drh. Chaidir, MM | Petuah Serigala | FILSUF Inggeris Thomas Hobbes (1588-1679) mungkin orang yang paling dibenci oleh bangsa serigala. Sebab filsuf inilah yang membuat citra serigala menjadi buruk melalui perumpamaannya yang terkenal:
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Petuah Serigala

Oleh : drh.chaidir, MM

FILSUF Inggeris Thomas Hobbes (1588-1679) mungkin orang yang paling dibenci oleh bangsa serigala. Sebab filsuf inilah yang membuat citra serigala menjadi buruk melalui perumpamaannya yang terkenal: "Homo homini lupus" (manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya). Begitu kira-kira maksud sang filsuf. Thomas Hobbes sebenarnya hanya menyindir manusia atas perilakunya yang sangat egoistis dan rela saling terkam dan saling memakan satu sama lain demi memperebutkan harta dan kekuasaan.

Analogi yang dibangun Thomas Hobbes memang terkesan menyudutkan bangsa serigala, seakan serigala itu adalah binatang yang paling buruk karakternya, sehingga manusia yang "memangsa" temannya dalam sebuah persaingan disebut serigala.

"Bangsa kita memang binatang buas, tapi tidaklah buruk-buruk amat", ujar Alpha, begitu sang pemimpin serigala biasanya disebut. "Sama seperti bangsa manusia, kita bangsa serigala juga merupakan makhluk sosial. Bahkan bangsa kita tidak mengenal poligami; bangsa serigala setia dengan pasangannya sampai mati." Alpha melanjutkan wejangannya.

Dalam beberapa hal, serigala memang patut dicontoh. Sebagai makhluk sosial serigala hidup berkelompok. Sekelompok serigala dipimpin seekor serigala jantan bersama soulmate-nya seekor serigala betina. Mereka berpasangan seumur hidup hingga salah satunya mati. Anggota kelompoknya (4-30 ekor) adalah serigala keturunan pasangan tersebut. Kekompakan dan hirarki sangat dijunjung tinggi dalam kelompok. Dengan kekompakan kelompok mereka bisa berburu hewan yang jauh lebih besar seperti kerbau, sapi, rusa dan babi hutan.

Pasangan Alpha adalah pemegang hierarki tertinggi dalam kawanan, merekalah yang terlebih dahulu mencicipi hasil buruan, baru kemudian anak buah. Serigala jantan biasanya akan membawakan makanan untuk serigala betina yang baru melahirkan. Kesetiaan serigala juga ditandai dengan betapa mereka memiliki sense of brotherhood yang tinggi dengan sesamanya. Bukan hal aneh, ketika ada serigala yang sedang terluka, maka serigala lain akan berburu dan mencarikan makan untuknya, dan menjaganya hingga sembuh. Saat serigala anggota berpapasan dengan Alpha, sang anggota selalu merendahkan ekornya sebagai tanda hormat dan takluk. Alpha jantan dapat diibaratkan sebagai raja yang bijaksana dan melindungi.

Kendati serigala adalah binatang buas, makhluk ini digambarkan sebagai makhluk yang bijak dalam kitab suci. Dalam sebuah riwayat disebutkan, pada suatu hari saudara-saudara Nabi Yusuf datang dengan membawa seekor serigala yang mereka tangkap lalu ditunjukkan kepada ayah mereka, Nabi Yaakub. "Wahai ayah, inilah serigala yang telah memakan Yusuf.'

Nabi Yaakub mendengarkan penjelasan anak-anaknya dengan saksama. Lalu kemudian ia minta ditinggalkan berdua dengan sang serigala. 'Wahai serigala apakah benar kamu telah memangsa anak kesayanganku, Yusuf?" Tanya Nabi Yaakub. Diriwayatkan, Allah SWT mengizinkan serigala itu berkata-kata untuk menjawab tanya Nabi Yaakub. "Wahai Nabi Yaakub, aku berlindung kepada Allah, ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya daging para nabi tidak akan dimakan oleh bumi, tidak akan dimakan oleh api dan tidak akan dimakan oleh binatang-binatang buas."

Mendengarkan penjelasan serigala, Nabi Yaakub menyadari apa yang terjadi. "Lantas wahai serigala, katakan kepadaku kemanakah tujuanmu?"
"Wahai Nabi Yaakub, sebenarnya saya ini sedang dalam perjalanan untuk bertemu saudara saya, kami bersaudara kerana Allah.'
"Mengapa kamu hendak mengunjunginya?' Tanya Nabi Yaakub.

Serigala menyebut alasan dengan mengutip sebuah pesan, seperti didengar oleh ayahnya dari sang nenek, yang mendengarkan wasiat itu dari Nabi Ibrahim AS, "Barangsiapa mengunjungi saudaranya, yang bersaudara kerana Allah, maka Alllah SWT mencatat baginya seribu kebaikan dan menghapuskan seribu kejahatan, dan diangkat baginya seribu derajat serta akan diselamatkan dari siksa hari kiamat dan Allah SWT akan mengumpulkan dia dan saudaranya itu di syurga seperti berdekatannya jari telunjuk dengan jari tengah.'

Nabi Yaakub mafhum dan mencamkan pesan itu. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan.


fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 1621 kali
sejak tanggal 15-07-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat