drh. Chaidir, MM | Betina Perkasa | SEJARAWAN Will Durrat dan futurolog kondang John Naisbitt yang terkenal dengan bukunya Megatrend 2000, agaknya tidak meleset ketika meramal era abad ke-21  adalah era kebangkitan pemimpin perempuan. Banyak negara dipimpin oleh tokoh perempuan yang menang secara demokratis dalam pemilihan umum di neg
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Betina Perkasa

Oleh : drh.chaidir, MM

SEJARAWAN Will Durrat dan futurolog kondang John Naisbitt yang terkenal dengan bukunya Megatrend 2000, agaknya tidak meleset ketika meramal era abad ke-21 adalah era kebangkitan pemimpin perempuan. Banyak negara dipimpin oleh tokoh perempuan yang menang secara demokratis dalam pemilihan umum di negerinya. Diantaranya, sebut saja Presiden Brazil Dilma Rousseff, Presiden Argentina Christina Fernandez, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, Presiden Irlandia Mary McAleese, Presiden Finlandia Tarja Halonen, dan lain-lain.
Pemimpin perempuan lain yang pernah menduduki jabatan Presiden, ada Megawati Soekarnoputri (Indonesia), Arroyo (Filipina), Michele Bachelet (Chili), Yingluck Shinawatra (PM Thailand), Jadranka Kosor (Kroasia), Benazir Bhutto (PM Pakistan), Khaleda Zia (PM Bangladesh), Laura Chincilla (Kosta Rika), Chandrika Kumaratungga (Sri Langka), bahkan raksasa RRT pun pernah dipimpin oleh seorang tokoh perempuan, Soong Ching-ling, walaupun tidak lama.
Siapa sangka di dunia fauna pun, beberapa bangsa dalam dunianya dipimpin oleh makhluk-makhluk perkasa. Mereka bukan pejantan besar nan tangguh, mereka justru betina-betina perkasa. Dan hebatnya, kepemimpinan betina itu tak akan pernah tergantikan sampai akhir zaman. Tidak ada catatan sejarah entah sejak kapan konstitusi itu bermula disepakati dan ditetapkan berlaku. Aturan dasar itu demikian saja ada dan dipatuhi oleh anggotanya. Tidak pernah ada protes atau usulan amandemen.
Hal yang unik terjadi pada kelompok gajah. Mitos pemimpin kuno, bahwa pemimpin itu harus laki-laki berbadan besar, paling berani, paling kuat berkelahi dan selalu menang, tidak berlaku pada bangsa gajah. Pemimpin kelompok selalu diidentikan dengan seekor pejantan yang besar, tak berlaku. Pemimpin pejantan umumnya ditemui pada kelompok primate seperti kera, beruk dan sejenisnya, namun pada kelompok gajah seekor betinalah yang memimpin kelompok. Betina yang menjadi pimpinan kelompok adalah betina tertua dalam kelompok. Sedangkan gajah jantan dalam kelompok akan meninggalkan kelompok ketika mencapai tahap pubertas, mereka akan mencari betina sebaya pada kelompok lain. Gajah jantan memang tidak komit dengan kelompoknya.
Lain gajah lain pula singa. Singa biasanya terdiri dari seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini menjaga daerah kekuasaannya. Singa jantan sangat komit terhadap kelompoknya. Seekor singa jantan pemimpin kelompok bahkan tidak segan-segan menyerang kelompok lain, dan dengan kejam menghabisi anak-anak singa dari kelompok lain yang ditundukkannya.
Namun yang aktif berburu adalah singa betina, sedangkan singa jantan pemimpin kelompok lebih santai bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya (jatahnya paling banyak pula). Singa jantan pemimpin kelompok ini biasanya ditumbuhi bulu tebal di sekitar tengkuknya, hal ini lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antar sesama kucing besar lainnya yang cenderung menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya. Kenapa bukan singa jantan yang berburu? Karena singa betina lebih gesit dan lebih kencang larinya. Dan pembagian tugas itu tak bisa diubah dengan amandemen undang-undang.
Sama dengan gajah yang dipimpin oleh seekor betina paling senior dalam kelompoknya, kambing juga demikian. Padahal tak pernah terdengar adanya ikatan koalisi sementara atau permanen antara dua bangsa itu. Kambing yang merupakan hewan memamah biak yang berukuran sedang, dalam pengembaraannnya mencari makanan di lereng-lereng atau di gunung-gunung, kelompoknya dipimpin oleh seekor kambing betina yang paling tua. Kambing jantan berfungsi sebagai penjaga keamanan rombongan.
Hewan bangsa lain yang menempatkan seekor betina sebagai pemimpin kelompoknya adalah hyena. Karnivora atau hewan pemakan daging ini, yang suka mencuri mangsa hasil buruan hewan lain, dipimpin oleh seekor hyena betina yang berperan sebagai ratu hyena. Sang ratu mendapat porsi daging atau bangkai yang lebih banyak dari anggotanya yang lain. Belum ditemukan buku teks apa peran hyena jantan dan mengapa bukan hyena jantan yang jadi pemimpin.
Baik gajah, kambing atau hyena atau singa, juga harimau dan binatang liar lainnya, mereka punya konstitusi dan code of conduct alias kode etik yang dipatuhi tanpa syarat oleh anggota kelompoknya. Tak sering meleset seperti kita.


fabel - Riau Pos 17 November 2015
Tulisan ini sudah di baca 397 kali
sejak tanggal 17-11-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat