drh. Chaidir, MM | Tuah Kerbau | TUAH harimau pada belangnya, tuah kerbau pada tanduknya. Tanduk adalah simbol kekuasaan pada kerbau. Jadi, kalau ada orang yang suka menanduk, tanduk kiri tanduk kanan, menakut-nakuti lawan dengan tanduknya, artinya, setali tiga uang dengan kerbau. Tuah tanduk inilah setidaknya yang telah dibuktikan
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Tuah Kerbau

Oleh : drh.chaidir, MM

TUAH harimau pada belangnya, tuah kerbau pada tanduknya. Tanduk adalah simbol kekuasaan pada kerbau. Jadi, kalau ada orang yang suka menanduk, tanduk kiri tanduk kanan, menakut-nakuti lawan dengan tanduknya, artinya, setali tiga uang dengan kerbau. Tuah tanduk inilah setidaknya yang telah dibuktikan oleh seekor kerbau jantan Afrika yang diberi nama Horizon (maaf, kalau ada bangsa homo sapiens, sang makhluk pemikir yang bernama Horizon, itu tentu faktor kebetulan belaka, nasibmulah, Bro, tak usah dipikirkan sangat).

Entah apalah mimpi induk kerbau yang melahirkan horizon ini sampai melahirkan superstar yang bernama Horizon. Entah kerbau jantan mana pula yang jadi bapak dari Horizon, tak ada yang melihat, tak ada yang ingat dan mencatat secara pasti. Ketika hal ini ditanyakan kepada induk Horizon, sang induk konon menjawab acuh tak acuh tanpa dosa, bahwa dia tidak tahu karena kerbau jantan itu mengawininya dari belakang...ha..ha...

Tapi bukan dari depan atau dari belakang, masalahnya. Masalahnya (dan ini ciyus), ketika Horizon itu lahir, anak kerbau itu sama dengan anak kerbau lainnya, dan belum diberi nama (bukankah tidak ada keharusan memberi nama untuk anak kerbau?) Tidak ada perlakuan khusus. Tidak juga ada asuransi jiwa yang melindungi anak dan induk kerbau.

Horizon, nama kerbau yang berada di Afrika Selatan ini, sungguh bertuah. Tapi pasti Horizon tidak tahu bahwa dia adalah kerbau jantan termahal sepanjang sejarah dunia terkembang. Harganya supergila, gila-gilaan, tak main-main. Seperti diberitakan serambinews.com dan beberapa media lainnya, saat ini nilainya ditaksir sebesar 8,5 juta poundsterling, atau sekitar Rp 153 miliar! Jangan harap bisa meminangnya dengan harga di bawah itu. Saking mahalnya, kerbau satu ini bagaikan asset penting perusahaan. Dia dijual seperti saham (artinya, bukan lagi kerbaunya yang dijual secara fisik, tetapi saham kepemilikannya, gila, luar biasa, super sekali).

Diberitakan lebih jauh, pada Februari lalu, 25 persen hak kepemilikanya dijual ke seorang pengusaha asal Afsel, Peter Bellingham, dengan harga 2 juta pounds, atau sekitar Rp 39 miliar. Yang menjadi pertanyaan bagi kita, dan juga pembaca lainnya di seluruh dunia, apa istimewanya "Tuan Besar" Horizon ini? Ternyata, tuah itu pada tanduknya. Horizon dikenal sebagai kerbau dengan tanduk yang panjang dan luar biasa indah. Tanduknya yang membentang hampir 1,5 meter (biasanya, rata-rata kerbau Afsel, maksimal panjang tanduknya hanya satu meter). Hal inilah yang dianggap sangat istimewa.

Namun, berdasarkan keterangan pemilik kerbau Horizon ini, gen kerbau inilah yang membuat nilainya menjadi sangat tinggi, karena kerbau Horizon dianggap sebagai gen pejantan yang sangat tangguh dibandingkan kerbau-kerbau lainnya. Artinya, dari pemahaman ilmu genetika, Horizon diharapkan jadi pejantan yang bisa memperbaiki keturunan kerbau-kerbau lain di Afrika.

Namun, lain padang lain belalangnya lain lubuk lain ikannya, lain Afrika lain pula Indonesia. Kita juga tidak kalah-kalah amat dalam hal kerbau-mengerbau ini. Betapapun mahalnya harga kerbau Afrika Selatan yang disandang oleh si Horizon itu, pasar kerbau terbesar di dunia ternyata ada di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tepatnya di Poros Rantepao, Bolu Toraja Utara. Pasar ini menjadi tempat transaksi jual beli khusus untuk kerbau. Setiap hari pasar tidak kurang dari 500 ekor kerbau yang meramaikan transaksi jual-beli.

Kerbau yang ditawarkan berbagai jenis kerbau khusus Tana Toraja, seperti kerbau (tedong) saleko, tedong bonga, tedong teken, tedong balian dan tedong kudu. Kerbau belang Toraja adalah salah satu jenis kerbau Toraja yang paling unik dan telah dikenal sebagai plasma nutfah. Artinya, hewan ini secara genetik hanya ada di Toraja (brilio.net).

Bagi masyarakat Tana Toraja di Sulawesi Selatan, ternak kerbau memiliki nilai khusus sebagai hewan sakral dan status sosial. Disebut hewan sakral karena dalam kepercayaan yang hidup di Tana Toraja, kerbau adalah kendaraan bagi arwah menuju akhirat. Sebagai status sosial, kerbau belang di Tana Toraja harganya juga fantastis. Satu ekor Tedong Bonga dan Tedong Saleko yang besar, gagah, bertanduk panjang, dan kombinasi warna putih dan hitam pada kulitnya bagus, harganya bisa mencapai satu miliar rupiah.

Kalau gen Tedong Bonga dan Tedong Saleko ini dimurnikan terus melalui rekayasa genetika, bukan tidak mungkin akan bisa menandingi Horizon bahkan lebih. Kita percayakan saja pada tuah Prof Suhubdy Yasin, yang telah mendapat julukan Bapak Kerbau Indonesia. Bertuah.

fabel - Koran Riau 26 April 2016
Tulisan ini sudah di baca 1159 kali
sejak tanggal 26-04-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat