drh. Chaidir, MM | Elang dan Angsa | SEEKOR burung elang yang sedang terbang tinggi menembus awan, tertarik mendengar suara riuh sekelompok angsa yang terbang rendah jauh di bawahnya. Rasa ingin tahu membuatnya terbang menukik mendekati kelompok angsa.
Sumber : Foto koleksi album drh. Chaidir, MM

Elang dan Angsa

Oleh : drh.chaidir, MM

SEEKOR burung elang yang sedang terbang tinggi menembus awan, tertarik mendengar suara riuh sekelompok angsa yang terbang rendah jauh di bawahnya. Rasa ingin tahu membuatnya terbang menukik mendekati kelompok angsa.
"Sedang apa kalian?" tanya elang.
"Kami terbang menjauhi cuaca dingin di utara." Ujar pemimpin angsa yang terbang paling depan.

Seperti biasa, burung-burung angsa selalu terbang dalam satu kelompok dengan formasi berbentuk huruf "V", sang pemimpin dengan kemampuan terbang paling baik berada di depan. Berbeda dengan burung elang yang selalu terbang sendirian tak berkawan. Tapi burung angsa tak punya kemampuan terbang tinggi menembus awan seperti yang biasa dan dengan mudah dilakukan burung elang. Dalam hal kemampuan terbang, memang tak ada yang mampu mengalahkan ketinggian terbang burung elang. Burung elang bahkan menyukai badai, karena dengan dorongan badai burung elang bisa melesat lebih tinggi dan lebih tinggi tanpa perlu mengeluakan energi.

"Tapi mengapa kalian bersuara riuh rendah?" Elang penasaran.
"Oh..itu cara kami untuk memompa semangat agar bisa terbang lebih lama, dan kelompok kami tetap dapat menjaga semangat terbang. Kalau kami tidak berteriak-teriak, kami akan cepat letih. Tidak seperti bangsamu, bangsa kami tak terlalu kuat terbang lama. Badan kami terlalu gembrot tidak seimbang dengan sayap. Sedangkan kamu Tuan Elang, sayapmu bagus lebih lebar dari badanmu yang ramping." Angsa berteori.
"Mengapa kalian terbang dalam formasi seperti pesawat tempur manusia itu?"
"Ini juga cara kami menyiasati kelemahan tenaga yang kami miliki."
"Maksudmu?"
"Dengan terbang membentuk formasi seperti ini, teman-temanku yang terbang di belakang tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk menembus dinding udara. Setiap aku mengepakkan sayap, hal itu memberikan daya dukung bagi temanku yang terbang tepat di belakangku. Ini terjadi karena temanku yang terbang di belakang tidak perlu bersusah payah menembus dinding udara di depannya."
"Oh begitu, dari mana kalian belajar?"
"Ini kearifan turun temurun bangsa kami."

Dari beberapa kajian, dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan burung angsa dapat menempuh jarak terbang hampir dua kali lebih jauh daripada kalau setiap burung angsa terbang sendirian. Kalau seekor burung angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan akan cepat letih. Maka biasanya burung angsa akan cepat kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan temannya yang berada di depan, dan semangat tim yang selalu tepompa dengan yel-yel.

Tiba-tiba burung angsa pemimpin yang terbang di depan dalam formasi "V" itu, terbang memutar ke belakang formasi, dan memberikan kesempatan kepada angsa lain untuk menggantikan posisinya. Burung elang heran dan kembali bertanya.
"Anda kan pemimpin, kenapa terbang di belakang?"
"Aku letih, aku harus mengeluarkan tenaga ekstra membuka dinding udara sambil menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, Tuan Elang. Dengan terbang di belakang aku tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengepakkan sayapku."
"Tapi kamu kan pemimpin?"
"Tak masalah, anggap saja aku cuti sebentar, nanti kalau kawanku yang di depan letih akan diganti oleh teman yang lain, dan nanti kalau mereka letih aku akan kembali berada di depan. Sederhana kan?" Angsa tersenyum.

Awan hitam menyelimuti. Badai mulai datang. Burung elang pamit dan melayang tinggi bermain badai. Kawanan burung angsa turun ke bumi menghindari badai.


fabel - Koran Riau
Tulisan ini sudah di baca 743 kali
sejak tanggal 04-03-2014

Kumpulan tulisan lainnya. : Jurnal Chaidir | Opini Chaidir | Kolom Chaidir | Fabel Chaidir

Buku Chaidir. : Demang Lebar Daun | Membaca Ombak | Menertawakan Chaidir | 1001 Saddam | Panggil Aku Osama | Berhutang Pada Rakyat