drh. Chaidir, MM | Komunikasi Gajah | NABI Sulaiman dipahami mampu berkomunikasi dengan binatang. Diriwayatkan, pembicaraan antar semut saja bisa didengar oleh Nabi Sulaiman. Kita tidak tahu persis seperti apakah bahasa yang digunakan diantara sesama binatang. Kita hanya bisa paham, diantara sesama mereka, sesama harimau, sesama singa,
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Komunikasi Gajah

Oleh : drh.chaidir, MM

NABI Sulaiman dipahami mampu berkomunikasi dengan binatang. Diriwayatkan, pembicaraan antar semut saja bisa didengar oleh Nabi Sulaiman. Kita tidak tahu persis seperti apakah bahasa yang digunakan diantara sesama binatang. Kita hanya bisa paham, diantara sesama mereka, sesama harimau, sesama singa, kera, musang, sapi, kerbau, kambing, ayam, burung, dan berbagai jenis binatang lainnya, mereka mampu berkomunikasi satu sama lain.

Melalui komunikasi tersebut binatang akan memberi tahu komunitasnya, ada bahaya mengancam. Lebah dan semut misalnya, akan memberi tahu teman-temannya bila sebagian diantara mereka menemukan makanan. Melalui komunikasi mereka akan saling berkirim sinyal asmara, sehingga seekor pejantan akan dengan mudah mengetahui dimana gerangan seekor betina yang sedang merindu. Tujuh bukit tujuh lembah pun akan mereka tempuh untuk mendapatkan sang pujaan.

Tak semua komunikasi dibangun melalui suara. Komunikasi antar sesama binatang juga bisa terbangun melalui bahasa tubuh (body language). Pada gajah misalnya, di samping suara, sentuhan juga merupakan alat komunikasi yang penting. Individu menyapa satu sama lain dengan mengelus atau melilit belalai; belalai juga saling dililit saat kompetisi ringan. Gajah yang lebih tua akan menampar dengan menggunakan belalai, menendang, dan mendorong untuk mendisiplinkan yang lebih muda.

Individu berusia atau berjenis kelamin apapun akan menyentuh mulut dan alat kelamin saat sedang bertemu atau jika senang. Dengan melakukan hal tersebut, individu dapat merasakan sinyal kimiawi. Sentuhan juga merupakan cara berkomunikasi yang sangat penting antara induk dan anak. Saat bergerak, induk gajah menyentuh anak mereka dengan menggunakan belalai atau kaki bila sedang berdampingan, atau dengan ekor jika anak gajah berada di belakang. Apabila anak gajah ingin beristirahat, ia akan menekan kaki depan ibunya, sementara bila ingin menyusui, ia akan menyentuh payudara atau kaki ibunya.

Gajah menunjukkan ancaman dengan mengangkat kepalanya dan membentangkan telinganya. Mereka juga dapat menambah efeknya dengan menggeleng-gelengkan kepala, dan mengibas-ngibaskan telinga, serta melempar debu atau tumbuhan. Tapi disebut oleh para ahli, saat gajah melakukan hal-hal tersebut, gajah sebenarnya hanya menggertak. Di sisi lain, gajah yang senang biasanya akan mengangkat belalainya. Gajah yang takluk biasanya akan menundukkan kepala dan belalainya, serta meratakan telinganya di leher. Sementara gajah yang menerima tantangan akan membuat telinganya berbentuk "V".

Gajah menghasilkan suara melalui laring (bagian pada tenggorokan), walaupun beberapa dimodifikasi oleh belalai. Salah satu suara gajah yang paling dikenal adalah suara terompet yang biasanya dibunyikan saat sedang senang, dalam keadaan sulit, atau agresif. Nah, di sini dibutuhkan pengalaman untuk membedakan mana suara yang sedang senang atau suara yang sedang marah. Gajah yang sedang bertengkar biasanya meraung, dan yang terluka akan melenguh. Bunyi berfrekuensi rendah dihasilkan saat sedang sedikit bergairah. Terdengar seperti melenguh.

Gajah juga bisa mengeluarkan panggilan infrasuara, di bawah frekuensi suara yang dapat didengar oleh manusia. Panggilan infrasuara merupakan cara berkomunikasi yang penting, terutama untuk jarak jauh. Melalui infrasuara gajah dapat berkomunikasi dengan jarak maksimum 10 km. Jadi hati-hati. Melalui suara yang tak terdengar oleh manusia, gajah bisa memanggil teman-temannya.

Bunyi berfrekuensi rendah untuk menyapa dikeluarkan oleh anggota salah satu kelompok keluarga setelah terpisah selama beberapa jam. Panggilan yang dibuat oleh individu yang telah terpisah biasanya lembut dan tidak termodulasi. Panggilan tersebut dijawab oleh panggilan yang awalnya keras, tetapi kemudian menjadi lebih lembut. Gajah jantan yang sedang mengalami musth (birahi) mengeluarkan bunyi berfrekuensi rendah yang bergetar (mungkin supaya terdengar seksi ya). Suara tersebut dijuluki "suara sepeda motor". Bunyi gajah jantan seksi yang sedang mengalami musth dijawab heboh oleh "paduan suara betina". Rupanya, tak gajah tak manusia sama saja. Meleset...

fabel - Koran Riau 4 Agustus 2015
Tulisan ini sudah di baca 903 kali
sejak tanggal 04-08-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat