilih adalah "Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas". Bukan Riau namanya kalau tak piawai merangkai kata sarat makna. Selintas, tema ini menyiratkan keakraban masyarakatnya dengan aktivitas sungai, sebentar ke hulu dan sebentar ke hilir, mendayung ke tengah ke tepi berkecipak kecipung. Wajar. Riau memang sepantun sungai dan pantai. Sebab provinsi ini dialiri empat sungai besar yang berhulu . . . Selengkapnya>>




Opini Pilihan

Pujangga Ayolah Turun Gunung
(Sebuah Kontemplasi Bersempena Anugerah Sagang) - 13 November 2009

SAYUP-SAYUP saja rasa cinta tanah air menyahut di sanubari, sudah cukup untuk merasakan kegalauan yang mendalam akibat karut-marut wajah bangsa kita dalam dua pekan terakhir ini. Karut marut itu sesungguhnya hanya pada wilayah penegakan hukum, tapi tak bisa dipungkiri mencerminkan banyak sisi kehidupan bangsa; antara lain minimnya budaya jujur, suburnya budaya pura-pura.
Masihkah kita berani mengklaim bahwa kita adalah

(Sebuah Kontemplasi Bersempena Anugerah Sagang) - 13 November 2009 SAYUP-SAYUP saja rasa cinta tanah air menyahut di sanubari, sudah cukup untuk merasakan kegalauan yang mendalam akibat karut-marut wajah bangsa kita dalam dua pekan terakhir ini. Karut marut itu sesungguhnya hanya pada wilayah penegakan hukum, tapi tak bisa dipungkiri mencerminkan banyak sisi kehidupan bangsa; antara lain minimnya budaya jujur, suburnya budaya pura-pura. Masihkah kita berani mengklaim bahwa kita adalah . . . Selengkapnya>>


Jurnal Pilihan

Ayo Dayung Serempak - Catatan Ringan Pengantar Tugas Anggota Baru DPR dan DPD - FKPMR 9 Agustus 2009
* Catatan Ringan Pengantar Tugas Anggota Baru DPR dan DPD

PEMILU Legislatif 2009 telah usai. Sebelas Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Riau telah ditetapkan, sepuluh diantaranya wajah baru. Sedangkan untuk Anggota DPD-RI, dua wajah lama dua wajah baru.

Selalu, setiap ada rotasi atau reposisi di pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif - pada semua level - publik menanti harap-harap cemas atau cemas berharap-harap. Adakah esok lebih baik? Itu jugalah pertanyaan yang menggantung bak

* Catatan Ringan Pengantar Tugas Anggota Baru DPR dan DPD PEMILU Legislatif 2009 telah usai. Sebelas Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Riau telah ditetapkan, sepuluh diantaranya wajah baru. Sedangkan untuk Anggota DPD-RI, dua wajah lama dua wajah baru. Selalu, setiap ada rotasi atau reposisi di pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif - pada semua level - publik menanti harap-harap cemas atau cemas berharap-harap. Adakah esok lebih baik? Itu jugalah pertanyaan yang menggantung bak . . . Selengkapnya>>