drh. Chaidir, MM | Leonardo DiCaprio | SEPEKAN pasca kunjungan Leonardo DiCaprio, cerita tentang bintang film Hollywood pemenang Piala Oscar atas perannya dalam film The Revenant  dan bintang film Titanic yang sangat terkenal itu, belum habis-habis menjadi buah bibir. Tak pagi tak siang tak petang tak malam ada saja cerita tentang kedata
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Leonardo DiCaprio

Oleh : drh.chaidir, MM

SEPEKAN pasca kunjungan Leonardo DiCaprio, cerita tentang bintang film Hollywood pemenang Piala Oscar atas perannya dalam film The Revenant dan bintang film Titanic yang sangat terkenal itu, belum habis-habis menjadi buah bibir. Tak pagi tak siang tak petang tak malam ada saja cerita tentang kedatangan pria ganteng itu. Walaupun Leonardo DiCaprio hanya sekitar dua jam bersama mereka, perjumpaan itu akan dikenang sepanjang masa.

Siapa sangka, seperti superstar sepakbola Cristiano Ronaldo yang merupakan aktivis lingkungan sebagai Duta Hutan Bakau Dunia, dan pernah mengunjungi hutan bakau (mangrove) di Bali, Leonardo DiCaprio rupanya juga seorang aktivis lingkungan. Melalui Leonardo DiCaprio Foundation (Yayasan Leonardo DiCaprio), aktor ini gencar melakukan kampanye penyelamatan lingkungan, aktif mendukung berbagai kegiatan konservasi di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Kepedulian Leonardo DiCaprio sangat mengesankan. Buktinya, dia rela meluangkan waktunya, meninggalkan kehidupan serba glamour, supermewah bak surga, hari-hari dikelilingi artis cantik yang aroma minyak wanginya memenuhi angkasa Hollywood, hanya untuk berkunjung ke sebuah negeri di seberang tujuh samudra tujuh benua, sebuah negeri antah berantah nun di sana yang belum tentu aman dan nyaman bagi dirinya.

"Itulah namanya great commitment, bung".
"Ah kau sudah ketularan bahasa Leonardo DiCaprio rupanya", yang lain menimpali.
"Yaa iyalah, kan temannya Leo."
"Maksudnya apa itu?"
"Sekali layar terkembang surut dia berpantang," jawab yang pertama tangkas.
"Oh..pintar kau."
"Berkawan dengan orang ganteng dan baik hati seperti Leo, kita harus pintar."

Dengan menggunakan seutas tali, orangutan ketiga penghuni Pusat Karantina Konservasi Orangutan Sumatera di Aceh itu, bergayut merapat, gabung dengan dua temannya. Dia beruntung bersua bahkan berinteraksi langsung dengan Leonardo DiCaprio. Dari tadi, dia rupanya mendengarkan dua temannya itu, yang sedang menggosip. Orangutan ketiga ini adalah orangutan yang beruntung dari seluruh orangutan di dunia. Dia diberi makan langsung oleh Leo dan fotonya menyebar ke seluruh dunia. Momen itu membuatnya bahagia tak bisa tidur siang malam, tapi ngaku bermimpi siang malam tentang Leonardo DiCaprio.

"Tapi tau nggak kalian, itu kunjungan pertama dan terakhir Leo ke tempat kita." Ujarnya sendu dengan mata berkaca-kaca, membuyarkan obrolan dua temannya.
"Maksudmu?" Orangutan pertama heran.
"Koq jadi melankolis? Orangutan kedua kepo.
"Ini gara-gara fotoku bersama Leo tersebar di seluruh dunia."
"Ge-er kau."
"Ciyus."
"Ciyus apa?"
Lalu, orangutan (Pongo abelii - nama Latin orangutan Sumatera) ketiga, bercerita bahwa dia mendengar bisik-bisik di kalangan petugas karantina, bahwa Leonardo Dicaprio mungkin akan dilarang masuk ke negeri ini karena dia mengunggah fotonya bersama orangutan di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, melalui akun Istagramnya. Nama Leonardo DiCaprio mungkin akan di-blacklist. Tak ada masalah dengan fotonya, yang jadi masalah adalah keterangan fotonya.

"Karena hutan di Indonesia dan ekosistem Leuser terus dibersihkan untuk memenuhi permintaan dari minyak sawit, orangutan Sumatera yang sudah terancam punah semakin didorong ke ambang kepunahan. Di sini, di Pusat Karantina Konservasi Orangutan Sumatera, orangutan yang terselamatkan direhabilitasi agar mereka dapat dilepaskan kembali ke alam liar," tulisnya dalam keterangan foto tersebut, seperti dimuat berbagai media. "Jika kita tidak menghentikan perusakan yang merajarela ini, Ekosistem Leuser dan rumah bagi para Orangutan Sumatera ini bisa hilang untuk selamanya. #Indonesia," tambahnya dengan menyertakan link untuk memberikan dukungan bagi pelestarian ini.

Leonardo DiCaprio memang sangat terpukau dengan keindahan hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Selain berjumpa langsung dengan orangutan, Leo juga bisa mendengarkan secara langsung suara rangkong dan spesies burung lainnya di hutan tersebut, sesuatu yang sangat alamiah yang tidak akan pernah dijumpainya di kegemerlapan Hollywood sana.

Tapi, pernyataan Leonardo DiCaprio itu membuat sementara kalangan di negeri asal orangutan Sumtera itu kebakaran jenggot, "parno". Tapi sudah menjadi kelaziman di negeri itu, sebanyak yang suka sebanyak yang tidak suka. Yang suka dengan pernyataan Leonardo DiCaprio ada setengah ditambah dengan sekurang-kurangnya tiga Ponggo abelli itu. Bravo Leo.

fabel - Koran Riau 12 April 2016
Tulisan ini sudah di baca 491 kali
sejak tanggal 13-04-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat