drh. Chaidir, MM | Gajah Takut Semut | SALAM tiga jari (metal) yang menggunakan jari telunjuk, jempol dan kelingking ternyata ceritanya bisa panjang dan maknanya bisa bermacam-macam. Bila yang diacungkan hanya ibu jari atau jempol, artinya kita memberi pujian atau mempersilahkan dengan sopan. Bila yang diacungkan hanya jari telunjuk, art
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Gajah Takut Semut

Oleh : drh.chaidir, MM

SALAM tiga jari (metal) yang menggunakan jari telunjuk, jempol dan kelingking ternyata ceritanya bisa panjang dan maknanya bisa bermacam-macam. Bila yang diacungkan hanya ibu jari atau jempol, artinya kita memberi pujian atau mempersilahkan dengan sopan. Bila yang diacungkan hanya jari telunjuk, artinya memberi perintah atau memberi pentunjuk. Bila yang diacungkan hanya jari kelingking, artinya meremehkan atau memberi tahu bendanya kecil tak berarti. Kalau mengacungkan hanya jari manis, berarti, mana batu cincinmu atau beri aku batu cincin; kalau salam jari manis ditunjukkan seorang gadis, artinya, ayo kita bertunangan..he..he..he..r/n/r/n/Tapi jangan pernah coba-coba hanya mengacungkan jari tengah, urusannya bisa runyam sebab simbol itu umumnya diartikan sebagai makian kasar terhadap pihak lain. Atau memang sengaja cari kelahi. Yang paling nyaman, acungkan tiga jari formasi metal, kesannya egaliter.r/n/r/n/Ternyata salam tiga jari itu bisa bermakna keseimbangan ekologis antara hewan dan manusia, sekaligus juga mengandung falsafah setiap makhluk itu masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Makhluk yang besar bukan berarti tanpa kelemahan, makhluk yang kecil bukan tanpa kelebihan. Coba perhatikan baik-baik, dalam suten atau sut atau populer sebagai suit (suwit), atau juga disebut pingsut, yakni mengundi dengan cara mengadu jari untuk menentukan siapa yang menang.r/n/r/n/Dua orang yang bersuit atau bersuten, secara serentak mengacungkan jari yang dipilihnya. Ibu jari versus telunjuk, pemenangnya adalah ibu jari. Telunjuk versus kelingking pemenangnya adalah telunjuk. Kelingking versus ibu jari, pemenangnya adalah kelingking. Tidak ada jari yang memaksakan kehendak harus menang melawan dua jari yang lain. Dan tidak pula ada jari yang selalu dalam posisi kalah.r/n/r/n/Dalam suit tersebut ibu jari diumpamakan sebagai gajah, jari telunjuk diumpamakan sebagai manusia, dan jari kelingking diumpamakan sebagai semut. Bila berhadapan dengan tangan kosong, orang pasti takut pada gajah tapi tidak takut pada semut. Gajah tidak takut pada manusia tapi gajah bertekuk lutut pada semut. Semut yang ukuran badannya amat sangat sangat kecil bila dibandingkan dengan gajah, ternyata menang melawan gajah.r/n/r/n/Pertanyaannya kenapa semut bisa menang lawan gajah? Dalam paradigma lama, semut menang karena semut bisa masuk ke telinga gajah yang lebar daun telinganya tidak kepalang tanggung, sementara gajah tidak bisa masuk ke telinga semut (ya iyalah). Gajah akan mati bila semut masuk ke telinganya, apalagi semut suka masuk bersama teman-temannya.r/n/r/n/Cerita lawak paradigma lama itu kemudian terbantahkan secara ilmiah. Gajah rupanya memang takut pada semut. Para ilmuwan yang meneliti hal ini di Afrika, menemukan kenyataan, pohon akasia di benua tersebut jarang sekali disentuh oleh gajah. Padahal gajah yang sedang lapar biasanya selalu tergoda untuk menyantap pohon.r/n/r/n/Apa sebab ada pohon tak disentuh gajah? Usut punya usut, diusut-usut, ada ribuan semut yang merayap di batang pohon dan banyak sekali koloni semut pada daun-daun dan ranting-ranting pohon tersebut. Para ahli ini pun menemukan, tidak hanya kenyataan gajah takut pada semut, tapi juga percaya semut di pohon akasia tersebut berfungsi sekaligus sebagai penjaga ekosistem. Makhluk super kecil tersebut ternyata memainkan peran penting, padahal sebelumnya, makhluk ini diabaikan.r/n/r/n/Profesor Todd Palmer, dari University of Florida, Amerika Serikat, yang mengambil bagian dalam penelitian tersebut mengatakan, temuan ini merupakan cerita Daud dan Goliath, semut kecil bisa menakuti seekor herbivora besar. "Kelompok semut yang beratnya sekitar lima miligram dapat melindungi pohon dari binatang yang sekitar satu miliar kali lebih besar," ujar Palmer. Menurut Palmer temuan tersebut menarik karena gajah makan pohon lain yang bukan sarang semut. r/n/r/n/Para peneliti mengatakan, onderdil belalai gajah adalah penyebabnya. Onderdil tesebut ternyata sangat sensitif karena di dalamnya banyak saraf. "Sehingga tampaknya gajah tidak suka bila semut-semut ini masuk ke dalam belalainya, jadi mereka tidak bisa disalahkan kalau takut semut," kata Profesor Palmer. Menurut para peneliti ini, gajah mengetahui keberadaan semut di sebatang pohon lewat baunya. Gajah pilih menghindar dari pohon yang bersemut, daripada jadi urusan. Jadi mulai tahun 2015 ini jangan anggap remeh makhluk kecil..he..he..he..

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 862 kali
sejak tanggal 07-01-2015

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat