drh. Chaidir, MM | Hewan Tak Mengenal PHP | BILA Si A dengan ucapannya telah mengelabui Si B, namanya Si A berbohong. Dalam bahasa gaul, si A berarti PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Ucapan tak sesuai kenyataan. Tapi yang bisa berbohong, yang bisa jadi PHP, lain di mulut lain di hati, itu hanya terjadi pada makhluk bangsa manusia. Pada bangsa
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Hewan Tak Mengenal PHP

Oleh : drh.chaidir, MM

BILA Si A dengan ucapannya telah mengelabui Si B, namanya Si A berbohong. Dalam bahasa gaul, si A berarti PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Ucapan tak sesuai kenyataan. Tapi yang bisa berbohong, yang bisa jadi PHP, lain di mulut lain di hati, itu hanya terjadi pada makhluk bangsa manusia. Pada bangsa hewan tak ada istilah PHP.
Istilah salah paham alias mis-komunikasi atau mis-interpretasi memang menjadi karakteristik dalam komunikasi interpersonal manusia. Sebab pesan yang disampaikan oleh seorang komunikator tidak diterima atau didengar atau dimengerti secara utuh oleh komunikan (penerima pesan). Pesan yang sama yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan bahasa dan cara yang berbeda akan dityerima secara berbeda pula oleh komunikan.
Dalam psikologi komunikasi yang sudah diteliti oleh para ahli komunikasi, yang berpengaruh pada penerimaan pesan bukan saja apa yang ia katakan (penting atau tidaknya sebuah pesan) oleh seorang komunikator, tetapi juga siapa dan bagaimana komunikator itu menyampaikannya. Komunikator tidak dapat menyuruh pendengar hanya memperhatikan apa yang ia katakan, melainkan pendengar juga akan memperhatikan siapa yang mengatakan. Karena kadang-kadang siapa lebih penting dari apa.
Lebih dari 2000 tahun yang lalu, Aristoteles menulis, persuasi (ajakan) tercapai karena karakteristik personal pembicara, yang ketika ia menyampaikan pembicaraannya kita menganggapnya dapat dipercaya. Kita lebih cepat percaya pada orang-orang baik daripada orang lain. Alasannya karena karakter hampir bisa disebut sebagai alat persuasi yang paling efektif yang dimilikinya.
Tapi dalam perkembangan psikologi komunikasi, di tengah masyarakat yang sangat dinamis dewasa ini, pembicara baik saja tidak cukup. Sebab ada komponen lain yang mempengaruhi kredibilitas komunikan terhadap seorang komunikator. Seorang komunikator yang dinamis, periang dan gaul, mampu berempati terhadap kelompok komunikan, piawai berbicara, akan bisa membius komunikan. Dengan demikian pesan yang dibawakannya akan mencapai komunikan, walaupun, bial secara ekstrim misalnya sang komunikator berbohong. Misalnya, kita dapat menghadirkan orang awam, the man in the street di ruangan kuliah atau seminar dan mengumumkan bahwa orang itu adalah seorang profesor doktor. Di sini kita membentuk persepsi orang lain dengan deskripsi verbal .
Pada dunia hewan tidak mungkin terjadi kebohongan atau pembohongan dalam komunikasi interpersonal sesame hewan. Tidak ada mis-komunikasi dalam dunia hewan. Tak ada komunikasi yang meleset. Bukankah hewan tidak dapat berkomunikasi? Salah. Para ahli telah lama mengetahui, hewan dapat berkomunikasi diantara jenisnya. Ilmu tentang komunikasi hewan disebut zoosemiotik. Dan ilmu ini telah berkembang dengan pesat.
Ilmu ini mempelajari bahwa komunikasi diantara spesies hewan sejenis tidak saja dapat dilakukan melalui suara, tetapi dapat dilakukan secara visual seperti gerak isyarat, ekspresi wajah, tatapan mata dan penciuman. Bahkan spesies tertentu yang hidup di air dapat melakukan komunikasi melalui sinyal dan getaran frekuensi tertentu.
Komunikasi hewan berhubungan dengan berbagai faktor seperti emosi dan perilaku. Ciri-ciri khusus tersebut telah diketahui dilakukan oleh beberapa spesies hewan untuk berkomunikasi diantara kelompoknya, bisa untuk memberikan informasi, merespon suatu ancaman pemangsa, atau bahkan menarik perhatian lawan jenis.
Kebanyakan hewan berkomunikasi lewat vokalisasi. Komunikasi lewat vokalisasi adalah esensial termasuk dalam ritual-ritual perkawinan. Teriakan kawin hewan jantan misalnya, digunakan untuk memberi sinyal pada betina dan untuk menakut-nakuti saingannya. Hewan pada umumnya juga mengenal perilaku pencitraan diri, terutama dalam kaitannya dengan persaingan (mendapatkan makanan, pasangan atau wilayah) dengan kompetitor. Banyak spesies memiliki cara untuk pamer kekuatan atau kelebihan. Tapi komunikasi hewan tak hanya melulu vokalisasi, gestur tubuh dan aksi memiliki makna-makna khusus, dan terkadang lebih kompleks dan halus dari yang terlihat.
Namun penting untuk diketahui, tak seperti komunikasi pada bangsa manusia yang sangat dipengaruhi oleh perilaku komunikator dan komunikan, banyak PHP (apalagi dalam politik), komunikasi bangsa hewan sejenis baik melalui vokalisasi maupun gesture tak pernah bohong, dan mereka tak pandai berbohong, apalagi jadi PHP.

fabel - Koran Riau 6 Oktober 2015
Tulisan ini sudah di baca 380 kali
sejak tanggal 06-10-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat