drh. Chaidir, MM | Dicari KPK Bermental Luwak Madu | TIDAK diragukan sama sekali, masyarakat Indonesia yang anti korupsi menaruh harapan besar pada KPK. Lembaga inilah yang berani memenjarakan oknum pejabat penting di pusat dan di daerah, oknum aparat penegak hukum dan para politisi busuk yang melakukan korupsi. Sebelum ada KPK, mereka tidak tersentuh
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Dicari KPK Bermental Luwak Madu

Oleh : drh.chaidir, MM

TIDAK diragukan sama sekali, masyarakat Indonesia yang anti korupsi menaruh harapan besar pada KPK. Lembaga inilah yang berani memenjarakan oknum pejabat penting di pusat dan di daerah, oknum aparat penegak hukum dan para politisi busuk yang melakukan korupsi. Sebelum ada KPK, mereka tidak tersentuh. Padahal masyarakat sering mencium aroma tak sedap. Masyarakat tahu ada korupsi di lembaga ini dan itu, tapi tak bisa berbuat sesuatu.

Sejak KPK dibentuk dan dipimpin oleh para pemberani, satu persatu pejabat penting pelaku korupsi tersebut diseret ke meja hijau . Dan semua mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan kemudian menjadi terdakwa, bisa dibuktikan bersalah di pengadilan tindak pidana korupsi. Dan para terdakwa itu pun kemudian menjadi terpidana.

Namun gebrakan demi gebrakan KPK tersebut telah mengusik wilayah nyaman para koruptor beserta jaringannya. Mereka-mereka yang selama ini merasa nyaman karena perilaku korupsinya terlindungi oleh kewenangan yang ada pada posisi atau jabatannya, mulai merasa gerah. Mereka mulai melakukan perlawanan kepada KPK dengan berbagai upaya antara lain kriminalisasi, pelemahan-pelemahan KPK, sampai pada upaya legislasi usulan pembubaran KPK seperti yang disuarakan oleh beberapa Anggota DPR.

Peristiwa terbaru adalah, dua orang pimpinan KPK (Abraham Samad dan Bambang Wijotanto) diberhentikan oleh Presiden Jokowi karena kedua pejabat KPK tersebut ditetapkan oleh Kepolisian sebagai tersangka. Agar KPK tidak lumpuh, Presiden mengangkat tiga orang Plt Pimpinan KPK yang baru. Maka sekarang kepemimpinan KPK kembali utuh.

Bagi rakyat (rakyat jelas dan tak jelas...hehehe) sebenarnya tak peduli siapa pimpinan KPK, yang penting mereka berani dan mampu memberantas korupsi terutama korupsi yang dilakukan oleh oknum para penyelenggara Negara, para penegak hukum dan para politisi di lembaga legislative baik di pusat maupun di daerah. Sebab korupsi ini biasanya kelas kakap dan dilakukan oleh orang-orang pintar yang memiliki jaringan dan kekuasaan besar. Mereka licin seperti belut dilumuri olie. Prinsipnya persis seperti apa yang diucapkan oleh Pimpinan Tiongkok Deng Xiaoping, tak peduli kucing itu hitam atau putih yang penting bisa menangkap tikus. Siapapun pimpinan KPK tak jadi soal, yang penting berani memberantas korupsi tak pandang bulu.

Sayangnya KPK kini, jujur, seperti berada di rimba belantara dengan penghuni yang beraneka ragam perangainya. Penegakan hukumnya pun sering pula berlaku hukum rimba, siapa kuat dia menang; hukum sering bisa diputar balik sesuai kepentingan. Korupsi di rimba belantara itu sudah merajalela dan memiliki jaringan yang kuat. Maka, tidak bisa lain, KPK haruslah diisi dengan orang-orang yang memiliki nyali besar, orang-orang yang memiliki keberanian luar biasa dan tak mengenal rasa takut. Sebab mereka harus berhadapan dengan oknum-oknum licik dan korup yang berada di tiga cabang kekuasaan (Trias Politica menurut Montesqiu): cabang kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif). Oknum-oknum tersebut juga bukan orang-orang sembarangan, sebab mereka memiliki cara dan keberanian menggunakan kewenangannya untuk memperkaya diri dan kelompoknya. KPK berurusan dengan oknum-oknum seperti itu, bukan dengan koruptor kelas teri.

Oleh karena itu KPK dituntut harus bermental seperti hewan luwak madu (Honey Badger) yang sudah terkenal di dunia dan masuk dalam Guinness Book of Records, sebagai hewan yang paling berani di muka bumi. Luwak madu mendapat gelar "World's most fearless animal" atau "Makhluk yang paling tidak mengenal rasa takut". Disebut luwak madu, karena binatang luwak ini sangat suka dengan madu, hingga dalam pencarian madu, hewan ini sering mengabaikan keselamatannya dengan langsung masuk ke sarang lebah. Tapi luwak madu termasuk jenis omnivora. Ketemu kobra, kobra dimakan, ketemu singa, singa diserang.

Luwak madu akan menyerang siapapun lawannya, bahkan hewan yang jauh lebih besar dari dirinya pun dilawannya. Hewan ini juga cukup cerdik dan pintar untuk mengetahui kelemahan lawannya. Dengan tubuhnya yang hanya sebesar musang biasa, luwak madu dapat membunuh singa, bahkan ia mampu membunuh buaya. Luwak madu hanya memerlukan 15 menit untuk menaklukkan dan memakan habis seekor King kobra yang sangat berbisa. Keganasan luwak madu sudah terkenal di alam bebas, sampai-sampai harimau, leopard atau singa pun akan memilih menghindar daripada berurusan dengan luwak madu.

Apa rahasianya? Luwak madu memiliki kulit yang tebal, rahang yang sangat kuat dan gigi yang tajam, dan juga memiliki zat antibodi yang mampu mentralisir bisa ular atau bisa binatang berbisa lainnya. Dan yang lebih penting adalah, kelihatannya tidak memiliki syaraf takut atau sudah putus syaraf takutnya. Jadi bila kita ingin KPK seperti luwak madu, penuhilah persyaratan seperti luwak madu. Kalau KPK yang sekarang tu ape ke tidak je. Tapi baiklah kita wait and see.

fabel - Koran Riau 24 Februari 2015
Tulisan ini sudah di baca 478 kali
sejak tanggal 24-02-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat