drh. Chaidir, MM |  Pesan Burung Rajawali | JURUS Burung rajawali yang kini sedang menjadi trending topic di kalangan elit negeri ini baik di ranah politik, birokrasi maupun di ranah korporasi, ternyata tidak dikenal oleh burung rajawali itu sendiri. Siapa tak kenal burung rajawali. Jenis burung gagah perkasa yang terbang di langit menunggang
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pesan Burung Rajawali

Oleh : drh.chaidir, MM

JURUS Burung rajawali yang kini sedang menjadi trending topic di kalangan elit negeri ini baik di ranah politik, birokrasi maupun di ranah korporasi, ternyata tidak dikenal oleh burung rajawali itu sendiri. Siapa tak kenal burung rajawali. Jenis burung gagah perkasa yang terbang di langit menunggang badai. Burung rajawali adalah salah satu burung terbesar di dunia.
Salah satu jenis burung rajawali yakni Andean Condor atau Rajawali Andes merupakan burung pemangsa berukuran raksasa. Mereka adalah salah satu yang terbesar dari burung-burung yang bisa terbang dan merupakan burung pemangsa terbesar di dunia. Berat tubuh Rajawali Andes bisa mencapai 15 kg dengan rentang sayap mencapai tiga meter. Burung Rajawali Andes hidup di daerah pegunungan andes yang berangin. Angin kencang dapat membantu mereka terbang dengan sedikit mengeluarkan tenaga. Meskipun demikian, rajawali juga dapat ditemui di daerah pantai yang berangin kencang, dan daerah gurun yang memiliki arus udara panas.
Belum lama ini ada sebuah postingan di YouTube yang bikin geger dunia ketika seekor rajawali raksasa menyamar seorang anak kecil yang sedang bermain di taman. Anak kecil itu sempat terangkat dan dibawa terbang beberapa detik sebelum dijatuhkan. Barangkali karena terlalu berat. Untung saja belum sampai terangkat tinggi. Beberapa orang yang melihat video tersebut mengatakan, itu bukan video asli. Tapi beberapa lainnya, yakin itu asli.
Kebiasaan burung rajawali adalah menyambar mangsanya, bukan mengepret. Ngepret berasal dari kata kepret, sejatinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti memercik, atau gerakan mengibaskan air dengan tangan. Tapi Jurus Rajawali Ngepret Menko Kemaritiman Rizal Ramli, beda. Jurus Rajawali Ngepret bisa diinterpretasikan sebagai tamparan, atau memukul, atau menempeleng; secara bebas bisa bermakna, "sikat", "libas", "bantai", "gampar" dan lain sebagainya. Ungkapan itu digunakan oleh Rizal Ramli untuk memberi nama terhadap gebrakan tak pandang bulu yang dilakukannya, mengkritik dengan sangat tajam kebijakan pemerintah RI yang dikepalai oleh Presiden Jokowi, boss-nya sendiri. Banyak yang menentang, tapi tak sedikit yang mendukung gebrakan Rizal Ramli, karena apa yang dikatakannya benar, hanya selama ini tidak ada yang berani angkat bicara. Cara ngepret-nya saja yang terasa tak lazim. Tapi sinyal diam Presiden Jokowi, kelihatannya tanda mendukung.
Terlepas dari jurus rajawali ngepret yang kontroversial, yang oleh Rizal Ramli disebut sebagai shock therapy dalam rangka upaya nyata mewujudkan transformasi, revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi, burung rajawali itu sendiri memberi contoh nyata bagaimana transformasi itu harus dilakukan. Pesan burung rajawali kepada dunia, transformasi itu harga mati kendati itu sakit sekali.
Burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya. Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 75 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut mereka harus melakukan transformasi yang menyakitkan, atau usia mereka hanya sampai 40 tahun. Masalahnya, pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia kesulitan memakan mangsanya. Cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.
Bagaimana mereka melakukan transformasi? Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, untuk dapat hidup lebih panjang, 35 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau ia akan mati karena tak bisa makan dan tak bisa mencari makan.
Bila seekor rajawali memutuskan untuk melakukan transformasi maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayapnya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati, rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

fabel - Riau Pos 15 September 2015
Tulisan ini sudah di baca 893 kali
sejak tanggal 15-09-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat