drh. Chaidir, MM | Kepak Emas Garuda Muda | TIM Nasional Indonesia Under 19 (U-19) yang dijuluki Tim Nasional Garuda Muda kini menjadi idola baru para pencinta sepakbola di Indonesia, tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan. Kendati belum seberapa, tapi kemenangan demi kemenangan yang diraih Timnas Garuda Muda mulai terasa mengisi ruang ke
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Kepak Emas Garuda Muda

Oleh : drh.chaidir, MM

TIM Nasional Indonesia Under 19 (U-19) yang dijuluki Tim Nasional Garuda Muda kini menjadi idola baru para pencinta sepakbola di Indonesia, tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan. Kendati belum seberapa, tapi kemenangan demi kemenangan yang diraih Timnas Garuda Muda mulai terasa mengisi ruang kebanggaan yang telah lama hampa. Prestasi yang diraih Timnas Garuda Muda sebagai Juara Piala AFF U-19 tahun 2013 yang secara dramatis menyingkirkan Vietnam dan disusul beberapa waktu kemudian menjadi Juara Grup Piala Asia 2014, dengan mengalahkan tim tangguh, Timnas U-19 Korea Selatan, telah menjadi sitawar sidingin pengobat hati pencinta sepakbola Indonesia.

Menyaksikan penampilan remaja-remaja kita yang tergabung dalam Timnas U-19 Garuda Muda itu, yang belum lama ini melakukan tour ke Timur Tengah dan mengalah Timnas U-19 Oman dan United Arab Emirat di kandang mereka, perasaan kita pun membuncah. Garuda Muda inilah agaknya kelak yang akan membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Sudah saatnya Garuda mengepakkan sayap emasnya yang menakjubkan itu untuk mengharumkan nama bangsanya. Lambang Garuda yang terpampang di dada remaja-remaja kita itu tidak hanya sekedar seekor burung elang perkasa, tapi sesungguhnya elang perkasa garuda yang dijadikan lambang resmi Negara Indonesia yang berisikan prinsip Negara, Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan itu berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu jua". Perkataan itu diambil dari Buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama. Semangat kebhinnekaan itulah yang tergambar dalam Timnas U-19 yang diramu menjadi sebuah kekuatan dan kebanggaan oleh Coach Indra Sjafri.

Menelusuri asal muasal istilah garuda di Indonesia, membawa kita ke bilik sejarah masa silam, sekitar abad pertama Masehi, ketika pelaut dan pedagang dari India Selatan mendarat di kepulauan Nusantara. Semenjak itu, pertukaran hasil bumi dan barang-barang mulai dilaksanakan dan asimilasi kebudayaan pun tak terhindarkan.

Menurut mitologi Hindu, garuda merupakan wahana Dewa Wisnu, sinar garuda sangat terang sehingga para dewa mengiranya Agni (Dewa Api) dan memujanya. Garuda sering dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor, dan paruh burung elang, tetapi tubuh, tangan, dan kaki manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan.

Dalam mitologi Budha, garuda disebut merupakan salah satu dari delapan golongan makhluk-makhluk naga langit, yaitu makhluk-makhluk hidup yang tidak tampak dengan mata biasa. Garuda digambarkan memiliki bulu sayap yang dijalin dari intan dan berlian sehingga garuda itu juga dinamai "Burung yang sayap-sayapnya berwarna kuning keemasan, atau burung yang bersayap sangan menakjubkan".

Pada masa kedatangan Islam di Indonesia, garuda telah sampai pada akhir perjalanan, telah jauh dari keasliannya. Mulanya dia sebagai manifestasi Tuhan dan alat kepercayaan. Namun, ketika Islam datang, lambat laun garuda kehilangan kualitas ketuhanannya dan hanya menyisakan fungsi sakralnya sebagai pelindung dan kuatan (www. archive69blog.blogspot.com).

Perjalanan Garuda mencapai puncaknya ketika dijadikan lambang resmi Negara Indonesia melalui Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1958.
Sebagai lambang Negara, garuda bukan lagi sebagai figur antropomorfisme dari sebuah karakter mitos. Garuda menjadi benar-benar nyata sebagai seekor burung elang yang perkasa seperti halnya Negara Amerika Serikat yang menjadikan seekor elang sebagai lambang negaranya. Garuda adalah Elang Jawa yang dianggap burung khas Indonesia.

"Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu." Bait sajak karya Raden Mas Noto Soeroto ini pernah dikutip oleh Presiden Soekarno suatu ketika. Impian kita, Garuda Muda tak hanya mengepakkan sayap emasnya di atas kepulauan nusantara, tapi diseantero dunia.


fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 438 kali
sejak tanggal 17-06-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat