drh. Chaidir, MM | Babi Kampanye Pilkada | ANEH tapi nyata. Dunya kahe (apa kata dunia)? Untung perangai aneh ini tak terjadi di negeri kita, tapi di negeri Obama sana, di Amerika Serikat. Seekor babi ikut meramaikan kampanye pemilihan walikota, tepatnya di kota Flint, Negara bagian Michigan. Seperti dilaporkan Kantor Berita UPI yang dimuat
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Babi Kampanye Pilkada

Oleh : drh.chaidir, MM

ANEH tapi nyata. Dunya kahe (apa kata dunia)? Untung perangai aneh ini tak terjadi di negeri kita, tapi di negeri Obama sana, di Amerika Serikat. Seekor babi ikut meramaikan kampanye pemilihan walikota, tepatnya di kota Flint, Negara bagian Michigan. Seperti dilaporkan Kantor Berita UPI yang dimuat Harian Kompas (9/5/2015) beberapa hari lalu, Giggles nama babi itu, berumur kira-kira satu tahun diikutkan dalam kampanye pemilihan walikota

Pemilik babi itu adalah Michael Ewing, seorang advokat di kota itu. Kenapa babi dilibatkan dalam kampanye pemilihan walikota? Bukankah babi itu binatang? Ya iyalah, yang namanya babi adalah binatang. Bukan pula binatang sembarang binatang, tapi binatang yang dikenal paling jorok dan rakus di dunia. Di samping itu, umur sang babi baru setahun. Kalau di negeri kita, kampanye itu pasti sudah dibekukan oleh Panwaslu karena melibatkan anak-anak di bawah umur untuk kampanye. (Maaf pinjam istilah Menpora Imam Nahrowi dalam hal beku membekukan ini).

Tapi babi mungkin tak tergapai oleh undang-undang pemilu, sehingga babi tua, babi muda dan anak-anak babi boleh ikut kampanye, kapan saja, dimana saja, suka-suka. Setelah dicari tahu, antara lain minta jasa Mbah Google, diketahuilah maksud hati pemiliknya, alasannya ternyata sederhana, dan ini ciyus. Giggles tak memiliki sejarah kriminal, seperti tak pernah melakukan aksi begal, tak pernah berbuat kejahatan sehingga dia harus berurusan dengan polisi, catatan kepolisiannya bersih. Giggles juga tidak pernah tidak bertanggungjawab secara finansial, maknanya mudah dipahami, hutang-hutangnya dibayar lunas, babi itu tak pernah korupsi, tak pernah ngemplang pajak, tak pernah menipu atau melarikan uang nasabah.

Ewing mengatakan, kampanye Giggles memiliki tujuan serius, yakni agar publik memberi perhatian pada transparansi proses pilkada tersebut (nah lu!). "Jika kita memilih seseorang yang tak mampu menjawab tantangan, Michigan akan kembali ke situasi darurat," katanya. Karen Weaver, kandidat oposisi yang menantang kandidat petahana (incumbent), Dayne Walling, menyebut kampanye Giggles sebagai "lelucon demokrasi".

Pernyataan Michael Ewing memang agak tidak jelas alias meragukan. Tapi tak ada pula info yang menyebut kemungkinan ada tali gitar Ewing yang putus. Dia konon sehat-sehat saja. Coba cermati, apa hubungannya babi dengan seseorang yang memiliki kemampuan menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat kota Flint? Flint hanyalah sebuah kota kecil di Negara bagian Michigan. Yang membingungkan, babi dilibatkan agar pilkada di kota Flint berlangsung transparan. Adakah babi merupakan simbol transparansi di negeri itu? Bukankah tanpa simbol babi orang acuh saja berpakaian tak senonoh? Tak ada yang peduli. Kalau dimaksudkan babi tak berpakaian, bagaimana dengan anjing, kucing, bison, beruang, mereka juga tak berpakaian.

Di negeri kita, babi tak memiliki makna istimewa. Penduduk muslim mengharamkan babi. Namun di beberapa sudut negeri kita yang heterogen ini, babi dianggap ternak prestisius karena menggambarkan status sosial ekonomi pemiliknya; babi digunakan sebagai mas kawin. Semakin banyak babi sebagai mahar semakin tinggi gengsinya.

Tapi dengan opini yang berkembang luas, apalagi yang menyangkut penyakit menular flu babi, hewan ini seakan menjadi musuh bersama. Padahal sebenarnya hanya namanya saja flu babi. Di Mexico sendiri, tempat wabah bermula, babi malah aman-aman saja. Virus flu babi H1N1 yang terkenal itu, diduga telah mengalami mutasi genetik, dan berbahaya bagi manusia. Tapi dunia sudah terlanjur salah kaprah. Di Negara Bagian Victoria, Australia, beberapa waktu lalu, 400 kasus ditemukan pada manusia, tidak ada sangkut pautnya dengan babi.

Berdasarkan penelitian para ahli, DNA babi ternyata mirip dengan DNA manusia, sehingga ada asumsi sifat buruk babi, yakni rakus, dapat menular ke manusia. Tapi satu hal, sifat buruk manusia kelihatannya tidak menular ke babi. Babi tidak pandai berbohong, tidak pandai berbuat curang, tidak pandai berpura-pura, dan tidak pandai korupsi. Mungkin karena itu babi diikutkan dalam kampanye pilkada di Amerika, siapapun yang menang, tirulah babi. Ondeh.

fabel - Koran Riau 12 Mei 2015
Tulisan ini sudah di baca 445 kali
sejak tanggal 12-05-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat