drh. Chaidir, MM | Pesan Ayam Jantan | KREDO novelis Minang A A Navis,
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pesan Ayam Jantan

Oleh : drh.chaidir, MM

KREDO novelis Minang A A Navis, "Alam Terkembang Jadi Guru" benar adanya. Dimana pun kita berada, lingkungan alam selalu dapat kita amati dengan mudah dan memberi pelajaran hidup dan kehidupan kepada kita, makhluk yang diberi kemampuan berpikir (homo sapiens). Tak perlu menjadi seorang filsuf untuk sekedar bisa mengamati fenomena alam yang terjadi secara sederhana dan alamiah di sekeliling kita.
Sungai pasti mengalir dari gunung ke tepat yang rendah. Biji-bijian ditanam, tumbuh, menjadi besar, berbuah; buahnya menjadi bibit untuk kembali bisa ditanam. Tanaman padi yang baru berbuah, meruncing ke atas, tapi kemudian semakin bijinya berisi, semakin padi itu merunduk; orang tua-tua menyebut, itulah ilmu padi. Pohon pisang tak pernah berbuah dua kali; satu kali saja, selanjutnya pisang induk yang telah berbuah memberi laluan bagi anak pisang untuk berbuah. Orang-orang desa yang hidupnya tergantung sungai, paham betul, tepian tempat mereka mandi dan mencuci akan berubah setiap kali sungainya banjir meluap.
Bagaimana pula ilmu asap? Asap tak pernah jatuh ke bumi. Asap jatuh ke atas. Sementara batu, lemparkanlah ke lubuk, dia akan tenggelam diam. Sebanyak-banyak daun jelatang di semak belukar, tapi daun-daun lain yang lebih baik tetap lebih banyak. Bunga mawar itu indah dan harum, tapi hati-hati memetiknya, mereka dijaga duri tajam. Hati-hatilah jangan terkecoh burung tempua bersarang rendah; burung tempua telah memperhitungkan keamanan sarangnya. Itik sejak kahir pandai berenang, oleh karena itu orang tua-tua memberi nasihat, tak usah mengajar itik berenang.
Barangkali belum banyak yang tahu bahwa ayam jantan alias ayam jago (rooster), ternyata tak hanya berfungsi untuk melampiaskan syahwat orang-orang yang gemar mengadu ayam, tapi juga bisa menjadi guru bagi kehidupan manusia. Kebiasaan ayam jantan berkokok di waktu subuh (dini hari) atau setiap kali, bila-bila masa, di siang hari, yang kelihatannya biasa-biasa saja, menarik minat ilmuwan Jepang untuk menelitinya. Para ilmuwan ini penasaran atas perilaku ayam jantan, sepertinya ada misteri yang harus diungkap di sana.
Rasa penasaran itu akhirnya terungkap. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan yang diketuai oleh Takashi Yoshimura dari Institute of Transformative Molecules Nagoya University, diketahui bahwa ayam jantan akan berkokok sesuai dengan hirarki dalam kawanannya. Percobaan untuk mengetahui perilaku ayam jantan itu dimuat dalam tulisan ilmiah berjudul Circadian Clock Determines the Timing of Rooster Crowing (Curret Biology, Maret 2013). Seekor ayam jantan yang dianggap sebagai pemimpin dalam suatu kawanan akan berkokok lebih dulu, diikuti dengan jantan lain yang menempati posisi kedua dan ketiga.
Waktu berkokok ayam jantan pada subuh hari juga selalu sama. Namun hirarki berkokok selalu urut. "Kami menemukan bahwa ayam jantan hidup dalam system hirarki yang ketat, dimana tingkat social memengaruhi urutan posisi untuk mengumumkan datangnya hari baru," jelasTakashi Yoshimura.
Kokok ayam jantan juga adalah bentuk komunikasi interpersonal antara ayam jantan satu dengan ayam jantan yang lain. Dari studi tersebut terlihat bahwa saat ayam jantan dari suatu kawanan berkokok, ayam jantan dari kawanan lain akan balik menyahut dengan kokoknya; menandakan wilayah yang sedang mereka tempati.
Kesimpulan lain yang mengejutkan dari hasil penelitian itu adalah ayam jantan lebih banyak berkokok di pagi hari. Ayam jantan memiliki jam di dalam tubuhnya yang mengatur kapan waktu berkokok yang tepat. Mungkin naluri ayam jantan berkokok pada saat dini hari inilah yang membuat seorang ulama muslim, Imam Musa Al Kadzhim, menyebut, salah satu sifat ayam jantan adalah mengenal waktu sholat.
Pesan dari ayam jantan, tak hanya masalah kokok-mengokok. Ayam kampung jantan yang berkeliaran bebas di kampung-kampung (biasanya di desa-desa) ternyata adalah makhluk yang baik hati, penyayang kepada ayam betina pasangannya dan anak-anak ayam dalam kawanannya. Hal ini akan mudah terlihat ketika ayam jantan memperoleh makanan, dia akan segera memanggil ayam betina dan anak-anak ayam dan memberikan makanan tersebut. Begitu terus berulang-ulang dilakukannya, sehingga bila sore hari mereka pulang ke kandang, tembolok ayam jantan tak sepenuh tempolok ayam betina.


fabel - Koran Riau Pos 1 Desember 2015
Tulisan ini sudah di baca 436 kali
sejak tanggal 01-12-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat