drh. Chaidir, MM | Amuk Induk Kerbau | AWAL Desember lalu, tepatnya tanggal 5/12/2014 Sariatun (45), seorang petani karet asal Desa Serosa Hulu Kuantan, Kuantan Singingi Riau, bernasib naas. Dia meninggal dunia akibat diserang seekor kerbau betina di kebun karet miliknya.r/n/r/n/Seperti diberitakan media lokal, kerbau yang menewaskan Sar
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Amuk Induk Kerbau

Oleh : drh.chaidir, MM

AWAL Desember lalu, tepatnya tanggal 5/12/2014 Sariatun (45), seorang petani karet asal Desa Serosa Hulu Kuantan, Kuantan Singingi Riau, bernasib naas. Dia meninggal dunia akibat diserang seekor kerbau betina di kebun karet miliknya.r/n/r/n/Seperti diberitakan media lokal, kerbau yang menewaskan Sariatun tersebut terlebih dahulu menyerang istrinya. Sariatun yang dengan gagah perkasa membela istrinya tak kuasa melawan sang kerbau yang sedang mengamuk kesetanan tersebut, dia pun tewas di ujung tanduk kerbau, seekor hewan yang memang dikenal memiliki tenaga besar.r/n/r/n/Konon karena kerbau tersebut menakutkan penduduk, maka aparat desa dan kecamatan serta upika setempat turun tangan mencari kerbau beranak pembunuh ini. Belum ada berita entah sudah ditemukan atau belum.r/n/r/n/Dua tahun lalu, seorang bekas serdadu Australia, Terrence Binney (60) juga tewas di tangan (eh ditanduk) seekor kerbau betina. Kesalah pahaman terjadi antara dua bangsa tersebut ketika pada malam naas itu Binney melewati kumpulan kerbau yang berada di tengah jalan. Seekor kerbau betina mengira Binney mengancam anaknya, dan tanpa ampun menyerang Binney sehingga mantan serdadu itu tewas. Induk kerbau itu pasti tidak tahu kalau orang yang dianggap membahayakan anaknya itu adalah seorang mantan serdadu.r/n/r/n/Kejadian serupa tapi tak sama, pada 2008, seorang pemburu babi hutan di daerah Baling, Kampung Paya, Malaysia, juga tak kuasa menyelamatkan diri dari amukan seekor kerbau betina yang memiliki anak kecil. Pemburu ini tewas di ujung tanduk kerbau betina tersebut.r/n/r/n/Kerbau mengamuk menyerang manusia bahkan sampai menewaskan sebetulnya merupakan kejadian langka di Asia, sebab kerbau-kerbau di Asia badannya saja yang besar tapi mereka penakut. Kecuali kerbau liar di Afrika. Kerbau liar Afrika jangan main-main. Memang belum ada data resmi, tapi beberapa laporan menyebutkan kerbau liar Afrika telah menyebabkan beberapa orang terbunuh di benua tersebut. Kerbau liar Afrika memang termasuk satu dari 5 hewan liar terbesar di Afrika dan merupakan salah satu binatang herbivora yang sangat kuat dan bahkan Singa pun tidak berani sembarangan terhadap mereka. Kalau singa saja berpikir tujuh kali (mungkin sepuluh kali) sebelum menyerang kerbau liar Afrika, apalagi bangsa manusia.r/n/r/n/Kerbau ternak yang kita kenal, sesungguhnya bukan termasuk binatang buas. Kerbau bahkan memiliki karakter sebagai hewan ternak yang rajin, pekerja keras, tidak mengenal lelah dalam bekerja, pembawaannya tenang dan penurut. Kalau hidungnya sudah dicucuk, maka ditarik seorang anak kecil pun kerbau akan menurut. Ternak kerbau tak pernah mengeluh, mereka suka mengalah. Kelemahan kerbau, hewan ini dianggap bodoh (mungkin karena tak bisa menolak ketika hidungnya dicucuk dan diberi tali). Kelemahan lain, kerbau dikenal lambat, tidak agresif, dan menghindari konflik. Tapi kerbau (barangkali karena bodoh sehingga lambat merespon perintah tuannya), dianggap keras kepala.r/n/r/n/Alasan yang paling masuk akal kenapa kerbau betina tersebut bringas, agaknya adalah karena mereka ingin melindungi anaknya. Kerbau termasuk hewan yang memiliki prasangka kuat sehingga mereka mudah curiga terhadap pihak lain. Pihak lain dianggap akan mengganggu anaknya. Mereka berpikir, pertahanan terbaik untuk melindungi anaknya adalah dengan menyerang dan menghancurkan musuh. Kondisi inilah agaknya yahg dihadapi oleh Sariatun di Riau, Binney di Filipina dan pemburu babi hutan di Malaysia. Mereka tak sempat berargumentasi dengan sang kerbau. Sang kerbau terlanjur emosional dan menggunakan pesan bangsa babi: gunakan jurus babi buta.r/n/r/n/Naluri sayang anak, tak hanya milik ibu-ibu bangsa manusia yang setiap tanggal 22 Desember merayakan Hari Ibu, bangsa hewan pun memiliki naluri sayang anak yang tak kenal kompromi. Manifestasinya selalu sangat ekstrim.

fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 787 kali
sejak tanggal 23-12-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat