drh. Chaidir, MM | Walikota Kambing | ANEH tapi nyata. Begitulah terlebih terkurangnya. Ini jelas kerjaan orang-orang kurang kerjaan. Gila, edan, gila-gilaan, tergila-gila, setengah gila, gila setengah mati, gila-gila ayam, super gila, gila tingkat dewa, dan semua bentuk gila dan derivatnya boleh disebut untuk warga kota yang satu ini.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Walikota Kambing

Oleh : drh.chaidir, MM

ANEH tapi nyata. Begitulah terlebih terkurangnya. Ini jelas kerjaan orang-orang kurang kerjaan. Gila, edan, gila-gilaan, tergila-gila, setengah gila, gila setengah mati, gila-gila ayam, super gila, gila tingkat dewa, dan semua bentuk gila dan derivatnya boleh disebut untuk warga kota yang satu ini. Tapi yang super jelas, warga kotanya pasti memiliki sense of humor yang sangat tinggi, sehingga rela menjadikan kambing bandot sebagai walikotanya. Hebatnya, tidak pula ada walikota (definitif, sungguhan, bukan PLT) lain yang merasa tersinggung dan melapor ke bareskrim setempat dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Untung, kisah ini tidak terjadi di negeri kita, tapi terjadi di negeri Tuan Obama, persisnya di . Terlingua, Lajitas, Texas, Amerika Serikat. Kalau terjadi di sini, pasti heboh menjadi masalah hukum (karena negara kita kan negara hukum). Sang kambing bandot yang bikin sensasi itu diberi nama Clay Henry I. Dan untuk dikukuhkan jabatan walikota, Clay Henry tak perlu mengeluarkan dana jutaan dolar, bahkan satu sen pun dia tak mengeluarkan biaya. Pokoknya dia tak perlu mengeluarkan keringat setetes pun.

Bagaimana ceritanya kambing bandot jadi walikota? Sebagaimana dimuat portal merdeka.com, pada awalnya, terpilihnya Clay Henry I sebagai walikota bermula dari lelucon iseng belaka dari warga kota (entah dimaksudkan sebagai sebuah sindiran, tak ada berita). Dilaporkan Atlas Obscura, pada tahun 1980-an diadakan pemilihan walikota dengan peserta seorang warga Houston dan Clay Henry I si kambing bandot. Pemenangnya tentu saja si warga Houston (yaa iyalah, gila saja kalau pemenangnya kambing). Tetapi begitu di Lajitas terjadi ledakan tambang merkuri yang membuat para warganya bermigrasi ke daerah lain, jabatan walikota pun diserahkan kepada Clay Henry I.

Entah mengapa, mungkin karena sudah mulai tua, jabatan walikota Clay Henry I kemudian diturunkan kepada anaknya, Clay Henry II yang kemudian terbunuh oleh Clay Henry III yang sekarang menjadi walikota Lajitas. Clay Henry III diangkat menjadi walikota karena membunuh ayahnya kandungnya sendiri dalam duel memperebutkan kambing betina (sekali lagi tak ada masalah hukum dalam kasus pembunuhan ini, walaupun pembunuhan adalah kasus pidana, bukan delik aduan…hehehe).

Clay Henry I, II dan III, bukan kambing sembarang kambing, tapi kambing pemabuk yang hobi menenggak minuman keras. Ketiga kambing ini sering diberi minum alkohol oleh warga sekitar Lajitas. Dan konon ketiga kambing ini memang menggemari minuman keras meskipun Clay Henry I dianggap yang paling kuat minum alias peminum berat. Di sini berlaku ungkapan "like father like son", tak bapak tak anak sama saja. Tapi yang paling hebat adalah sang senior. Si walikota kambing pertama bisa menghabiskan 35 sampai 40 botol bir sehari.

Kambing ini sekarang menjadi ikon bagi kota mati Lajitas yang kini sudah menjadi resort golf. Tak jarang wisatawan yang berkunjung ke resor golf ini menyempatkan diri untuk menyambangi atau beraudiensi dengan kambing sang walikota. Kegilaan masyarakat Lajitas kemudian semakin menjadi-jadi. Clay Henry III dimuncul di salah satu serial televisi lokal berjudul Streets of Laredo. Dramatisnya, kambing ini sempat digorok oleh salah satu warga bernama Jim Bob (orang ini mungkin gila beneran), tapi hebatnya Clay Henry III berhasil selamat. Setelah lukanya dirawat, keesokan harinya kambing ini bahkan sudah mulai minum-minum lagi.

Dalam perspektif masyarakat di negeri kita, yang mengaku waras, dan sering kita dengar dalam ceramah-ceramah, masyarakat cenderung memilih pemimpin dari kalangannya sendiri. Masyarakat pemabuk akan memilih pemimpin pemabuk, masyarakat pembohong akan memilih pemimpinnya yang pembohong, masyarakat preman akan memilih pemimpinnya yang preman juga, masyarakat yang korup akan memilih pemimpin yang korup juga. Pemimpin kambing tentu dipilih oleh masyarakat kambing. Tapi Texas nun jauh di sana dan masyarakatnya bebas berekspresi membuat lelucon sesuka hati, semeleset tingkat dewa sekali pun. Tabik.

fabel - Koran Riau 2 Februari 2016
Tulisan ini sudah di baca 406 kali
sejak tanggal 02-02-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat