drh. Chaidir, MM | Pesan Toman | KEGEMPARAN terjadi di tengah masyarakat toman. Beberapa anggota penting menghilang seperti diculik orang bunian. Cuaca memang mendung hari itu. Air danau  kelam, tapi tak begitu hangat seperti beberapa hari sebelumnya. Suasana ini memberi kenyamanan bagi toman untuk berkeliaran berburu. Tak disangka
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Pesan Toman

Oleh : drh.chaidir, MM

KEGEMPARAN terjadi di tengah masyarakat toman. Beberapa anggota penting menghilang seperti diculik orang bunian. Cuaca memang mendung hari itu. Air danau kelam, tapi tak begitu hangat seperti beberapa hari sebelumnya. Suasana ini memberi kenyamanan bagi toman untuk berkeliaran berburu. Tak disangka diantara ikan-ikan kecil yang mereka kejar rupanya ada umpan di ujung kail.

"Kamu seperti dikejar hantu, kenapa? Tanya seekor induk toman kepada seekor gabus yang kelihatan pucat pasi dengan mulut berdarah.
"Aku hampir mati dipanggang."
"Lho, ada apa?"
"Aku tertangkap pancing."
"Terus, kamu berhasil kabur?"
"Itulah yang membuat aku heran. Ajaib, aku dilepas kembali oleh pemancing itu. Kawannya bilang ini ruting, bukan toman."
"Ruting itu apa?"
"Gabus."
"Mereka mencari toman?"
"Kelihatannya ya, hati-hatilah kalian."
"Wah gawat."

Situasi genting. Induk toman cepat berbalik menuju tepi danau di kasan hutan, bersembunyi menjaga anak-anaknya di bawah ranting dan dahan kayu yang tumbang ke danau, sambil berkomunikasi dengan teman-temannya, bahwa situasi dalam keadaan darurat. Kewaspadaan ditingkatkan. Prioritas adalah menjaga anak-anak toman yang cantik- cantik dan menggemaskan itu. Makhluk apa saja yang mendekat dan dianggap akan mengganggu dan membahayakan anak-anak toman, akan diserang tanpa ampun.

Bangsa toman rupanya tidak tahu, bahwa hari itu bangsa manusia sedang mengadakan perlombaan memancing ikan toman. Konon, perlombaan itu diadakan untuk menyalurkan hobi anggota perkumpulan pemancing ikan toman seluruh dunia, hanya untuk sekedar memuaskan syahwat berburu ikan toman. Semula perlombaan itu akan dibuka oleh Presiden Obama, tapi karena Obama batal hadir, maka diganti dengan Ilham Anas, orang Indonesia mirip Obama. Tapi terakhir Ilham Anas pun batal karena khawatir dikira ada hubungan dengan Anas yang sedang ngetop. Konon, rencana kehadiran Obama punya alasan. Pada tahun 2002 dan 2003 ditemukan empat ekor toman di perairan di Maryland dan Wisconsin, Amerika Serikat. Diduga, ikan-ikan ini terlepas atau dilepaskan dari akuarium. Keberadaan ikan-ikan ini telah menggelisahkan pihak yang berwenang di negara itu karena dikhawatirkan akan berbiak, menginvasi dan mengganggu keseimbangan komunitas alami di perairan setempat. Ikan-ikan di Amerika rupanya takut dengan toman.

Dalam perlombaan pancing tersebut hanya ikan toman yang diperlombakan, ikan lain tak dinilai, dan harus dilepas kembali ke alam. Kenapa ikan toman? Karena ikan toman konon memberi kegairahan dan kepuasan yang luar biasa kepada sang pemancing. Sentakan tarikannya dahsyat bertenaga. Pemenang lomba tersebut adalah mereka yang berhasil memancing toman paling besar.

Sebagai ikan buas, predator bagi ikan-ikan kecil dan katak, toman memang bertenaga. Tidak hanya masalah tampilan oke dan photogenic, toman juga ikan buas yang galak. Toman memiliki reputasi yang bagus dalam menjaga anak-anaknya, induk toman tidak mau kecolongan. Anak-anaknya selalu dijaga mati-matian. Dengan tubuh tegap atletis berukuran satu meter, toman bisa melesat cepat menyerang agresor, ikan tapah mendekat, ikat tapah dikejar. Orang mendekat, orang dihajar. Induk toman tak peduli. Menyadari situasi tidak aman bagi anak-anaknya, induk toman biasanya ronda berkeliling mengitari anak-anaknya.

Toman hanyalah sebangsa ikan, tak punya akal budi. Tapi dalam hal menjaga anaknya, toman patut ditiru oleh bangsa manusia yang berakal budi, karena manusia justru sering menyia-nyiakan, menganiaya bahkan membunuh anak sendiri.


fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 460 kali
sejak tanggal 29-04-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat