drh. Chaidir, MM | Masalah Sinyal Asmara | SEPASANG makhluk itu berjalan gontai di sebuah bukit berbatu. Sejenak mereka behenti melepas penat di bawah bayang sebatang pohon rindang. Sang  jantan acuh tak acuh membaringkan badannya yang kokoh dan kekar. Sang betina juga tak kalah cuek bebek.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Masalah Sinyal Asmara

Oleh : drh.chaidir, MM

SEPASANG makhluk itu berjalan gontai di sebuah bukit berbatu. Sejenak mereka behenti melepas penat di bawah bayang sebatang pohon rindang. Sang jantan acuh tak acuh membaringkan badannya yang kokoh dan kekar. Sang betina juga tak kalah cuek bebek.
"Kamu sudah dengar kematian teman kita di Kebun Binatang Surabaya?"
"Sudah, aku sudah dengar", ujar sang betina
"Kasihan....harusnya pengurus kebun binatang mencarikan pasangan untuk si Michael. Nasib Michael tak beruntung seperti kita."
"Ya aku mengerti betapa kalang kabutnya Michael ketika dia menyadari si Benggala putih yang cantik di kandang di sebelah sedang birahi." Sang betina melanjutkan dengan nada datar, "Ingat dulu kau menguberku ke puncak gunung ketika aku sedang birahi?"
"He..he..he..awak kek gitu orangnya," ujar singa jantan.

Sebetulnya, tidak hanya singa jantan, binatang lain pun umumnya akan tertarik pada lawan jenisnya bila mereka sedang berada dalam siklus birahi. Seekor hewan betina yang sedang birahi akan memancarkan pesona, aroma dan sinyal asmara ke makhluk sejenis di sekitarnya. Sinyal asmara itu biasanya segera tertangkap oleh lawan jenisnya. Dan sang pejantan akan bereaksi mencari dari mana sinyal dikirim. Tak peduli, tujuh gunung tujuh lembah pun akan dikejar, lautan luas pun akan diseberangi oleh sang pejantan. Bahkan tidak jarang harus berkelahi terlebih dulu untuk mendapatkan sang betina yang mengirim sinyal asmara.

Dorongan siklus hormonal itulah konon yang dialami oleh Michael di Kebun Binatang Surabaya yang ditemukan mati terjerat tali di kandangnya sendiri. Sang singa jantan muda asal Afrika yang sedang puber itu tahu di kandang di sebelah ada seekor harimau Benggala putih betina yang sedang birahi. Michael menjadi hiperaktif, gelisah, berusaha untuk loncat ke sana kemari sampai tanpa sadar lehernya terjerat.

Birahi adalah istilah dalam seksualitas yang menunjukkan keadaan kesiapan fisik dan mental suatu individu untuk melakukan kopulasi (hubungan seksual). Keadaan ini ditunjukkan oleh banyak hewan melalui tanda-tanda termasuk manusia. Birahi dapat didorong oleh siklus fisik (hormonal, muncul secara alami) maupun dimanipulasi untuk muncul. Pada bangsa hewan umumnya, siklus birahi itu muncul secara alamiah pada hewan yang sudah beranjak usia dewasa. Hewan yang masih anak-anak tidak akan terdorong untuk melakukan kopulasi dan tidak akan pernah memberi sinyal asmara kepada lawan jenisnya. Inilah bedanya dengan manusia.

Terdapat keadaan birahi yang sedikit berbeda antara manusia dan hewan lainnya. Pada manusia, birahi diketahui lebih banyak dikendalikan oleh kondisi kejiwaan, yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik pada beberapa organ. Dengan kata lain, seseorang yang sehat dapat secara relatif mengatur sendiri kesiapannya untuk mencapai kondisi birahi. Jadi, tidak terikat dalam suatu siklus hormonal seperti hewan, makhluk yang bernama manusia, kapan saja bisa birahi. Manusia kapan saja dapat melakukan hubungan intim. Dan kalau birahi sudah terotak, anak-anak yang tak berdosa pun disodomi.

"Manusia kek gitu orangnya," singa jantan melanjutkan lawaknya.
"Cobalah, kan malu, mosok anak sekolah disodomi. Anak sekolah internasional lagi."
"Ssst..nggak usah gosip."
"Ini bukan gosip. Ini masalah serius. Kita saja tidak setiap saat melakukan asmara. Coba, di tengah suasana romantis seperti ini, di gunung, di baeah pohon, berdua dengan pasangan, tapi kau tidak tertarik aku pun tidak."
"Ini masalah naluri sayang...."
"Ok....tapi mengapa manusia menyebut orang biadab yang melakukan sodomi terhadap anak sekolah itu, binatang." Suara singa jantan meninggi.
"Bangsa kita tak pernah melakukan itu terhadap anak-anak. Sekarang yang binatang siapa?"
"Jangan emosi."
"Emosi aku jadinya."
"Kan kamu sendiri yang bilang."
"Bilang apa?"
"Manusia itu kek gitu orangnya....ha ha ha..."

Singa betina bangkit, berjalan perlahan diikuti singa jantan, tanpa rasa. Sang betina tidak dalam siklus birahi, maka tak ada sinyal asmara. Mungkin esok lusa.


fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 460 kali
sejak tanggal 22-04-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat