drh. Chaidir, MM | Indahnya Persahabatan | PERSAHABATAN beda dengan TTM (Teman Tapi Mesra). Bila TTM memberi sensasi yang menimbulkan ketertarikan emosional bernuansa asmara, persahabatan tidak demikian. Persahabatan  merupakan ikatan yang indah bahkan sangat indah dan tulus ikhlas, tak terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan material, bala
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Indahnya Persahabatan

Oleh : drh.chaidir, MM

PERSAHABATAN beda dengan TTM (Teman Tapi Mesra). Bila TTM memberi sensasi yang menimbulkan ketertarikan emosional bernuansa asmara, persahabatan tidak demikian. Persahabatan merupakan ikatan yang indah bahkan sangat indah dan tulus ikhlas, tak terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan material, balas jasa, ketertarikan fisik, posisi, dan berbagai vested interest lainnya.
Kita sering mendengar kisah persahabatan yang mengharukan antara dua orang atau lebih anak manusia. Sahabat adalah orang yang paling setia dalam suka dan duka; seseorang yang ikhlas hadir tanpa pamrih memberikan dukungan terhadap sahabatnya yang sedang terpuruk. Sahabat adalah orang yang tidak menghitung untung rugi dalam membantu sahabatnya yang sedang kesusahan atau tertimpa musibah, lebih dari sekadar sikap manusiawi.
Sebab, sikap manusiawi adalah keterpanggilan atau kepedulian untuk membantu orang lain tanpa mengharap balas jasa walaupun orang yang ditolong tak dikenal oleh penolong. Sipenolong yang budiman itu kemudian berlalu demikian saja tak lagi mengenali atau mengingat orang yang ditolongnya. Persahabatan beda, hubungannya sangat akrab, baik sesama laki-laki, sesama perempuan atau antara perempuan dan laki-laki.
Tapi semangat persahabatan tidak hanya menjadi milik bangsa manusia. Hewan yang buas dan ganas sekali pun memiliki instink persahabatan, bahkan antara hewan pemangsa (predator) dan mangsa, yang tak terbayangkan bisa bersahabat, pun bisa bersahabat. Anggapan bahwa dalam dunia hewan hanya dikenal istilah memangsa atau dimangsa (to kill or to be killed), tak sepenuhnya berlaku. Hewan ternyata juga memiliki semangat persahabatan dan kepedulian.
Kisah persahabatan manusia dan hewan atau antara hewan berlainan bangsa, berlainan species faktanya telah banyak diungkap oleh amatir penyayang binatang, pengelola kebun binatang atau para peneliti di berbagai penjuru dunia. Sebuah situs www.reportase5.com mengunggah sebuah kisah persahabatan yang menarik antara hewan buas dan manusia, sebuah kisah persahabatan ini benar-benar ada.
Seorang kakek bernama Frikkie Van Solms (69 tahun) seorang pria asal Afrika Selatan yang berprofesi sebagai pemelihara dan penjinak binatang buas, telah berteman dengan seekor singa selama bertahun-tahun. Ia bahkan rela berbagi ranjang dengan kucing buas itu selama 11 tahun. Ia mengaku, selama ini telah memelihara setidaknya 19 binatang buas, termasuk singa, harimau, dan cheetah. Namun, Zion, nama seekor singa yang saat ini hidup bersamanyalah yang paling spesial.
Zion sendiri dilahirkan singa betina Afrika bernama Simba. Sayangnya, Zion harus dipisahkan dari ibunya karena dikhawatirkan akan dibunuh ayahnya sendiri seperti yang biasa terjadi di dunia kucing. Sejak saat itulah, Frikkie menjadi ayah sekaligus teman Zion. Frikkie mengatakan bahwa Ia tak pernah takut pada Zion. Ia sangat meyakini bahwa teman kesayangannya itu tak akan menyerang manusia. "Orang-orang mengatakan singa adalah singa, tapi, sebenarnya mereka memiliki kepribadian, juga bisa bercanda. Zion itu raksasa yang lembut. Ia tak pernah menyerang manusia dan aku mempercayainya." ungkap Frikkie.
Kisah persahabatan ekstrim lintas bangsa lainnya diunggah oleh www.msnbc.msn.com yang menceritakan pengalaman Kazuya Yamamoto penjaga kebun binatang di Tokyo. Saat Aochan, seekor ular tikus berusia dua tahun yang tinggal di kebun binatang Mutsugoro Okoku, mulai menolak memakan apa yang biasa ia makan yaitu tikus yang dibekukan, penjaga kebun binatang yang mengurusnya memasukkan Gohan, seekor tupai kecil, ke dalam kandangnya. Tujuannya adalah untuk menawarkan makanan cemilan lezat yang menyerupai apa yang dapat ditemukan Aochan di alam liar. Tetapi, Aochan sama sekali tidak menunjukkan ketertarikannya untuk memakan Gohan. Penjaganya terkejut menyaksikan, yang berkembang justru terjadinya persahabatan tak lazim di antara dua makhluk beda bangsa tersebut.
Empat bulan setelah diperkenalkan, Aochan dan Gohan tidak hanya akur, sekarang mereka menunjukkan adanya tanda-tanda kasih sayang. Kazuya Yamamoto melaporkan, "Saya tidak pernah menyaksikan sesuatu seperti ini. Bahkan Gohan kadang-kadang memanjat ke atas Aochan untuk tidur di punggungnya." Kebun binatang ini, yang telah berhasil menggabungkan beberapa spesies yang berbeda untuk berinteraksi satu dengan lainnya, semakin terangkat reputasinya melalui persahabatan yang tidak lazim tersebut.
Ada pula persahabatan tak lazim antara anjing dan burung hantu. Bukankah anjing dan burung hantu sangat jauh berbeda? Namun secara dramatis (diklik dari google.com) terlihat jelas persahabatan antara Boobah, seekor burung hantu, dengan Hazel, seekor anjing.
Binatang yang kerap kali kita anggap liar dan ganas pun bisa menjadi binatang yang sungguh bersahabat seperti manusia. Bagaimana menyelaraskan komunikasi saja. Mestinya membangun komunikasi interpersonal antar manusia jauh lebih mudah.

fabel - Koran Riau 5 Januari 2016
Tulisan ini sudah di baca 671 kali
sejak tanggal 05-01-2016

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat