drh. Chaidir, MM | Marylin Berbadan Dua | KEBUN Binatang Surabaya (KBS) kembali bikin gaduh. Kegaduhan itu tak ada hubungannya sama sekali dengan kegaduhan politik kasus
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Marylin Berbadan Dua

Oleh : drh.chaidir, MM

KEBUN Binatang Surabaya (KBS) kembali bikin gaduh. Kegaduhan itu tak ada hubungannya sama sekali dengan kegaduhan politik kasus "Papa Minta Saham" yang bergulir liar dan menyebabkan Setya Novanto terpaksa melepas jabatannya sebagai Ketua DPR-RI. Atau kasus ojek "masuk" istana negara ketika Presiden Jokowi terpaksa ikutan bicara dalam kontroversi kebijakan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan yang melarang beroperasinya "Gojek", "Blu-jek" atau "Grab-Bike"; Presiden kelihatannya mengeluarkan veto, bahwa ojeg gaya baru dengan system online tersebut tak perlu dilarang beroperasi.
Tidak. Kegaduhan KBS kali ini tak ada hubungannya dengan kasus-kasus tersebut. Kasus yang bikin heboh ini juga tak ada kaitannya dengan terus berlarut-larutnya persoalan di KBS yang berujung pada banyaknya satwa mati. Sejak Januari 2014 sampai dengan penghujung tahun 2015 ini misalnya, tercatat tidak kurang dari 105 hewan penghuni KBS mati. Beberapa hewan tersebut adalah koleksi hewan primadona, di antaranya 2 ekor kijang, 1 ekor Kulan, Rusa Bawean, Komodo, Harimau Putih dari Benggala, Singa Afrika, Genu, Babon Afrika (satu-satunya), Jaguar jantan yang berasal dari Amerika Latin (satu-satunya), Anoa, dan Unta.
Kematian hewan-hewan tersebut tentu saja memunculkan keprihatinan masyarakat pencinta satwa, termasuk masyarakat luar negeri. Melalui Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid, beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip berbagai media, beberapa orang pencinta satwa dan lembaga menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi Kebun Binatang Surabaya. bahkan mereka sampai mengancam akan mengkampanyekan boikot pariwisata di Jawa Timur bila persoalan kematian hewan-hewan di KBS tidak kunjung selesai.
Kegaduhan di KBS kali ini juga tidak ada kaitannya dengan kabar gembira menetasnya 16 telur komodo (Varanus komodoensis). Bila bayi-bayi komodo ini bertahan hidup tentu dapat menggantikan induk mereka yang mati.
Kegaduhan kali ini menyangkut mendadak berbadanduanya Marylin. Marylin bukan siapa-siapa, tapi seekor orangutan betina dewasa (ya iyalah betina) penghuni KBS. Marylin hamil. KBS gempar. Siapa bapaknya? Padahal seperti diberitakan (entah serius entah HOAX), Marylin sudah sepuluh tahun tak bercampur dengan orangutan jantan. Yang super aneh dan mengejutkan seperti diberitakan Batamnews.co.id (19/12/2015) yang mengutip laporan World News Daily Report, Marylin dihamili oleh petugas KBS, aksinya terungkap lewat rekaman kamera CCTV. Kabar ini pun diberitakan media online lokal dan juga asing. Beberapa media online dari Malaysia dan Singapura misalnya, ikut mengunggah berita ini di situs mereka. Seorang petugas kebun secara tak senonoh mencoba memperkosa Marylin. Tak diungkapkan apakah perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka-sama suka, sebab Marylin termasuk orangutan yang memiliki sifat agresif, artinya tak mudah didekati.
Konon, pekerja berusia 38 tahun itu kini telah ditangkap oleh pihak kebun binatang, dan saat ini pihak KBS masih melakukan penyelidikan secara mendalam. Namun kabar tersebut dibantah Kepala Badan Pengawas KBS, Heri Purwanto. Menurut Heri, berita tersebut tidak benar alias berita hoax. Adakah ini hanya sebuah strategi pemasaran?
Tapi masyarakat kita mudah terbius dengan berita-berita aneh penuh sensasi. Pertanyaan kita, andai perselingkuhan antar bangsa itu sungguh terjadi, bisakah Marylin hamil? Secara genetis akademis, Marylin tidak mungkin hamil, sebab jumlah pasangan chromosom berbeda; manusia 46 sedangkan orangutan 48 chromosom.
Perbandingannya sama seperti Kerbau jantan yang mengawini sapi betina. Walapun mereka berkerabat dekat, sapi betina tak akan bisa bunting, sebab jumlah chromosomnya berbeda; kerbau memiliki pasangan chromosom 50 sedangkan sapi 60. Sebaliknya, kera, simpanse dan orangutan bisa saling menghamili karena memiliki jumlah pasangan chromosom yang sama, yaitu 48.
Apa chromosom? Chromosom adalah pembawa gen yang terdapat di dalam inti sel (nukleus). Kromosom berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata chrome yang berarti warna dan soma berarti badan. Kromosom dapat diartikan sebagai badan yang mampu menyerap warna. Istilah kromosom diperkenalkan pertama kali oleh W. Waldeyer pada tahun 1888. Satuan terkecil dari makhluk hidup adalah sel. Segala aktivitas sel diatur oleh inti sel (nukleus). Di dalam inti, terkandung substansi genetik yang terdapat dalam kromosom, begitulah kira-kira.
Namun menurut seorang pakar Paleobiologi, Bachtiar Pado Panghulu dari Universitas Jakarta, orangutan bisa hamil bila diperkosa manusia, karena menurutnya DNA yang terdapat dalam nucleus sel tubuh orangutan hampir sama dengan DNA. Kalau berita itu benar, kita tunggu sajalah, orangutan mirip manusiakah atau manusia mirip orangutan. Begitu saja repot.


fabel - Koran Riau 22 Desember 2015
Tulisan ini sudah di baca 407 kali
sejak tanggal 22-12-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat