drh. Chaidir, MM | Hewan Dalam AlQuran | UNTUK apa hewan dicipta oleh Sang Pencipta? Tanyalah pada dokter hewan, ada banyak pilihan jawaban. Tapi untuk jawaban yang paling benar, tanyalah pada Sang Pencipta. Namun demikian, manusia bisa menggunakan akal budi, sebuah vitur yang membedakan manusia dengan hewan.

Ada banyak alasan mengapa h
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Hewan Dalam AlQuran

Oleh : drh.chaidir, MM

UNTUK apa hewan dicipta oleh Sang Pencipta? Tanyalah pada dokter hewan, ada banyak pilihan jawaban. Tapi untuk jawaban yang paling benar, tanyalah pada Sang Pencipta. Namun demikian, manusia bisa menggunakan akal budi, sebuah vitur yang membedakan manusia dengan hewan.

Ada banyak alasan mengapa hewan dicipta, mengapa pula Nabi Nuh merasa perlu menyelamatkan masing-masing sepasang jantan-betina dari semua jenis hewan dalam kapalnya saat tragedi topan badai yang melanda bumi. Sederet argumentasi akal manusia bisa kita catat. Antara lain misalnya, hewan dicipta untuk menjaga ekosistem, hewan dicipta untuk menjaga asupan makanan bagi manusia dalam pemenuhan protein hewani. Atau ada juga argumentasi untuk menambah kecintaan manusia; manusia tidak hanya mencintai sesama manusia, manusia juga mencintai hewan kesayangannya.

Hewan juga berguna untuk penyerbukan tanaman. Karena lebah, kumbang, kupu-kupu, burung, beberapa jenis tanaman bisa berkembang biak, tumbuh, berbuah dan buahnya dimakan manusia. Lantas untuk apa nyamuk dan lalat dicipta? Bukankah makhluk kecil ini hanya menyusahkan manusia? Nyamuk misalnya, tidak hanya menghisap darah manusia, nyamuk juga bisa menyebarkan penyakit demam berdarah. Lalat? Makhluk ini lebih suka hidup di tempat yang kotor dan berbau busuk, oleh karena itu lalat menjijikkan.

Nyamuk dan lalat sering dianggap sebagai makhluk tak penting. Namun, ternyata makhluk itu sangat berarti untuk diteliti dan dipikirkan oleh manusia sebab di dalamnya terdapat tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta. Inilah sebabnya, "Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu".

Seekor nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya-organ pendengar-untuk menemukan nyamuk betina. Bulu tipis di ujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Nyamuk jantan memiliki anggota tubuh untuk mencengkeram nyamuk betina. Nyamuk jantan terbang berkelompok. Ketika seekor betina memasuki kelompok tersebut, nyamuk jantan yang berhasil mencengkeram nyamuk betina akan melakukan perkawinan sambil terbang. Hanya sesaat, nyamuk jantan kemudian kembali ke kelompoknya. Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya. Nyamuk jantan tak pernah menghisap darah, mereka hanya makan dari embun-embun yang menempul di dedaunan. Nyamuk betinalah yang menghisap darah, bukan untuk makanan tapi untuk perkembangan telurnya.

Melalui nyamuk dan lalat, manusia dirangsang untuk melakukan penelitian. Nyamuk dan lalat kelihatannya juga diciptakan untuk sebuah perumpamaan. Betapa manusia -- bersatu pun mereka -- tak akan pernah bisa menciptakan seekor nyamuk atau lalat. Bisakah kita merebut kembali sesuatu dari makanan kita yang telah dirampas oleh lalat?

Hewan juga dicipta untuk membantu manusia dengan akal budinya untuk menyelidiki dan menemukan berbagai macam penyakit yang berasal dari hewan yang dapat menular kepada sesama hewan dan kepada manusia. Bahkan hewan diciptakan sebagai hewan-hewan percobaan untuk mencoba berbagai jenis penyakit dan cara pengobatannya. Hasil perobaan tersebut sangat besar artinya untuk kesejahteraan manusia. Banyak sekali pengobatan yang sukses pada makhluk manusia, sebenarnya terlebih dulu sudah dicobakan ke hewan percobaan.

Karena itu, profesi veteriner (kedokteran hewan), sebuah profesi yang sudah tua, sudah dikenal pada zaman Sebelum Masehi dan dikembang oleh filsuf Aristoteles, memiliki kode etik "Manusya Mriga Satwa Sewaka" (mengabdi untuk kesejahteraan manusia melalui dunia hewan). Manusia sangat membutuhkan hewan. Oleh karena itu manusia dan hewan hanya bisa dibedakan tapi tak bisa dipisahkan.

Kitab suci AlQuran menyebut banyak nama-nama hewan, seperti semut, lebah, unta, gagak, keledai, gajah, lalat, kera, nyamuk, laba-laba, al-baghal (hewan separoh keledai separoh kuda), hyena, burung salwaa, burung hud-hud, burung bulbul, dan sebagainya. Bermacam-macam species hewan lain, tidak secara khusus disebut, tapi semuanya pasti dicipta karena ada gunanya.
Wallahualam bissawab..


fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 619 kali
sejak tanggal 01-07-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat