drh. Chaidir, MM | Kura-kura Jadi Pahlawan | DONGENG kura-kura jadi pahlawan dalam rubrik
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kura-kura Jadi Pahlawan

Oleh : drh.chaidir, MM

DONGENG kura-kura jadi pahlawan dalam rubrik "Fabel" kali ini diangkat dari Majalah Bobo sebagaimana diceritakan kembali oleh Pepih Nugraha (google.com). Kisahnya heroik sang kura-kura diramu kembali bersempena peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015 tahun ini.
Alkisah, seekor kura-kura berada dalam kondisi sangat ketakutan melihat teman-temannya, beberapa hewan lain latihan perang. Kura-kura jantan dewasa ini ditertawai dan diejek habis oleh kambing, sapi, kerbau, harimau, kijang, kancil, musang, anjing, dan kucing. Hewan-hewan ini berlatih dengan semangat tinggi, sangat lincah tiarap, merayap, melompat ke sana kemari sambil melepaskan tembakan demi tembakan yang memekakkan telinga. Mereka berlatih mana tahu suatu saat mungkin musuh datang menyerang.
Suara letusan tembakan yang berdentam-dentum membuat kura-kura tiarap sejadi-jadinya. Telinganya ditutup rapat-rapat. Jangankan ikut latihan perang, memegang bedil saja sang kura-kura ketakutan. Dalam kondisi demikian, sang kancil yang usil sampai hati meletakkan sebuah petasan di belakang ekor kura-kura; petasan itu kemudian diledakkan. Sang kura-kura pingsan tiga hari tiga malam karena terkejut. Ketika sadar, kura-kura bersyukur dirinya masih hidup. Teman-temannya rupanya sudah tiga hari tiga malam pula tertawa menertawai dirinya.
Sikap kura-kura yang sangat penakut ini membuat Singa, sang komandan marah besar. Kura-kura berulang kali dibentak oleh komandan dan diejek oleh teman-temannya, dicap sebagai hewan yang paling penakut tingkat dewa di dunia akhirat. Kadang-kadang sang kura-kura berdalih sakit untuk menghindari latihan perang, tapi komandannya tak peduli.
"Kalau engkau menjadi makhluk penakut seperti itu," begitu sergah sang komandan, "apa yang bangsa kita harapkan darimu untuk mempertahankan kemerdekaan ini dari musuh yang setiap saat datang menyerang?"
"Saya tidak bisa berlari seperti teman-teman lain, komandan," ujar kura-kura.
"Tidak ada alasan, kita mempertahankan kemerdekaan," ujar komandan, "Ingat, Negara tidak menghendaki makhluk-makhluk pengecut dan cengeng macam kamu kura-kura! Ingat itu." Kali ini kata-kata komandan tegas dan berwibawa. Kura-kura semakin terpuruk dilecehkan.
Suatu saat, apa yang dikhawatirkan komandan terjadi. Musuh datang menyerang. Seluruh rakyat siap bertempur dengan dipimpin oleh sang Komandan. Kura-kura ketakutan, peluru yang berdesingan itu segera menembus jantungnya. Penyerang rupanya terlampau kuat dan bersenjata lengkap. Dalam beberapa gebrakan saja teman kura-kura banyak yang gugur. Kura-kura sangat terpukul perasaannya dan merasa bersalah melihat teman-temannya bergelimpangan.
Diam-diam timbul rasa ikut bertanggungjawab, semangat patriotisme dan keberaniannya muncul. Kura-kura memutuskan untuk menyerang sendiri, melintas sendiri menuju lawan. Ia meminta beberapa granat kepada komandannya. Tentu saja sang Komandan heran, begitu pula teman-teman yang sering mengejeknya. Kura-kura tahu, untuk melemparkan granat harus dari jarak dekat. Maka dia harus merayap mendekati markas lawan.
Komandan dan teman-teman lainnya tidak percaya akan apa yang mereka lihat. Dengan gagah berani kura-kura merangsek mendekat menuju sarang lawan. "Maju terus, majulah!" teriak teman-temannya menyemangati. Kura-kura terus semakin maju. Tentu saja lawan tidak tinggal diam. Mereka memberondong kura-kura, namun tak satu peluru pun berhasil melukai tubuhnya. Ternyata peluru-peluru lawan tidak berhasil menembus tempurung kura-kura yang keras bagai baja. Kura-kura menjadikan tempurung cangkangnya sebagai tameng atau perisai. Penyerang tercengang melihat ada makhluk yang tidak dapat ditembus peluru.
Tapi mereka terlambat menyadari. Sang kura-kura sudah terlalu dekat. Kura-kura leluasa melemparkan beberapa granat..dhuaar..dhuaar..dhuaaar. Bunyinya menggelegar. Korban dari pihak lawan berjatuhan, lawan pun menyerah kalah. Maka, pekik kemenangan membahana. Sang kura-kura akhirnya dinobatkan sebagai pahlawan.
Dalam dunia nyata, banyak kisah heroik hewan-hewan, baik piaraan maupun liar dan buas telah menyelamatkan nyawa manusia. Kisah kucing Oreo yang menyelamatkan keluarga tuannya dari musibah kebakaran, kisah ikan lumba-lumba Filippo yang menyelamatkan nyawa seorang remaja (14) yang hampir mati tenggelam, atau kisah anjing bernama Art yang mengorbankan dirinya demi menyelamatkan cucu tuannya yang berusia dua tahun dari pagutan ular berbisa, adalah sedikit dari kisah-kisah nyata kepahlawanan hewan yang mudah kita klik di mesin penemu google. Kita juga bisa menemukan kisah seorang gadis remaja di Kenya yang diselamatkan oleh tiga ekor singa Afrika, atau seorang bayi tiga tahun yang secara naas jatuh ke kandang gorilla di Kebun Binatang Brookfied, Illinois, AS. Ajaibnya, gorilla raksasa itu justru menggendong sang bayi dan mengantarkannya ke petugas. Hewan pun ternyata memiliki naluri kepahlawanan, dan tak pernah bertanya wani piro sebagai imbalan jasanya.


fabel - Koran Riau 10 November 2015
Tulisan ini sudah di baca 618 kali
sejak tanggal 10-11-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat