drh. Chaidir, MM | Anak Kura-kura | JANGAN main-main dengan nyawa, bahkan nyawa binatang sekali pun, bahkan nyawa anak kura-kura sekali pun. Mereka berhak hidup secara layak. Kebutuhan mereka perlu diperhatikan oleh pemerintah. Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-Un kembali mengeksekusi salah seorang warganya. Dia mengeksekusi salah seo
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Anak Kura-kura

Oleh : drh.chaidir, MM

JANGAN main-main dengan nyawa, bahkan nyawa binatang sekali pun, bahkan nyawa anak kura-kura sekali pun. Mereka berhak hidup secara layak. Kebutuhan mereka perlu diperhatikan oleh pemerintah. Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-Un kembali mengeksekusi salah seorang warganya. Dia mengeksekusi salah seorang manajer peternakan kura-kura setelah sejumlah bayi kura-kura mati karena kelaparan.

Peristiwa itu terjadi setelah Kim Jong-Un mengunjungi peternakan kura-kura di dekat Sungai Taedong, Pyongyang, awal tahun ini. Sejumlah foto pun dirilis oleh media pemerintah. Dalam foto tersebut terlihat dia marah-marah. Dan kemarahan Kim Jong-un tidak terbendung setelah sejumlah pekerja mengklaim banyak bayi kura-kura yang tewas karena listrik padam dan kurangnya persediaan makanan. Setelah melakukan blusukan, beberapa tempat penampungan kura-kura ternyata tidak menyediakan makanan, air dan oksigen, sehingga banyak kura-kura mati.

Bulan lalu, berita itu dibocorkan oleh sebuah sumber di Korut yang tidak mau disebutkan namanya (tentu nyawanya terancam). Berita tersebut tentu saja menjadi makanan propaganda Korea Selatan, dan diberitakan secara luas oleh kantor berita Korea Selatan , DailyNK, Rabu (8/7/2015). Pemimpin paling berkuasa di Korut itu tentu saja marah besar dan memerintahkan eksekusi terhadap manajer peternakan kura-kura tersebut. Tidak lama kemudian, dia dibawa keluar dan ditembak mati.

Hanya masalah anak kura-kura seseorang harus bertanggung jawab demikian berat dan ditembak mati? Presiden Kim Jong-Un barangkali tak pernah mendengar jargon Pegadaian Indonesia, "Menyelesaikan masalah tanpa masalah". Jadi tak ada acuan Sang Presiden harus menyelesaikan masalah tanpa masalah. Penyebab masalah atau mungkin akar masalah harus bertanggung jawab dan harus segera ditumpas. Tak ada ruang polemik. Eksekusi tersebut pasti mendapat kecaman dari luar negeri terutama dari pegiat HAM, dan menimbulkan ketakutan di lingkungan birokrasi di dalam negeri, artinya eksekusi terhadap satu masalah menimbulkan masalah, tapi Kim Jong-Un tak peduli.

Peristiwa itu meninggalkan catatan dalam pemikiran kita. Seorang Presiden yang dikenal otoriter di dunia, ternyata memiliki hati yang lembut dan sifat penyayang. Hatinya selembut sutra. Benarkah? Dia sedih alang kepalang melihat anak kura-kura tersebut mati secara mengenaskan. Tragis. Semua bayi dan anak-anak (hewan dan manusia) tak pernah minta dilahirkan ke dunia demikian juga anak kura-kura tersebut. Mereka seharusnya tidak perlu mati sia-sia bila kebutuhan dasarnya air, makanan dan oksigen terpenuhi.

Catatan lain, peternakan kura-kura tersebut tentu dibiayai oleh pemerintah Korut. Oleh karena itu mengabaikan proyek peternakan anak kura-kura itu, sama saja dengan sang manajer tak memahami tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Dia tidak amanah. Di samping itu, kecuaian sang manajer terhadap urusan utamanya, bisa dipandang sebagai sikap tidak patuh terhadap sang Presiden. Dan konsekuensinya sangat berat.

Kendati jauh di jazirah Korea sana, peristiwa tersebut harus dijadikan iktibar. Tak ada hewan yang boleh disia-siakan, kendati mereka hanyalah seekor hewan, apatah lagi anak-anak manusia. Dewasa ini kita masih sering mendengar atau membaca berita, anak-anak kita yang tak berdosa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Menyedihkan.

Sebagai negara hukum, memang Indonesia tak mengenal pendekatan eksekusi langsung seperti di Korea Utara, Tapi itu bukan berarti para orang tua boleh sewenang-wenang berlaku kasar terhadap anak-anaknya, apalagi menganiaya sampai sang anak cedera atau tewas. Pembelaan ekstrim terhadap anak kura-kura yang dipertontonkan oleh Kim Jong-Un barangkali tak perlu dicontoh. Tapi semangat keberpihakannya terhadap anak kura-kura tersebut perlu kita camkan. Bagaimana gerangan pembelaannya terhadap anak-anak Korea Utara, apakah juga dibela seperti anak kura-kura? Wallahualam.

fabel - Koran Riau 11 Agustus 2015
Tulisan ini sudah di baca 309 kali
sejak tanggal 11-08-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat