drh. Chaidir, MM | Mengenang Paul Si Gurita | PENGGILA bola tentu masih ingat Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tidak hanya lengkingan alat musik tiup vuvuzela yang memekakkan telinga, tapi juga bagaimana seekor binatang bisa mencuri perhatian. Dunia barat yang katanya modern itu, tercengang dengan ulah Paul Si Gurita. Paul si gurita ajaib dari
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Mengenang Paul Si Gurita

Oleh : drh.chaidir, MM

PENGGILA bola tentu masih ingat Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tidak hanya lengkingan alat musik tiup vuvuzela yang memekakkan telinga, tapi juga bagaimana seekor binatang bisa mencuri perhatian. Dunia barat yang katanya modern itu, tercengang dengan ulah Paul Si Gurita. Paul si gurita ajaib dari Jerman ini tampil menjadi bintang dan mencetak sensasi global setelah sukses meramal dengan tepat hasil delapan pertandingan Piala Dunia 2010.

Pendukung Argentina marah besar ketika ramalan Paul ternyata benar. Argentina ditekuk Jerman negara Paul, 4-0 di babak perempat final Piala Dunia 2010 tersebut. Seorang suporter Argentina mengancam akan menculik dan merebus Paul. Tapi di babak semifinal, Paul gantian dicaci maki oleh suporter Jerman sendiri. Pasalnya? Paul meramal Jerman kalah di semifinal melawan Spanyol dan ternyata benar, Jerman bertekuk lutut.

Pada Piala Dunia 2014 di Brazil yang akan kick-off beberapa hari lagi, tak akan pernah ada lagi Paul Si Gurita selebritas itu. Paul telah menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 26 Oktober 2010 di Aquaium Sea Life Centres, Oberhausen, Jerman, karena faktor usia (gurita seperti ini usia rata-ratanya hanya tiga tahun). Tak seperti gajah yang mati meninggalkan gading, Paul Si Gurita mati ibarat manusia, ia meninggalkan nama. Sekurang-kurangnya Kota Oberhausen menjadi lebih tekenal akibat ulah Paul Si Gurita peramal.

Padahal sebenarnya, ramalan Paul tak selalu benar. Paul pernah salah menebak hasil pertandingan final Piala Eropa 2008 antara Spanyol melawan Jerman. Paul memilih Jerman, namun akhirnya Spanyol mengalahkan Jerman. Selain itu, sebelumnya pada babak penyisihan grup antara Jerman melawan Kroasia, ia memilih Jerman, namun hasilnya Kroasia menang dengan skor 2-1.

Hewan apakah penerus Paul Si Gurita yang akan meramal hasil pertandingan Piala Dunia 2014 di Brazil? Di China, sejumlah anak panda telah dipersiapkan untuk memprediksi pemenang pertandingan dengan cara memilih makanan dari beberapa pilihan yang ditempatkan di keranjang. Di samping anak panda, di Polandia ada pula Citta Si Gajah yang sudah berpengalaman meramal hasil pertandingan Piala Eropa 2012. Citta pernah sukses meramal kemenangan Chelsea di final Liga Champions 2011/2012. Ketika itu Chelsea mampu mengalahkan Bayern Muenchen.

Dari Amerika Latin sendiri ada Nicholas si Llama. Llama adalah seekor binatang mirip unta berwajah keledai berasal dari Amerika Latin. Binatang Llama ini biasa digunakan sebagai binatang pengangkut barang oleh masyarakat di sekitar pegunungan Andes. Seperti Citta, Nicholas Si Llama juga dengan tepat menebak Chelsea sebagai juara Liga Champions.

Kandidat hewan peramal lain adalah babi yang bernama Psychic. Psychic Si Babi ini berasal dari Ukraina. Pada Piala Eropa 2012 Psyhic juga ikut berpartisipasi dalam meramalkan beberapa pertandingan. Hasilnya ada yang tepat, ada pula yang meleset. Namanya juga babi. Selanjutnya tercatat ada dua ekor ayam khas dari Polandia. Namanya Gerwazy dan Protazy. Ayam ini menebak dengan memilih mangkuk yang diisi pakan ternak yang telah ditempel bendera kedua negara. Dua ekor ayam ini sempat meramal negara yang akan menjadi juara Piala Eropa 2012. Hasilnya? Meleset.

Sebenarnya, bukan binatangnya yang bisa meramal seperti dukun. Yang super aneh bin edan itu adalah manusia-manusia penggila bola itu. Paul, Citta, Nicholas, Psychic atau Gerwazy dan Protazy, atau si lucu panda, adalah binatang-binatang yang punya naluri pasti mencari makanan. Bila makanan kesukaan mereka diletakkan di mangkok atau apapun tempatnya, mereka akan memakannya, tak peduli bendera negara mana yang ditempelkan pada tempat makanan tersebut. Manusia si gila bola itulah sebenarnya yang membuat interpretasi dan kemudian mempublikasikannya ke seantero dunia. Lebay...


fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 468 kali
sejak tanggal 10-06-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat