drh. Chaidir, MM | Aksi Heroik Laba-laba | ENTAH dari mana laba-laba belajar menenun jaring sarangnya. Dalam mitologi Yunani kuno, konon ada seorang perempuan yang pintar menenun benang. Tenunannya demikian indah sehingga tak ada seorang pun penduduk Athena yang mampu menandinginya. Sayang sekali perempuan ini besar kepala, ongeh. Karena tid
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Aksi Heroik Laba-laba

Oleh : drh.chaidir, MM

ENTAH dari mana laba-laba belajar menenun jaring sarangnya. Dalam mitologi Yunani kuno, konon ada seorang perempuan yang pintar menenun benang. Tenunannya demikian indah sehingga tak ada seorang pun penduduk Athena yang mampu menandinginya. Sayang sekali perempuan ini besar kepala, ongeh. Karena tidak ada yang mampu lebih baik darinya, dia pun sesumbar bisa mengalahkan Dewi Athena sekali pun, dalam hal tenun-menenun.

Perempuan ini mestinya tahu bahwa di negerinya sangat subur mitos tentang dewa-dewi. Akhirnya kesombongan perempuan ini sampai juga ke telinga Dewi Athena yang sebenarnya kasihan terhadap perempuan tersebut. Sang Dewi ingin menyadarkannya. Maka menjelmalah ia sebagai seorang perempuan tua. Tapi hati perempuan jago merajut tenunan itu lebih keras dari batu akik yang terkeras sekali pun. Ketika Sang Dewi putus asa membujuknya, dia kemudian menampakkan dirinya sebagai sosok Dewi Athena. Eh, bukannya takut, sang perempuan malah menantangnya untuk lomba menenun.

Perempuan ini kelihatannya tak punya syaraf takut. Dengan berat hati tantangannya diterima oleh Sang Dewi. Mereka pun mulai berlomba. Dalam sekejap Sang Dewi menyiapkan sebuah rajutan tenunan yang sangat indah mengalahkan si sombong (ya iyalah, Dewi Athena, dilawan). Dewi Athena lalu mengelus pundak sang perempuan yang membuat orang itu menyadari kesalahannya, menyesali kesombongannya, dan meminta ampun.

Tetapi dosanya menghina dewa sudah terlalu besar, dan dia harus mendapat hukuman dari Dewa. Dewi Athena berkata,: "Perempuan berdosa, untuk membuat kamu selalu ingat pelajaran ini, kamu dan keturunanmu akan selalu tergantung dan terus menenun sampai dunia kiamat. Tubuh sang perempuan mulai berubah menjadi menjadi seekor laba-laba. Laba-laba tergantung di udara dan terus menerus menenun jaring sampai sekarang.

Itu versi dongeng negeri para dewa Yunani hal ihwal laba-laba. Versi seriusnya, laba-laba termasuk sedikit hewan yang mendapat kehormatan disebut dalam kitab suci Al-Quran, bahkan salah satu Surat dalam kitab suci tersebut diberi nama Al-Ankabut (Laba-laba). Binatang kecil ini dimuliakan karena secara heroik pasang badan mengelabui musuh-musuh Nabi Muhammad.

Dikisahkan, kaum Quraisy bermaksud mencelakakan Nabi Muhammad SAW. Mereka mencari jejak Nabi. Ketika mereka sampai di sebuah gua di gunung yang diperkirakan tempat persembunyian Nabi, mereka dibuat bingung, sebab mulut gua tertutup sarang (jaring) laba-laba yang masih utuh tak terkoyak. Musuh-musuh Nabi itu merasa yakin: "Seandainya dia (Muhammad) masuk ke sini, tidak mungkin ada sarang laba-laba di pintunya."

Cerita tentang laba-laba tak hanya penyelematan heroik yang mereka lakukan terhadap Nabi Muhammad SAW. Laba-laba juga memiliki perilaku yang layak dijadikan iktibar oleh manusia. Mereka tidak menyerang manusia yang merusak jaring yang telah mereka bangun (jangan coba-coba merusak sarang lebah). Berapa kalipun manusia merusak sarangnya, sebanyak itulah laba-laba dengan penuh semangat bekerja tak kenal lelah untuk memperbaiki dan membuat sarang baru. Mereka tidak kenal putus asa. Tak pula ada dendam kepada manusia perusak sarangnya. Padahal sarang laba-laba itu terdiri dari untaian benang sutra.

Mereka mampu menghasilkan benang sutera—helaian serat protein yang tipis namun kuat—dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.

Sebuah fakta mengejutkan diungkap oleh para ilmuwan. Benang laba-laba yang tampak rapuh itu ternyata lebih kuat dari baja sekalipun. Ilmuwan modern membandingkan, dengan ukuran yang sama, benang laba-laba lima kali lebih kuat dan lebih elastis dibandingkan serat baja. Keunggulan lainnya adalah dia lebih ringan daripada kapas. Semakin maju ilmu pengetahuan semakin ciptaan Sang Maha Pencipta itu disadari penuh misteri. Allahualam..

fabel - Koran Riau 14 Juli 2015
Tulisan ini sudah di baca 564 kali
sejak tanggal 14-07-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat