drh. Chaidir, MM | Ayam Bertelur Emas | DONGENG adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh, dan seringkali tak masuk akal.  Pengertian dongeng secara  umum adalah cerita yang dituturkan atau dituliskan yang bersifat hiburan terutama untuk anak-anak . Di samping menghibur, dongeng bias
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Ayam Bertelur Emas

Oleh : drh.chaidir, MM

DONGENG adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh, dan seringkali tak masuk akal. Pengertian dongeng secara umum adalah cerita yang dituturkan atau dituliskan yang bersifat hiburan terutama untuk anak-anak . Di samping menghibur, dongeng biasanya juga mengandung ajaran moral. Melalui dongeng, nilai-nilai baik dan buruk biasanya melekat dalam pikiran anak-anak dan terbawa sampai dewasa.

Sepertinya belum ada kajian mendalam seberapa jauh dongeng berpengaruh dalam pembentukan karakter seseorang, misalnya apakah berbeda perangai seorang pejabat yang sering didongengi ketika masih kecil dengan seorang pejabat yang jarang atau tidak pernah didongengi oleh orang tuanya; atau misalnya, seseorang yang sering didongengi dengan cerita-cerita rakyat dengan seseorang yang sering didongengi dengan cerita dunia hewan. Atau misalnya, pengaruh dongeng terhadap kehalusan budi pekerti seseorang, atau perilaku kepemimpinan seseorang.

Ayam Bertelur Emas, misalnya, adalah sebuah dongeng tentang pendidikan moral. Alkisah, di sebuah kampung, tinggallah seorang lelaki tua yang miskin. Dia hanya mempunyai gubuk sebagai tempat tinggalnya dan seekor ayam betina. Pekerjaannya hanyalah mencari kayu api dan menjualnya di pasar, dan penghasilannya sangatlah kurang untuk membeli kebutuhan sehari-harinya. Suatu sore setelah menjual kayu, ia melihat seorang anak laki-laki kurus dan pucat lalu menghampirinya. "Nak, kenapa kau begitu pucat dan terlihat lemas?" Anak itu pun menjawab, "aku anak yatim piatu, sudah dua hari ini aku belum memakan sesuap nasipun".

Karena kasihan, lelaki tua itupun memberikan uang hasil penjualan kayunya pada anak yatim-piatu itu untuk membeli makan. "Dia lebih membutuhkannya daripada aku", pikir sang lelaki tua. Keesokan paginya, ayam miliknya berkotek dengan keras dan tidak seperti biasanya. Ia segera melihat ayam betinanya, ternyata ayam tersebut bertelur, dan telurnya berlapis emas. Ia pun heran dan senang melihat telur emas itu.

Setelah dijual, ternyata telur emas itu dibayar dengan harga tinggi. Setiap harinya berlanjut, ayam itu selalu mengeluarkan telur emas, sehingga membuat lelaki itu menjadi kaya raya. Suatu hari, lelaki itu berpikir, "ayamku itu bertelur emas setiap hari, berarti dalam perut ayam itu, ada banyak telur emas yang bisa kudapatkan, dan membuat saya lebih kaya dari pada sekarang ini, tanpa harus menunggu lama.

"Baik, aku akan membelah perut ayam itu, dan aku akan langsung ambil telur emasnya". Lelaki itupun membelah perut ayam itu, tetapi tak disangka dalam perut ayam itu tidak ada telur emas, yang ia dapat hanya organ-organ tubuh ayam itu. Penyesalan selalu datang terlambat, induk ayam bertelur emas itu telah disembelih oleh sang lelaki tua. Sejak saat itu, tak ada lagi ayam bertelur emas, maka kekayaannya semakin lama semakin habis. Dia menyesal telah bertindak ceroboh. Akhirnya kehidupannya kembali miskin seperti dulu lagi.

Sepakbola itu adalah industri yang bisa menghasilkan banyak uang dan menghidupi banyak sekali orang, mulai dari pemain, pelatih, wasit, pengurus klub, asosiasi supporter, semua dengan keluarganya. Tidak hanya itu, sebagai industri sepakbola kini tak terlepas dari industri media, sponsorship, perdagangan peralatan olahraga, restoran, perhotelan, dan sebagainya. Dan yang tidak kalah pentingnya industri sepakbola menghidupi para pedagang kali lima, pedagang asongan dan sebagainya, semua dengan keluarganya. Setiap kali ada pertandingan sepakbola di setiap kota, jumlah uang yang beredar tak terhitung besarnya. Stadion ramai dengan para pedagang tersebut. Semuanya ibarat induk ayam bertelur emas. Itu belum kalau kita berbicara masalah rasa kebanggaan dan rasa persatuan yang ditimbulkan oleh sepakbola, yang harganya tak ternilai.

Sayang sekali induk ayam bertelur emas itu disembelih oleh penguasa yang arogan, yang hanya menilai kebenaran dari satu sisi. Apa hendak dikata, nasi sudah jadi bubur. FIFA sudah menjatuhkan sanki.

fabel - Koran Riau 9 Juni 2015
Tulisan ini sudah di baca 1573 kali
sejak tanggal 09-06-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat